Everything I See in This World. I see, i write, i draw, and i picture it

26 June 2015

memotong jarak

26.6.15 Posted by Vany Kadiwanu No comments
Pertemuan pertama, Dia terlihat menarik
Semakin banyak pertemuan, Dia semakin menarik
Perlahan-lahan batas itu menghilang
Dari sebuah toko kelontong mencapai teras rumahnya
Sakit masa lalu membuatnya canggung dan ragu
Memperhatikan dari jauh
Memberikan pertolongan kecil
Serpihan cintaku yang tertahan
Kau tahu bahwa hidup penuh dengan pilihan
Pilihlah, menghirup dan terbuai atau menyapu bersih serpihan itu

Treat People Well

26.6.15 Posted by Vany Kadiwanu 2 comments
Treat people with respect, treat them well without seeing what they do for living or which social level they come from~ VK

Hari ini saya menghadiri suatu acara perpisahan dimana ada pembacaan peringkat, prestasi yg dicapai oleh anak-anak.

Seperti biasa, ada penghargaan yang disiapkan oleh pihak penyelenggara yang diserahkan langsung kepada orangtua.

Satu per satu orang tua maju dengan rasa bangga. Tidak menyangka anaknya meraih prestasi.

Saya melihat tidak semua orangtua hadir. Ada pula yang diwakili mungkin oleh salah satu karyawan yang bekerja pada orangtua anak.

Perwakilan ini berbeda suku dengan orangtua anak itu. Saat nama anak tersebut disebut dan perwakilan harus maju, ada hal yang saya rasa tidak pantas dilakukan oleh beberapa orang pihak penyelenggara. Mereka tertawa melihat perwakilan itu maju.

I was like, I want to cry. Why you treat people like that? He is human too. Im typing this with holding my tears so it wont fall.

Saat bapak itu maju dengan memaksakan senyum, saya merasa sedih. Sumpah pengen nangis.saya membayangkan bagaimana jika orang itu adalah ayah saya, dan tidak diperlakukan dengan baik?

Tiba saat makan bersama, saya melihat bapak tadi tidak berbaur. Ia memilih keluar lewat pintu belakang. Didorong perasaan bersalah saya sebagai salah satu pihak penyelenggara, saya menyapa bapak itu dan mempersilakannya untuk turut makan bersama. Ia pun makan naun tetap tidak berbaur. Sedih. Please treat people with respect, because you are not the best people in the world! Bahasa kasarnya, emang situ oke?

23 June 2015

This is Not The End

23.6.15 Posted by Vany Kadiwanu No comments
Percikan itu!

Percikan itu menggerakkan kaki yang telah berlari jauh

memutar arah dan kembali ke tempat semula

Sempat Dia berpikir tuk pergi saja

Tetapi hatinya memang tak pernah benar-benar melupakan

Dia, mendekap rindu dalam diam

Memercik rasa lewat berbait puisi

Melihat mayanya membuat dia memerah

Berdialog dengan virtualnya membuat Dia merona merah jambu

Mungkin itulah mengapa dia tak pernah benar-benar pergi

Seorang sahabat dia bertanya,

“Tak lelah kau menyembunyikan rona?”

“Tak sedih kau kau menempuh jarak?”

Pertanyaan yang dia pun tak tahu jawabnya

Apakah rona itu?

Apakah jarak itu?

Selama dia masih berada di sampingnya,

Menjadi bayang-bayang pun suatu kemewahan

This is not the end.

21 June 2015

Still waiting, praying, confusing, hoping

21.6.15 Posted by Vany Kadiwanu No comments
Writing is my only escape from confusion, misery, never ending question, and everything. Today, I will write about the never ending question I have in mind.

What is love to you?

For me, now, Love is :

Waiting,

Praying,

Confusing,

Hoping.

Have you ever love someone until you can not stop thinking of him even you tried?

Every little details, every words, everything are walking in and out of you mind are all about Him.

Buatku cinta adalah penantian. Menunggu sesuatu yang tidak pasti. Berusaha menguji rasa dengan waktu. Apakah benar cinta atau obsesi belaka?

Buatku cinta adalah doa. Mendoakan dia dalam setiap waktu doaku. Bukan untuk memintanya pada Tuhan, tetapi meminta Tuhan menunjukkan, apakah dia atau bukan. Jika dia, kumohon petunjuknya. Jika bukan, kumohon rasa ini diambilNya.

Buatku cinta membingungkan. Semakin ingin dilupakan, ia semakin teringat. Semakin ingin kuhindari, ia semakin merongrong. Semakin aku putus asa, perlahan-lahan harapan itu muncul. Semakin aku percaya akan harapan itu, ia pun tampak seperti tak ada.

Buatku cinta itu harapan. Berharap ia kan datang suatu saat nanti. Berharap Tuhan menuntun jalanku padanya. Berharap suatu hari kan bersama.

Almost 3 years, I’m waiting, praying, confusing, and hoping that we, someday, will find our way to each other.

Love is wasting time

21.6.15 Posted by Vany Kadiwanu 1 comment
Kata Peekay (mabuk), cinta itu buang-buang waktu.

Melihatnya berbicara, memperhatikannya, menyukainya, semuanya hanya buang-buang waktu. Tetapi kita mencintai hanya sekali seumur hidup. Jadi, tidak apa-apa buang-buang waktu untuk itu. Rasanya saya mau buang-buang waktu untuk itu.

Itu kata Peekay loh. Sedih tapi jalan ceritanya. Wanita yang dicintai Peekay sudah punya seseorang yang ia cintai sejak lama. Peekay yang baru masuk ke dalam hidup si wanita dan mencintainya karena kebersamaan setiap hari harus patah hati. Ia memberikan jalan bagi kedua orang itu untuk bisa bersama. Sedih loh. Tapi saya belajar dari film ini. Bahwa ketika kita mencintai seseorang, tidak perlu terlalu terobsesi atau mengejar orang itu mati-matian. Apalagi sebagai perempuan. Biasa saja. Kita boleh senang, sedih, mengekspresikan perasaan kita, tetapi bukan di depannya. Jikalau dia memang punya perasaan sama kita, dia yang akan datang mendekat. Mengapa Vany kolot banget? Yah… kita kan harus melihat kesungguhannya. Karena pria pada dasarnya memiliki naluri memburu. Kalau kita datang dan menyodorkan diri begitu saja, pastilah kita tidak bisa menilai, apakah ia punya perasaan yang sama atau hanya mengambil kesempatan. Atau yang lebih menyedihkannya, bisa aja kamu dicuekin.

Benar-benar menyebalkan urusan cinta-cintaan ini. Buang-buang waktu, tidak jelas, dan menyebalkan.

18 June 2015

LDR = ILLUSION

18.6.15 Posted by Vany Kadiwanu 2 comments
LDR

Long Distance Relationship

How many of you are doing it now? I guess people now prefer this kind of relationship because of the communication technology offers hope for this.

Well, I’m one of person that are not believe this kind of relationship. I was in it but now I wont try it anymore. Why? Because I thought, LDR is illusional. I’m searching for life patner, not chatting patner. I really need to know him in real life. How he react to many situations, good and bad. You can not decide what kind of person you dating in just 2 weeks meeting each other on holiday. Of course in that short time he will show you just the good thing he got. Who will give bad things for short time you guys had? It will be waste of time. But if you meet everyday, doing things together everyday, facing problems together more, arguing each other in real face to face moment, you will know exactly what kind of person you dating.

Well may be for some couple it works, but not for all. It’s rare case. May be 1 of many could pass this kind of relationship and getting married.

Just one week ago, a man told me that he likes me. Trying to get my heart. But, I said no. Because I don’t believe in LDR and I will not going out of Sumba. He said it still far, but I think that far. Why do we have to try a relation that we know will never work? I never want to leave Sumba, never planned it, never ever want to go out from here anymore. Why? My calling is here. How can I leave many people just for one man? Please… I believe God is preparing someone for me. Someone who has the same vision, may be greater. I don’t know. But I know what I want. I want to live here, Sumba. And still, I don’t believe LDR.

16 June 2015

MALEFICENT

16.6.15 Posted by Vany Kadiwanu No comments
Stephan yang terlanjur mencintai Maleficent namun tidak ingin melepaskan ambisinya akhirnya memotong sayap Maleficent.

Ketika terbangun di pagi hari dan mendapati sayapmu hilang dan itu adalah perbuatan orang yang paling kau percaya bahkan cintai, bagaimana perasaanmu?

Maleficent yang malang. Stephan yang bodoh. Apakah cinta tak berarti disandingkan dengan tahta?

Melihat Stefan memotong sayap Maleficent membuat saya teringat kisah Samson dan Delilah tapi terbalik. Disini, pria yang menghianati wanita. Menghilangkan kebanggaan sang peri terkuat di Moor.
Penghianatan tersebut mengubah sang peri baik hati menjadi peri yang penuh dengan amarah.

Saya pikir ide untuk menggali cerita dari sisi peri jahat dalam kisah putri tidur adalah ide yang sangat cemerlang. Mengapa? Daripada mengulang cerita yang sama terus menerus, lebih baik menggali cerita tersebut dan menghasilkan ide seperti ini. Bagaimana si peri bisa tiba-tiba hadir dan memberikan hadiah yang tidak baik pada putri raja. Tentu ada alasannya, dan lahirlah film ini.

Bagian menarik dari film ini adalah keisengan Maleficent. Sosok yang digambarkan baik hati, berubah menjadi jahat, namun tidak sepenuhnya jahat. Ia juga punya sisi childish, iseng.

Di saat yang bersamaan, dar sisi Stefan, rasa bersalah dan ambisinya membuat ia menjadi tertutup dan paranoid. Ingin membalas Maleficent dengan kekuatan manusianya. Betapa ironi hubungan mereka saat masih kanak-kanak dan dewasa. Dulu mereka saling mencintai, kini mereka saling menyakiti.

Aurora tumbuh memjadi balita yang cantik dan aktif. Peri-peri yang ditugaskan untuk mengasuhnya sangat tidak bisa diandalkan. Mereka tidak tahu bagaimana memberi makan anak, tidak tahu bagaimana menjaga anak kecil. Lucunya, Maleficent yang seharusnya menjadi tokoh antagonis malah yang selalu menjaga Aurora.

Sebenarnya kemana arah cerita dari film ini? Saya jadi penasaran bagaimana seorang pangeran dengan cinta sejati melepaskan Aurora dari kutukannya. Seperti apa mereka akan mengemasnya dalam film ini? Apakah ada suatu improvisasi dalam jalan cerita di bagian itu? Penasaran juga? Buat yang belum menonton, tontonlah!! It's nice. I recommend this movie!

Btw, entah mengapa saya merasa bahwa si gagak pelayan Maleficent akan menjadi cinta sejati Aurora. Penasaran deeeeh

Bocoraaan.. film ini sangat menarik (ditulis di pertengahan cerita xxixixi)

oh my God!! This movie is amaizzzing!!!