28 May 2016

when a man loves a woman

When a man loves a woman
Can't keep his mind on nothin' else
He'd trade the world
For a good thing he's found
If she is bad, he can't see it
She can do no wrong
Turn his back on his best friend
If he puts her down



Lirik yang sangat menyentuh dan jadi mimpi banyak wanita.
Muncul pertanyaan dari dalam diri saya, apakah benar saat seorang pria jatuh cinta, indahnya seperti lagu tersebut?
Well, saya pernah mendengar dari seorang pria. Saat dia jatuh cinta, memang demikianlah adanya. Bahagia berada dekat wanita tersebut, keanehan dan lain-lain yang dimiliki wanita itu tidak menjadi masalah buatnya.
Apakah dengan perasaannya itu akan berlanjut pada sebuah komitmen?
Sepertinya tidak semua orang memiliki langkah-langkah yang sama dalam menjalin suatu hubungan. setiap pria punya cara yang berbeda. Tetapi, pria ini, hanya bahagia dengan berada dekat dengan wanitanya. tidak pernah terpikirkan untuk mengikat wanita tersebut dalam suatu hubungan. Until one day, it strikes him out, he realize that he wants to be her groom, not other man. Then he ask her, if she wants the commitment and move to another step of relationships.
How sweet it is, is it?

this is not the end... yet... because i need to find ideas

24 May 2016

The Search of Happiness

saya baru saja menyelesaikan tontonan ini:
pict: google

Karena film ini, saya sadar bahwa setiap orang punya kejawiban untuk bahagia dengan apa pun yang dimiliki.
Bahagia tidak perlu dicari tetapi sudah ada dalam diri kita sendiri. Mungkin lebih tepat ucapan syukur atas apa yang kita miliki saat ini adalah kebahagian. Menikmati apa yang dimiliki menjadi salah satu cara merasakan kebahagian.
Saat kita berusaha mati-matiaan mencari hal-hal yang menurut kita dapat memberikan kebahagiaan, sebenarnya kita masih dalam tahap atau bentuk perasaan seorang anak kecil. Seorang anak kecil akan merasa bahagia saat diberikan sesuatu. Tetapi seorang manusia dewasa, seharusnya tahu bagaimana caranya menikmati apa yang dimiliki. Dengan demikian, kita akan menjadi seorang manusia dewasa yang sejati.

Saya jadi ingin menuliskan beberapa hal yang dulu saya pikir akan memberikan kebahagiaan buat saya:
1. memiliki pekerjaan bergengsi (ternyata setelah didapatkan, biasa saja)
2. mendapatkan beasiswa ke luar negeri (saya tidak mendapatkannya, apakah saya tidak bahagia? tidak juga)
3. memiliki banyak uang (ternyata tidak)
4. punya kehidupan yang menginspirasi (biasa saja)

Setelah saya renungkan, semua hal tersebut sungguh kekanakan.
Hal yang membuat saya bahagia, sungguh-sungguh bahagia adalah menikmati dengan penuh ucapan syukur apa yang saya miliki saat ini.
Saya tidak akan mengejar apapun dengan tujuan untuk merasakan kebahagiaan tetapi menikmati kebahagiaan tersebut.
Bangun pagi pergi ke sekolah, berjumpa anak-anak dengan segala macam tingkah lakunya, menjalin pertemanan dalam segala lika likunya, melakukan kegiatan apa pun dengan  bahagia, mencintai, dicintai, bertengkar, bete, apapun itu, semua dinamika hidup sesungguhnya memberikan kebahagian. 

Saya mengucap syukur untuk segala kesulitan, perselisihan, salah paham, fitnah, gosip, pujian, penghargaan, berkat, uang, hutang, keuntungan, kerugian, cinta, apapun itu, saya bahagia saya masih bisa merasakannya.

ARE YOU HAPPY GUYS?

20 May 2016

TIPS dan suka duka LDR

gambar: google.com

Hai! Saat ini saya sangat ingin berbagi suka duka LDRan sama pacar. Apakah pengalaman saya sama denganmu?

Suka duka hubungan LDR itu macam-macam dah. Berikut hal hal yang saya alami secara pribadi :

  1. Akan ada satu masa dimana kangen itu sudah menumpuk, bahkan telepon, SMS, video call tidak mempan lagi.
  2. Saat bertemu, malam terakhir pasti enggan pulang karena bakal berpisah cukup lama. Rasanya, ingin waktu berhenti pada saat itu saja.
  3. Senang sekali mendengar kabar kedatangan bahkan baru rencana berkunjung kekasih. 
  4. Bertukar buku yang dititipkan pada orang yang pergi ke kota kekasih itu kind of cute for me.
  5. Setiap hari menanti telepon sang kekasih hati. Kalau chat lama dibalas atau tak kunjung telepon, rasanya uda gelisah banget.
  6. To know that he is healthy, eating right, and having a good day makes me happy.

Masih banyak lagi sih yang lainnya, tapi belum teringat! Hahaha....

Buat saya, ada beberapa hal yang penting untuk menjaga hubungan jarak jauh:
  • Keterbukaan mengenai hubungan. Apa yang diharapkan masing-masing dari pasangannya. Jika ada hal yang mengganjal, sebaiknya dibicarakan.
  • Kejujuran. Apply to all things in relationships.
  • Ekspresi perasaan yang jelas. Ketika kangen, sayang, marah, apapun itu, sampaikan agar saling mengerti.
  • Komunikasi. Penting untuk segala aspek hubungan. Komunikasi yang baik sangat perlu. Apalagi kalau lagi berantem atau ngambek. Salah satu pihak harus bisa mengimbangi/mengalah.
  • Rules tidak tertulis yang sebenarnya agak nyeleneh : WOMAN ALWAYS RIGHT! wkwkwk...  Peace. Becanda!
Apapun itu, Tuhan punya banyak cara mempertemukan sepasang manusia, memproses mereka, dan menyatukan mereka. Siapa yang berhasil melewati segalanya akan memperoleh kebahagiaan menjalin suatu hubungan, dalam segala pasang surutnya. 
Menerima, menghargai dan saling mengasihi tentu mudah diucapkan tapi menantang untuk dilakukan. Serahkan setiap hubungan kepada tuntunan yang di atas, maka semuanya akan berjalan dengan indah melebihi harapanmu. Amin!

05 May 2016

Hari pertama liburan

liburan hari pertama. tidak banyak yang dilakukan tapi waktu berlalu begitu saja.
bangun pagi, kangen Jekon. Abis itu baca novel yang saya pinjam dari dia, Critical Eleven karya Ika Natassa. Novel yang agak lebay dan aneh tapi tidak bisa dihentikan membacanya. Mungkin karena rasa penasaran, apa yang membuat Jekon membeli dan membaca buku ini.
Agak kaget juga dengan selera bukunya yang satu ini.
Jarang saja cowo baca novel percintaan.
Setelah baca sebentar, saya lapar, makan, mandi, nonton drakor yang judulnya I MISS YOU. Karena drakornya juga agak lebay, ane banyak klik fast forward. Jadinya dalam sejam ngabisin 5 episode. Hahahaha....
Sayang juga kalau sudah nonton sampai tengah jalan, trus tidak dilanjutkan, 
Abis itu saya nonton dua film holliwood: Transporter Refueled dan Criminal Activities.
Transporter Refueled tidak terlalu menarik. Apalagi pemerannya bukan si botak lagi, Udah ganti. Tak seru, aktingnya pun payah.
Criminal Activities menarik juga, tapi tidak begitu berkesan buat saya.
Malamnya siap-siap untuk besok jadi fotografer pernikahan Kak Nuri. 
Semacam kebanggaan tersendiri juga sih. Ini karena Kak Uni, kakaknya K Nuri puas dengan hasil foto ane waktu dia nikah dulu. Padahal waktu itu ada 2 orang fotografer sukarela lainnya juga, Tapi doi suka cara ane nangkep momen. 
Sombong kah? Biar le!
Gini-gini ane kan anak kesayangan dosen fotografi waktu kuliah.
One thing I learnt about human interest photography is using my feeling while taking pictures. 
Hasilnya pasti akan beda. Bukan sekedar foto berteknik tapi foto yang hidup. 
Btw, jadi fotografer nikahan kayaknya oke juga nih. Hahahaha
Tinggal belajar teknik lagi, sama modal kamera.
forget it! Asbun saja ane.

Okay Report Holiday day 1 finushed!

01 May 2016

Kok BISA??

Bagaimana ceritanya, kebersamaan sebagai sahabat berubah menjadi perasaan sayang. Bahkan sekarang, kami adalah sepasang kekasih. Terkadang saya berusaha mengingat kembali apa yang membuat saya terlibat lebih jauh dengan Jekon. Hahaha...
Me with Jekon

Saya tidak menyesali, tetapi bersyukur. Hanya saja, saya ingin mencoba mengingat mengapa dan bagaimana ini semua terjadi. Si anak ceking yang sudah biasa saya lihat dan dengar suaranya selama 3 tahun di SMP karena sekelas, 3 tahun SMA karena segank, dan tahun-tahun kuliah serta kerja itu kini menjadi kekasih saya. Mengapa? Bagaimana? Kok bisa? Saya saja bingung, apalagi orang lain ya toh?!

Tidak pernah terlintas di pikiran saya bahwa suatu hari kelak kami akan memiliki hubungan lebih dari sekedar teman. Kehadirannya sudah menjadi hal yang biasa. Apalagi sejak SMA saya semakin akrab dengannya. Dia yang selalu mengantar jemput saya setiap kami akan bermain bersama teman-teman segank. Markas kami di rumah salah seorang teman saya, Gia. Gia dan saya adalah dua orang wanita dalam gank yang isinya bertujuh, dengan komposisi, 5 pria, 2 wanita. Karena jarak rumah yang berdekatan, saya biasanya dibonceng AJ atau Jekon. Lebih sering bareng Jekon tapinya.

Setiap jam sejarah, saya dan Rian sering bolos. Kami akan pergi ke kelas Jekon.Bermain bersama Gia, AJ, Icad, Ecun dan Jekon karena pada saat itu, bertepatan kelas mereka jadwalnya pelajaran Olahraga. Setiap istirahat nyari Jekon. Kalau lagi ngumpul segank, yang tugas beli gorengan, saya dan Jekon.

Setelah kuliah pun, kami masih sering teleponan. Kebetulan, Jekon kuliah di Kupang, saya di Surabaya. Sampai dia hijrah ke IPDN Jatinangor pun, kita masih kontakan. Masuk dunia kerja, tetep kontakan. Tiap ane pulang kampuang di Waingapu, Jekon juga pas pulang.

Sejak kuliah-kerja, pertemuannya jaraknya jauh. 2012 terakhir ketemu lalu ketemu lagi 2014. Waktu 2014 ituuuh... Si abang uda ga ceking lagi. Tetap menjulang tinggi. Trus kita uda ga pernah naik motor Honda Win andalan yang dulu biasa dia pakai buat antar jemput ane. Si Abang sudah bisa nyetir mobil. Disitu ane terhenyak dan sadar kalau dia sudah bukan anak SMA yang dulu. Dia sudah orang dewasa. Hahaha... Entah apalah hubungannya bisa nyetir sama dewasa.

Tahun 2015, do'i pulang pas lebaran. Disitu ane mulai merasa ada yang berbeda. 2016, kita jadian.
Detailnya tidak bisa diceritakan disini. Tapi yang pasti, hal yang ane syukuri adalah, meski prosesnya panjang, lu bayangin aja sendiri, temenan dari kelas 1 SMP, tapi endingnya kita akhirnya jadi pasangan.

Seru aja tiap kali ngobrol atau sekedar bercanda. Kalau pas dia lagi pulang Waingapu, lebih seru lagi. Secaraaaa uda jadi pacar. Adalah kisah-kisah ala orang pacaran yang tidak dialami selama masa pertemanan , terjadi sekarang. Serulah! Menyenangkan!

Hal yang lebih saya sukai lagi adalah, dia mampu menyesuaikan diri dengan Bapa dan keluarga. Semoga saya juga bisa seperti itu di lingkungannya.
Semoga langgeng terus.
Semoga bisa berproses sama-sama terus sampai jadi suami-istri, sampai kakek-nenek.



Written With Love


Vany Kadiwanu