Skip to main content

Posts

Showing posts from 2014

Mengapa menjadi guru?

Menjadi seorang guru bukan cita-cita saya sejak kecil.


Sama halnya seperti saat kita jatuh cinta. Kita tidak pernah merencanakan akan jatuh cinta kepada siapa sejak kecil. Semua terjadi melalui berbagai proses dan peristiwa. Demikian halnya keputusanku menjadi seorang guru. Bukan karena mama saya dulu juga seorang guru. Bukan karena saya memiliki banyak guru yang baik semasa sekolah dan berkuliah. Bukan. Itu semua adalah referensi bagi saya bagaimana caranya menjadi guru yang baik, bukan alasan mengapa saya memutuskan menjadi seorang guru.

Menjadi seorang guru memberikan saya kebahagiaan tersendiri. Awal mulanya adalah sejak saya menjadi seorang pengajar muda di Sangihe. Semakin terpupuk saat mengajar di Jakarta dan Sumba. Setiap pertemuan, interaksi, proses bertumbuh bersama, trial and error dalam kelas, relasi yang terbangun dengan murid membuat saya mencintai profesi ini. Mencoba, apakah bisa mendapatkan hati anak-anak, membuat mereka mencintai apa yang mereka pelajari, menyisipkan…

Mengapa Pergi ke Sekolah?

Kelas unggulan

Juara kelas
Sekolah elit
Semua itu hal yang sia-sia menurut saya. Tidak penting sama sekali. Yang terpenting itu kualitas manusianya. Heran masih ada orang tua yang peduli dengan hal remeh ini. Semua hal di atas hanya harapan palsu. Tidak berlaku untuk menghadapi dunia. Dunia tidak butuh mereka yang berasal dari kelas unggulan, juara kelas atau sekolah elit. Dunia butuh manusia yang berkarya. Karya orisinil, kreatif, pemecah masalah, mampu berkomunikasi dengan baik dan punya kemampuan persuasive. Dunia tidak butuh manusia yang hanya terlihat bagus angka. Dunia butuh menusia yang sesungguhnya. 
Einstein, Steve Jobs dan banyak penemu atau pencipta lainnya bahkan tidak sekolah. Mereka berkarya. Mencoba, belajar dari kesalahan, belajar apa yang mereka sukai. Pada akhirnya, mereka yang terus berkarya dan mencoba adalah mereka yang sesungguhnya mengerti makna belajar. Mereka yang belajar karena diperintah atau kewajiban pada akhirnya akan terus mempertanyakan, mengapa mereka …

Hari Minggu Ceria

Hari ini pertama kalinya saya bangun pagi,bahkan terlalu pagi di hari libur.
Pukul 4 pagi saya sdh bangun dan bersiap untuk gereja subuh. Ya, gereja subuh! Hahaha... Saya sendiri tidak percaya saya bisa ke gereja subuh.  Ini semua karena janjian dengan sahabat lama, Jekon yang sudah lama tdk saya jumpai.  Jekon yg dulu kerempeng sekarang sudah berisi. Jekon yang dulu biasa menjemput saya dg motor Honda Win, sekarnlang sdh bisa mengemudikan mobil. Hanya sedikit yg tidak berubah, dia tetap sahabat yang asik dan gaya bicaranya yg seperti robot tidak berubah. Pukul 7, sepulang gereja�gerejasgey Berganti pakaian dan pergi ke rumah teman yang lain. DiAn. Ya hari Ini saya diajAk dian melihat proses pembuatan babi babi guling. Seru. MAmanyA pintar memasak. Nantikan fotonyA yaaa...hehehe

Tinju Masa Depan

Sembari menonton siaran tinju, saya berpikir mengapa di zaman secanggih ini masih ada saja olahraga sebrutal itu. 

Melihat wajah atlitnya yang lebam-lebam hingga bengkak dan entah sudah berapa banyak rusuk yang retak, saya merasa tak tega. Pikiran saya melayang ke rumah dan apartemen para atlit tinju yang berlaga. Melihat kerutan cemas di wajah istri mereka. Melihat raut cemas dan rindu anak-anak yang menyaksikan siaran pertandingan ayahnya. Apakah esok ayah kan pulang? Seberapa parahkah lebamnya?
Apa serunya melihat sepasang manusia saling memukul? 
Tinju, tujuan utamanya adalah mendapatkan poin dari setiap pukulan pada daerah tertentu, bukan seberapa parah hasil pukulannya bukan? Lalu mengapa harus dilakukan dengan begitu kasar? Mengapa panitia tidak memberikan alat pelindung agar mereka tak lebam? Yang penting kan sasaran pukulannya, bukan lebamnya.
Seandainya saja ada orang yang menciptakan pakaian khusus untuk pentinju yang terhubung dengan computer. Pada bagian-bagian yang meman…

Di Belakang Truk Kuning

Walau makan susah, walau hidup susah, walau tuk senyum pun susah

Rasa syukur ini karena bersamamu juga susah dilupakan
Oh, Kubahagia
-Sherina

Natal ke dua, sore ini, kuputuskan untuk menyingkirkan rasa malas dan beranjak ke kamar mandi. Bersiap untuk mengunjungi sanak saudara dan memberi hidung sebagai salam natal. Yah, tradisi ‘pigi ciom idung’ ke rumah sanak saudara perlu dilakukan pada momentum seperti ini.
Semua siap, kemana tujuanku? Yang terpikir hanya ke dua tempat, sebab tempat lain sudah kukunjungi kemarin siang. Baiklah, kuhidupkan starter sepeda motor baruku. Motor yang entah sudah berapa lama tidak kucuci. Toh akan kotor lagi.
Kutancap gas, menuju rumah Oma di Matawai. Baru 5 menit berjalan, lampu merah menghentikanku. Tepat di depanku ada sebuah truk kuning bermuatan sisa-sisa rumah tangga. Tetapi bukan tumpukan itu yang menarik perhatianku, bukan juga aromanya.
Mereka, seorang ayah berpakaian lusuh bersama dua orang putrinya yang berambut panjang, yang duduk diantara mua…

Sahabat

Menurut kalian siapakah sahabat itu? 

Apakah dia yang setiap hari bertemu denganmu? 
Apakah dia yang selalu di sisimu?
Buat saya, sahabat tidak harus selalu bersisian raga. 
Sahabat adalah mereka yang berbagi tangis dan tawa dalam jarak.
Meski terpisah jauh, meski tak sering bertemu tetapi setiap pertemuan dan perbicangan selalu sarat makna dan tulus.
Saya punya beberapa sahabat jauh dan dekat.
Kami mungkin tidak setiap hari bertemu.
Kami mungkin tidak setiap saat berkomunikasi.
Tetapi setiap pertemuan dan komunikasi yang terjadi selalu berarti, tulus dan tidak simbolis untuk media upload saja.
Apakah kalian punya sahabat yang seperti itu?
Saya punya.

Gabungan khayalan dan kisah nyata. Enjoy!

Pernah tidak kalian merasa yakin akan sesuatu tanpa tahu mengapa?

Berbagai hal atau pikiran buruk mungkin datang, tetapi jauh di lubuk hati, kalian tahu bahwa ‘itu sudah’ tidak mungkin yang lain. Yakin 100%!
Saya sedang merasakan hal tersebut saat ini, dalam beberapa aspek. Namun, saya yakin hal yang paling seru dibahas sepanjang masa adalah masalah percintaan. Suit suiiiitttt…. 
Saya memiliki kebiasaan untuk mencoba melupakan orang yang disukai dengan menyukai orang lain. Beberapa waktu lalu, saya sempat mengunggah sebuah status yang punya makna lain dibaliknya:
“Karena bajunya terlalu mahal, terpaksa beli obralan. Ujung-ujungnya, banyak mengeluh. Mending nabung aja buat beli baju yang disukai.”
Sebenarnya, saya tidak sedang berbicara tentang baju dalam arti yang sebenarnya. Saya sedang berbicara tentang perasaan saya dan tingkah laku saya sendiri.
Sudah 2 tahun ini, saya menyukai orang yang sama. Orang yang menyenangkan sekaligus menyebalkan. Mungkin lagu yang cocok untuk situasi in…

Kata Orang

Kata orang, money can’t buy love.
Well, not directly. Menurut saya, secara tidak langsung, uang sebenarnya dapat ‘membeli’ cinta. Wooo…wooo..sebelum protes, coba baca dulu lanjutannya. Kamu memang tidak  bisa seperti di pasar, bertransaksi dengan uang dan membeli cinta dengan mudah. It’s not love, it’s lust. Hehehe Tetapi yang saya maksud dengan uang bisa ‘membeli’ cinta adalah:
√ľUntuk tampil terawat kamu butuh uang buat beli odol, baju bersih, sabun, lotion, bedak, pelembab wajah, shampoo, conditioner, pembersih wajah, pelembab bibir, gel rambut, vitamin rambut, dll. Kalau memang uang tidak dapat ‘membeli’ cinta, I dare you to fall in love with someone yang ga pernah mandi, gosok gigi, sampoan, atau merawat diri bahkan pakai baju robek-robek penuh noda.
√ľKenalan dengan cowo atau cewe, kamu tertarik, bokis banget kalau kamu tidak berusaha mencari tahu apa yang dia lakukan untuk hidup. Saya tidak menyalahkan kalian atau menuduh kalian matre. Tidak! Saya hanya mau menekankan satu poin bahwa…

Itu hanya . . .

Banyak hal luar biasa hanya dapat dinikmati apabila hal itu stays as something rare or amazing or something that can not easily get by us. When it's everywhere, then it's not amazing stuff anymore.

Contoh: When you back at 90s or back then, had the album of the favorite band or musician is amazing. It is because not anybody could had one. Now, when u show of about a mp3 or album, people dont care. Why? Because it's everywhere and easily to get.
Contoh lain, Melihat gerhana matahari atau gerhana bulan pada masa sebelum handphone ditemukan, bahkan sebelum kamera menjadi benda yg murah, adalah hal yg luar biasa. Sekarang, I even dont care about it. I cant see it live, I just need to click on my facebook or internet then all my fb home is about that. Full of picts from different angle.
Masih banyak hal lain lagi yang bisa jadi contoh... dan semua hal seperti ini membuat saya berpikir: itu hanya mp3, itu hanya gerhana bulan, itu hanya ... etc. Terlalu biasa.

Focus Itu Penting

Gambar : Google
Ada kalimat yang mengatakan, "Jika kau mengejar dua kelinci pada saat yang sama, maka keduanya tidak akan tertangkap". Itulah perumpamaan yang tepat untuk menggambarkan pentingnya menentukan fokus dalam hidup.
Kita tidak bisa menjadi luar biasa dalam satu bidang apabila kita tidak menentukan fokus. Seperti petinju yang memukul sembarangan atau atlit lari yang berlari tanpa tujuan yang jelas.
2012, adalah waktu dimana saya mulai memikirkan betapa pentingnya menentukan fokus. Saya secara pribadi memahami banyak hal, cepat belajar banyak hal, tetapi tidak ada yang benar-benar menjadi fokus sehingga belum ada hal luar biasa dan terlalu bermakna untuk dihayati dan dikejar. Saya berdoa dan meminta petunjuk pada Tuhan. Dia menjawab lewat berbagai hal yang terjadi di sekitar saya. 2012, saya memutuskan untuk fokus pada dunia pendidikan.
Selama satu tahun saya memutuskan untuk bekerja di Jakarta, di salah satu sekolah internasional terbaik milik Singapura. Saya belaj…

PEE MAK Movie Review

Pee Mak
Genre : Horror Comedy



Jika Hollywood punya Twilight, Thailand punya Pee Mak. Apa hubungannya?


Pee Mak merupakan sebuah komedi horor yang menceritakan kisah pilu percintaan yang terhalang oleh ajal. Dikisahkan seorang pria yang meninggalkan istrinya yang sedang hamil untuk berperang membela negaranya. Ketika sedang berada di medan pertempuran, istrinya meninggal.

Di medan perang, Mark berkenalan dengan 4 orang pemuda yang akhirnya menjadi sahabat-sahabatnya. Karena namanya yang susah dilafalkan, maka mereka memanggilnya dengan sebutan Mak. Bersama para sahabatnya itu, Mark pulang ke kampung halamannya untuk betemu dengan istrinya yang cantik jelita.

Perahu tiba, sampailah mereka di rumah Mark. Ia memperkenalkan istrinya. Tak diragukan lagi, para sahabatnya pun terkesima dengan kecantikan istri Mark. Apakah ada yang salah dari urutan cerita yang saya sampaikan? Bagaimana mungkin wanita yang telah meninggal masih ada di rumah itu? Ternyata, wanita itu adalah hantu yang terus menu…

Kritis

Kritis, kira-kira itulah perasaan saya. Tapi sayangnya, entah ini kelebihan atau kekurangan tapi saat saya merasakan kesulitan menghadapi suatu kondisi, hal itu tidak dapat saya ungkapkan. Selalu bisa bercerita, tetapi tidak semuanya. Hanya permukaan es yang mencuat di samudra. Gunung esnya masih lebih besar di bawah, tidak kelihatan. 

Satu hal yang ingin sekali saya rubah dalam menghadapi masalah adalah kebiasaan mengurung diri dalam 'gua'. Rasanya jadi seperti melawan diri sendiri. Saat orang-orang terkasih pergi Susah sekali buat saya untuk menangisi kepergian mereka, termasuk saat mama saya meninggal. Bukan karena tidak sedih. Saya SANGAT SEDIH. Tetapi entah mengapa air mata tidak mau turun. Mungkin karena ada perasaan ingin melindungi. Air mata tidak memperbaiki keadaan, air mata hanya membuat suasana semakin sulit. Mungkin itulah yang membuat saya jadi susah mengekspresikan kesedihan dengan wajah. Saat sesuatu yang pelik datang, wajah ini otomatis berubah menjadi keras …

Journey to Kalamba Waterfall

Kalamba, ini bukan pertama kalinya saya pergi ke desa tersebut. Tetapi ini pertama kalinya saya pergi dengan tujuan untuk jalan-jalan dan melihat air terjunnya. Sebelumnya saya tidak pernah tahu bahwa di Desa Kalamba terdapat sebuah air terjun yang eksotis.


Sebelum tiba di desa Kalamba, saya bersiap-siap di rumah. Menunggu teman-teman yang rencananya akan bersama-sama menuju ke sana. Datanglah Epin, pacarnya yang bernama Jackleen, dan seorang pemuda asal Solo bernama Supomo. Peserta jalan-jalan berikutnya adalah adik saya Yos dan teman-temannya. Total ada 9 orang yang berjalan menuju Kalamba menggunakan motor.
Perjalanan kami sebenarnya jauh, sekitar dua jam perjalanan. Tetapi tidak begitu terasa karena sepanjang perjalanan, saya dan teman yang membonceng mengobrol ini itu. Kami juga sempat berhenti di Pasar Mondu, untuk menikmati kelapa muda. Diantara bau kotoran kambing dan ditonton oleh para penjual serta seekor sapi yang sedang nongkrong di situ, kami menikmati kelapa muda tersebut.