Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2013

Bukan Hilang, Tapi Pergi

Telah layar terkembang Kuingin menyeberang Melintas pulau dan lautan
            Dini hari, Manado, ia menghembuskan napas terakhirnya. Penderitaan itu hilang selamanya. Ungke, Meiva, bagaimana kalian kelak, percayakan pada garisan hidup dari sang pencipta. Dalam dua tahun, hanya dua tahun. Semua berubah, mereka pergi. Pak Ferdi, disusul sang istri, Ibu Manoka setahun kemudian. Sehidup semati. Dua orang ini tak terpisahkan. Entah harus menitikkan air mata atau apa, yang bisa kulakukan sekarang hanya mengenang.             Mereka, orangtua keduaku. Setahun merawatku selama jauh dari duniaku. Orangtuaku di Enggohe. Doaku, semoga mereka tenang dan bahagia di sana. Tak terpikir sebelumnya bahwa kesempatan untuk bertemu lagi benar-benar akan hilang secepat ini.             Ungke, Meiva, Eti, jika bisa kubertelepati, ingin kumenangis bersama kalian. Berbagi tangis, merangkai kekuatan. Lepaskan, relakan, doakan. Mereka telah bersama di sana.

Obsesi Malesi :p

Masa kanak-kanak kami adalah masa bersahabat dengan terik matahari, desau angin, semak belukar, lumpur, sungai, dan hujan. Kami tak kenal krim tabir surya, kami biarkan matahari meninggalkan bekas di tubuh kami. Kami tak kenal rasa lelah, karena bagi kami alam selalu menarik dan memberi energi baru setiap saat.             Pada masa itu, obsesi seorang Vany kecil hanyalah makan mie goreng setiap hari, bermain dan dikepang rambut oleh orang rumah. Berbeda dengan saat ini. Satu keinginan saya yang belum terwujud adalah belajar di luar negeri. Bukan tren atau apa, hanya saja ini memang keinginanku. Merasakan suasana baru dan pengalaman baru di negeri orang. Belajar banyak hal baru. Setiap kali melihat foto teman-teman terdekat yang sudah mendahului belajar ke luar, hati saya bagai tersayat. Pedih rasanya. Saya takut jadi gila karena ini. Gemas sekali. Apa yang kurang dari saya, sampai hal ini belum terwujud juga.

Fiction Story of my students : My Father was a monster

The magician is the step-father of the girl, and he is the founder of diamonds. The girl is beautiful and sensitive, but she is imprisoned in the castle. 
The magician always maimed her, because she knew his secret that the magicianhe will become a monster in the night. It happened in a night, the girl always find something that interesting in the castle. The haze will get in the castle in the night,and it will hascause some strange noise around it. 
It was terror, but the girl walked in boldly, and she looked some light in the room. She saw it,it was her step-father received a monster into the body, and he became a terrorhorrible thing. The pelt was black and sharp, and his body was naked. He revelled in the change. 
He looked at the girl's place, she ran away, but he is faster, he caught her, and told her that she can't told anyone. The girl knew her step-father become a monster,the heart wasn't kind, she thought,she have to found someone to help him. 
Later the days Later …

Kontemplasi (1)

Kamis, 8 Agustus 2013 Di dalam kamar lega di Wisma Pandawa Agriani Stevany Kadiwanu
Kata orang hidup ini indah. Ya, memang hidup ini indah. Penuh dengan lika-liku, tawa, tangis, cemas, marah, dan lain sebagainya. Seperti kata bijak yang sering kita dengar, bahwa kita tidak akan tahu apa itu bahagia jika kita tak pernah menangis. Kita tak akan tahu apa itu indah, jika tak tahu apa itu buruk. Ada satu kata bijak dari salah satu pengarang favorit saya, Paulo Coelho: I am proud with the scars in my soul. They remind me that i have an intense life. Jangan pernah berpikir bahwa segala penderitaan yang kita rasakan tak akan ada henti atau akhirnya. Bersabarlah, tunggulah waktunya ketika kita dengan senyum dan dada membusung mengatakan dua baris kalimat dari Paulo Coelho di atas. Dunia ini berputar, segala hal pasti akan berubah. Dunia tidak datar, hidup tidak statis. Berbaurlah dengan dunia dan nikmati alirannya. Jangan habiskan waktumu dengan jangkar. Karena jangkar tidak membawamu kemana pun.
Ha…