Everything I See in This World. I see, i write, i draw, and i picture it

16 January 2015

Ruang Untukmu

16.1.15 Posted by Vany Kadiwanu 1 comment


Membatasi diri untuk sesuatu  yang kau sukai itu tidak mudah

Membatasi diri untuk sesuatu yang lama kau tunggu sungguh tidak mudah

Membatasi diri untuk kebersamaan yang kau nikmati terlebih pelik lagi

Kuatkan hatimu

Tabahkan dirimu kawan

Kau tahu bahwa sekat yang kau pasang menandakan kau memiliki nilai

Jika ia datang dengan sesuatu yang belum selesai

Berikanlah ia ruang dalam hening

Memutuskan kemana ia melangkah

Mendekat atau pergi darimu

Ruang Untukmu

16.1.15 Posted by Vany Kadiwanu No comments


Membatasi diri untuk sesuatu  yang kau sukai itu tidak mudah

Membatasi diri untuk sesuatu yang lama kau tunggu sungguh tidak mudah

Membatasi diri untuk kebersamaan yang kau nikmati terlebih pelik lagi

Kuatkan hatimu

Tabahkan dirimu kawan

Kau tahu bahwa sekat yang kau pasang menandakan kau memiliki nilai

Jika ia datang dengan sesuatu yang belum selesai

Berikanlah ia ruang dalam hening

Memutuskan kemana ia melangkah

Mendekat atau pergi darimu

12 January 2015

Kulit Ari Tuhan

12.1.15 Posted by Vany Kadiwanu No comments
Hasil renungan pribadi sembari mencuci pakaian.
TUHAN itu tidak terbatas dalam A B C sampai Z, ia bagai lambang tak terhingga. 
Tetapi manusia yang O'on menyempitkan keberadaanNya dalam A B C sampai Z utk dapat dipahami akal manusianya dan bagi sebagian orang hal itu berguna utk memupuk rasa paling mengerti tentangNya. 
Tuhan tdk hanya ada saat kau duduk dlm ruang ibadah, melakukan amal baik. Ia ada kapan pun, dimana pun, dlm kegiatan apa pun, dengan caraNya, dalam keteraturan maupun ketidakteraturan. Dalam dualisme hitam putih, dalam keadaan abstrak, dalam ruang ramai maupun ruang hampa. 
Jangan pernah merasa paling tahu, paling benar, paling mengerti saat kenyataannya yang kita tahu hanya ribuan sel pembentuk jaringan secuil kulit ari tentang Tuhan.

08 January 2015

Mundur

8.1.15 Posted by Vany Kadiwanu No comments
Saat kau mengerjar dua kelinci pada saat yang bersamaan, pasti dua-duanya akan lepas dari tanganmu. 

Menentukan pilihan memang bukan perkara mudah. Tetapi, pilihan harus ditetapkan agar tidak menyusahkan pihak kedua. 

Bagaimana perasaan kalian saat berada dalam posisi yang tidak pasti? Bingung? Cemas? Khawatir? Gelisah? Sudah pasti demikian.

Yang harus dilakukan adalah menjernihkan kepala, berpikir mendalam dan meminta petunjuk dari yang maha kuasa. Pada saat yang membingungkan, itulah yang saya lakukan. 

Sebagai wanita, perasaan memang mendominasi sudut pandang atau buah pikiran saya. Tetapi dengan pertolongan Tuhan, logika menyusup masuk.

Ketika logika mengambil alih ruang dalam otakku, secara otomatis berbagai pertimbangan baik dan buruk menjadi jelas. Pantas atau tidak menjadi kelihatan.

Kini, saya sudah mendapatkan keputusan yang pasti bahwa dalam kondisi yang membingungkan ada baiknya mengambil langkah mundur dan memberi ruang.

Mundur tidak selalu berarti kalah. Mundur tidak berarti kita menyerah. Mundur juga adalah cara untuk melihat apakah hal itu patut diperjuangkan atau tidak. Mundur juga salah satu cara untuk melihat kesungguhan dan arah selanjutnya.

If it meant to be then it will coming back to me. Now, I just need to step back.


05 January 2015

membungkus rasa

5.1.15 Posted by Vany Kadiwanu No comments
Membungkus rasa ke dalam kotak

Kotak hitam itu kubebaskan ke laut

Laut mengapungkan pembungkus rasa

Rasa rasanya aku tak rela

Relakan rasa ini pergi

Pergi bersama ombak dan riak


02 January 2015

Mine

2.1.15 Posted by Vany Kadiwanu No comments
Saat ini saya benar-benar sedang menikmati saat mempelajari diri saya sendiri, menggali perasaan, pemikiran dan makna bahagia. Belajar merangkai kata dengan anggun. Berharap suatu saat tulisan-tulisan ini akan dibukukan, karena salah satu list dalam my so fun bucket list adalah menerbitkan sebuah buku.
Tulisan-tulisan saya adalah ekspresi saya, tempat saya bisa bebas berujar tanpa takut membentur orang lain.
Setiap manusia pasti butuh sebuah ruang dimana ia dapat menjadi dirinya sendiri. Bagi saya, tulisan adalah tempat itu. Tempat saya menjadi saya. Tempat kamu tidak dapat mengganggu saya. Di manakah tempatmu kawan?

Hiymne Pengagum

2.1.15 Posted by Vany Kadiwanu No comments

Memotret momen dengan mata
Memanggil rangkaian sejarah bersama
Bahagia karena momen dan sejarah itu
Bentuk rasa yang kusebut Cinta
-Vany Kadiwanu

Ada masanya kamu merasakan bahagia hanya dengan mendengarkannya bercerita, memperhatikan mimiknya, semangatnya. Ada masanya kamu merasakan bahagia saat melihat mimpinya. Ada masanya kamu turut bahagia melihatnya tertawa lepas dan bercanda. Segala hal biasa itu menjadi momen yang tidak biasa bagi seorang pengagum. For a while, I remember a song:

I love you but it’s not so easy to make you here with me
I wanna touch and hold you forever
But you’re still in my dream
And I can’t stand to wait till nite is coming to my life
But I still have a time to break a silience

When you love someone
Just be brave to say that you want him to be with you
When you hold your love,
Don’t ever let it go or you will lose your chance to make your dreams come true

And I never thought that Im so strong
I stuck on you and wait so long
But when love comes it can’t be wrong
Don’t ever give up just try and try to get what you want
Cause love will find the way

Saya percaya bahwa cinta akan menemukan jalannya sendiri.

Dipersembahkan untuk para Hawa

Bahagia Itu Sederhana

2.1.15 Posted by Vany Kadiwanu No comments
Bahagia itu sederhana
Bisa berbicara dengan luwes
Bisa becanda dengan santai
Bisa bertukar ide dengan semangat
Bisa mendapat sedikit perhatian orang yang disukai

Bahagia itu saat aku dapat memandangmu berbicara
Bahagia itu saat aku dapat bercanda denganmu
Bahagia itu sat kita berdua bertukar pendapat
Bahagia itu saat kamu berlaku baik kepadaku
Bahagia itu kamu

Senangnya dalam hati
Kamu mungkin tidak tahu dan tidak akan pernah tahu
Mencintai dalam jarak sudah cukup bagiku
Mencintai dalam batas sudah membuatku bahagia
Bahagia itu kamu

Untuk perhatian kecilmu

Happy New Year 2015

2.1.15 Posted by Vany Kadiwanu No comments
Selamat Tahun Baru 2015!
Tidak terasa waktu berlalu. Setahun sudah saya tinggal di Sumba setelah lama merantau. Banyak kenangan, banyak hal indah dan juga sebaliknya. Semua saya syukuri sebagai bentuk perhatian Tuhan pada anakNya. Proses yang Ia berikan itu selalu membuat saya berdecak kagum.
Bagaimana bisa seorang Vany yang perfeksionis diubahNya menjadi lebih santai. Bagaimana bisa seorang Vany yang suka bekerja secara individu diajarkannya bekerja bareng banyak orang. Bagaimana bisa seorang Vany yang tidak sabaran, diprosesnya menjadi seseorang yang mampu menunggu. Bagaimana mungkin seorang Vany yang terlalu logis diubahnya menjadi seorang yang mulai mempercayai bahwa mimpi dapat terwujud?
Kita memang tidak akan pernah mengerti rencana Tuhan. Kita tidak mengerti waktuNya. Kita tidak tahu bagaimana Ia mampu memutarbalikkan kehidupan dan karakter manusia sebegitunya.
Harapan saya di tahun yang baru ini adalah bisa lebih menikmati setiap proses yang diberikan. Lebih dekat lagi dengan Tuhan dan mampu bersabar lebih lagi. Tidak gegabah dalam mengambil kesimpulan dan bertindak yang benar. Saya berharap konsistensi saya juga terjaga dalam setiap pelayanan yang saya lakukan.
Terlepas dari harapan saya di tahun baru, hari ini saya merasa sangat bersalah. Seharusnya saya tidak begitu. Harus bisa menjaga perasaan orang lain lagi. Tidak boleh seenaknya. Lebih peka lagi memposisikan diri. Melihat dari kacamata korban, bukan pelaku.Xixixi…