18 December 2011
“Ibu nyanda usa balek lagi, disini saja. Kita mo tanggung de pe doi”
Di suatu siang yang mendung, saya sedang duduk-duduk di atas bale-bale yang terdapat di samping rumah ibu guru kelas 1. Seperti biasa, anak-anak suka bermain di pantai. Kebetulan, rumah sang ibu guru pas di depan pantai. Begitu melihatku ada disitu, mereka beramai-ramai datang. Kami mulai bercerita kesana-kemari, karena memang pada dasarnya anak-anak muridku ini cerewet-cerewet. Sampai tiba-tiba seorang anak mengangkat topik demikian, “Ibu nyanda usa bale lai. Tinggal disini saja terus-terus sampe nanti” maksudnya, saya disuruh tinggal disini, di Enggohe selamanya. Saya balas begini, “bagaimana ibu mau tinggal disini? Sapa mau tanggung ibu pung hidup disini?” anak tadi kemudian dengan senyum nakalnya berkata, “biar kita yang mau tanggung de pe doi ibu” temannya yang lain juga mengiyakan. Lalu ia melanjutkan, “ibu jemput semua ibu pung keluarga di NTT sana, bawa ke sini,” katanya. Hahaha... lucu sekali anak-anak ini. Jadi agak besar kepala jadinya, disayang begini. Saya lalu membalas lagi perkataannya, “Sekolah dulu bae-bae. Nanti kalo su kaya baru bawa ibu ke sini.” Tiba-tiba salah seorang murid lainnya berkata sambil tersenyum, “nyanda ada orang kaya di sini ibu.” Ahahaha... anak ini polos sekali. Murid lainnya kemudian menyambung, “iya ibu, betul. Kecuali jadi guru ibu e?” saya jadi heran, darimana dia dapat pemikiran bahwa jadi guru bisa kaya? Mungkin karena pekerjaan paling top di desa ini adalah menjadi seorang guru. Alangkah lucunya anak-anak ini.
Labels:
Feature
| Reactions: |
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment