Skip to main content

Me, As Journalist! Single and vary happy^^


Mengetahui banyak mengenai operasi terselubung sindikat jual diri para mahasiswa, menguak keunikan bangunan-bangunan di kota tua Surabaya, serta bersenang-senang dalam berbagai event telah menjadi bagian hidup yang sangat kusyukuri sebagai seorang jurnalis muda. Banyak hal yang tidak diketahui dan disadari orang banya telah kuungkap bersama beberapa teman-teman di Jurusan Ilmu Komunikasi Univeristas Kristen Petra.

Panas terik, uang habis buat naik angkutan, gembira ria berpesta, mengantuk karena bosan, malu melihat mahasiswi yang menjual diri demi hidup, hari-hariku sebagai seorang jurnalis muda sungguh berwarna!

Awalnya, saya ingin menjadi seseorang yang berada di belakang layar sebuah produksi televisi. Selama 3 tahun berkuliah di Universitas Kristen Petra, Jurusan Ilmu Komunikasi, hatiku sudah mantap akan memilih penjurusan Broadcasting TV. Namun, entah mengapa 5 menit sebelum menghitamkan pilihan konsentrasi saya tergoda temanku untuk memilih jurusan Print and On-line Journalism.

Salah satu pertimbangan singkatku adalah masalah teknis bisa kupelajari sendiri, tetapi pemikiran seorang jurnalis tidak. Cara kerja dan pemikiran seorang jurnalis hanya bisa kuperoleh lewat berbagai tugas dan latihan yang akan diberikan pada saat kuliah nanti.

Setelah memasuki dunia jurnalistik, saya baru sadar ternyata menulis tidak semudah yang dibayangkan. Terutama menulis sebagai seorang jurnalis. Bisa saja saya menulis asal-asalan, yang penting jadi berita, tetapi ketika tulisan itu tidak sempurna dan matang dalam hal kelengkapan data dan unsur kemenarikannya kurang, hatiku merasa sangat gagal.

Dalam mata kuliah teknik penulisan berita investigasi, saya pernah merasa menjadi mahasiswa paling bodoh sedunia. Ketika anak-anak di fakultas lain tahu dengan jelas tugasnya apa dan tinggal mencari data lewat internet atau mempelajari rumus yang telah ada, saya duduk dengan otak yang berpikir keras dan bingung bagaimana caranya memperoleh informasi mengenai sindikat mahasiswi yang menjual diri sebagai sampingan.

Tidak hanya pusing bagaimana caranya memperoleh data (hal ini cukup sensitif dan posisiku sebagai wanita mempersulit pencarian data) uang sebesar Rp.300ribu rupiah pun harus melayang untuk membooking seorang mahasiswi Bispak (mahasiswi bisa pakai) hanya untuk mewawancarainya.

Tidak hanya itu, masih banyak pengalaman seru lainnya, seperti pengalaman seru saat hunting data di bangunan-bangunan tua peninggalan Belanda. Melihat bangunan megah peninggalan penjajah yang begitu indah dan menyimpan keunikan, contohnya GPIB Immanuel yang di dalam gerejanya ada nisan dari seorang Belanda yang membangun gereja tersebut, kemudian saya juga berkesempatan melihat Adjie idol dari dekat, mewawancarai Dukut Imam Widodo (Penulis Soerabaia Tempoe Doloe), dan masih banyak pengalaman menarik yang saya alami. Selain dunia jurnalistik saya juga tertarik dengan fotografi. Dengan berbagai pengalaman untuk berkunjung kesana-kemari dalam mencari berita saya juga dapat mengembangkan hobi saya di bidang fotografi, terutama fotografi jurnalistik. Banyak sudah foto-foto berbau human interest yang kukumpulkan selama 1 tahun di jurusan ini.

Menjadi seorang jurnalis memang menyenangkan, asalnya itu memang sesuatu yang kita sukai. Apabila pembaca sekalian adalah penggemar travelling, maka menjadi seorang jurnalis mungkin merupakan profesi yang cocok untuk anda.

Comments

Popular posts from this blog

Cara mudah dan murah ke Jogja dari Surabaya

Pengen liburan tapi harga tiket pesawat dan Kereta Api mahal? Nih, gw ada cara murah berangkat dari Surabaya ke Jogja bagi lo yang duitnya cekak dan belum pernah ke Jogja sama sekali.

22 Desember 2009 gw jalan kaki dari kos menuju jalan besar Ahmad Yani untuk naik bus ke terminal Bungurasih, Surabaya. Sampe di A.Yani, pilih bus apa aja pasti nyampenye kesono. Waktu itu kebetulan gw naik bus yang di depannya ada tulisan BUNGUR. Dengan uang 3000 (seharusnya 2500 rupiah saja, tapi waktu itu kagak ada kembaliannya), gw naik bus itu ke Bungurasih. Kalo kagak tau bungur itu dimana, tanya aja ma keneknya, dia pasti bilang kok kalo udah nyampe.

Ini perjalanan gw yang pertama ke Jogja sendirian dari Surabaya. Pertama kali pula naik bus ke luar kota sendirian di tanah Jawa ini. Untunglah si bapak kenek baik,

“Misi permisi pak, mau numpang mandi. Eh, salah, numpang tanya. Kalau mau ke Jogja saya harus kemana?” tanya gw.

“Loh, kalo mau ke Jogja ya ke Jogja. Kok masih tanya lagi?” Ih, si bapak ni past…

TOP 10 INDONESIAN SEXIEST AND MACHO CELEBRITIES

This is my opinion, but i think we have the same in our mind. Here they are:

1. Donny Alamsyah

Aktor ini mulai berkibar sejak perannya dalam Trilogi Merah Putih sebagai Tomas membius penonton. Karakter yang kuat dari orang Menado Kristiani yang diperankannya oke punya. Dan kabarnya dia observasi ke perkumpulan-perkumpulan orang Menado dan mempraktekkan bahasa Menado demi mendalami perannya ini.
Dari gaya berpakaiannya, dia cowok yang simpel menurut gw. Cuma kaos sama jeans atau celana pendek aja udah bikin dia bersinar. Orang ganteng emang ga perlu banyak berdandan. Dan itu bikin dia semakin keren. Simple is Cool right?

2. Arie Wibowo
Akting memukaunya telah membius banyak orang sejak tahun 90an. Kala itu ia berperan sebagai Jacky dalam Deru dan Debu. Gw salah satu penggemar sinetron itu waktu masih kecil. Gayanya yang cowok abis dan caranya memilih pasangan hidup bikin orang berdecak kagum. Cowok yang bener-bener idaman semua wanita. Fans arie wibowo sendiri tidak hanya dari kalangan awam…

The Duchess

Adooooooh ni film bener-bener bikin makan hati. Bukan karena jelek! Justru karena bagus sekali. Ceritanya bener-bener mempermainkan perasaan saya sebagai seorang perempuan. Thanks God saya hidup di masa kini, thanks buat R.A Kartini yang udah bikin perempuan Indonesia lepas dari belenggu-belenggu ga penting.
Film ini, based on true story. Menceritakan kisah hidup Georgina, The Duchess from Devonshire. Jujur, saya kagum dengan ketabahan hatinya. Kalau saya jadi dia, wah mungkin saya sudah bunuh diri atau membunuh orang lain yang pastinya orang itu adalah suaminya, The Duke of Devonshire. Jahat banget tuh orang, asli! Laki-laki kayak begitu mending buang di Got saja.
Georgina, adalah seorang gadis muda yang enerjik. Orangnya supel banget. Cinta pertamanya si Charles Greg. Mereka saling mencintai tapi yang cewe masih belum nyadar betul akan perasaannya. Pas si Charles Greg mo nyaci (nyatain cinta), Georgina dipanggil mamanya. Ternyata dia dilamar The Duke of Devonshire. Cewek muda ini senan…