Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Feature

Takut Tua

Bobo dari saya masih TK sampai sekarang sudah 25 tahun masih aja kecil. Begitu juga Nobita, Doraemon dan kawan-kawannya. Saya sudah seperempat abad, mereka masih SD. Belum lagi Peter pan. Mengapa tiba-tiba saya membicarakan mereka? Sebenarnya saya iri pada Bobo, Nobita dan Peterpan. Mereka selalu menjadi anak-anak, tidak pernah dewasa. Menjadi anak-anak itu enak, kita bisa bermain sepuasnya. Hal paling susah hanyalah belajar dan ulangan. Selain dari itu, dunia begitu enak dan indah untuk dihuni. Beranjak dewasa, kita tidak bisa merengek lagi seperti Nobita yang selalu merengek pada Doraemon untuk meminta sesuatu. Semuanya harus diusahakan sendiri. Kita juga harus memikirkan banyak hal menyangkut kehidupan kita, masa depan, dan membuat berbagai keputusan. Jujur saja, saya sempat merasa takut menjadi dewasa. Tetapi kita semua tentu tahu bahwa menjadi dewasa tidak seburuk pemikiran Vany kecil. Menjadi dewasa memiliki keasyikannya sendiri. Masa di mana kita lebih dipercaya, diharga...

Keanehan dan Ke-lebay-an saat menonton pertandingan U-19 lawan Korsel

Sewaktu kecil dulu, saya sering dimarahi mama kalau tertawa terlalu berlebihan. Katanya, "Vany, jang terlalu ketawa lebih-lebih. Sebentar menangis!" Ya, katanya kalau kita tertawa berlebihan, maka sebentar lagi kita akan menangis. Semakin saya dewasa saya paham maksud sebenarnya, bahwa tawa dan tangis tidak dapat dipisahkan. Lalu apa hubungannya hal tersebut dengan postingan kali ini? Well, saya yakin tadinya ada hubungannya. Tapi karena saya punya penyakit amnesia kaget2an, maka tiba2 saya sudah lupa apa yang mau saya hubungkan dengan hal tersebut (hehehe... Serius gw lupa). Kali ini saya mau bercerita tentang orang-orang aneh yang muncul di dunia maya maupun nyata selama saya menonton pertandingan U-19 semalam. Dimulai dengan orang di dunia maya. Saya mmg bukan penggemar sepakbola, tetapi jika Indonesia berlaga, saya pasti mendukung, kalah atau pun menang. Bentuk dukungan saya berupa menonton pertandingan hingga selesai dan mendukung lewat dunia maya. Paling tidak sete...

Fiction Story of my students : My Father was a monster

The magician is the step-father of the girl, and he is the founder of diamond s . The girl is beautiful and sensitive, but she is imprisoned in the castle.  The magician always maimed her, because she knew his secret that the magician he will become a monster in the night. It happened in a night, the girl always find something that interesting in the castle. The haze will get in the castle in the night,and it will has cause some strange noise around it.  It was terror, but the girl walked in boldly, and she looked some light in the room. She saw it,it was her step-father received a monster into the body, and he became a terror horrible thing. The pelt was black and sharp, and his body was naked. He revelled in the change.  He looked at the girl's place, she ran away, but he is faster, he caught her, and told her that she can't told anyone. The girl knew her step-father become a monster,the heart wasn't kind, she thought,she have to found someone t...

Bapa, pahlawan hidupku.

Teringat jaman kuliah dulu. Tanpa alasan, saya bisa menangis hanya mendengar suaranya. Setiap langkah yang kuambil dalam hidupku, semuanya pasti atas dasar ingin membanggakannya. Dia adalah orang yang tidak pernah sekali pun mengeluh tentang pendidikanku. Dia orang yang selalu khawatir apakah aku masih memiliki persediaan uang atau tidak. Dia adalah orang yang selalu mendukung kegiatan yang kuikuti. Dia orang yang selalu mendorongku untuk maju. Dia adalah orang yang rela mengorbankan segalanya demi masa depanku. Dia pahlawanku Dia anugerah dari Tuhan untukku Dia adalah Bapa.

Anna Karenina - perselingkuhan tiada akhir

You can't ask "why"  about love. Ya, kita memang tidak dapat bertanya seperti itu mengenai perasaan. Tapi saya yakin kita bisa mengendalikan buah dari perasaan kita. Maksud saya, perbuatan kita. Anna Karenina adalah seorang wanita terhormat yang cantik. Diperankan oleh Keira Knightley. Ia telah bersuami (diperankan Jude Law)dan memiliki seorang anak laki-laki yang sangat dikasihinya. Dalam kisah di film ini, Anna bertemu dengan seorang pria tampan dan mereka jatuh cinta. Suami Anna mencium gelagatnya dan memperingatkannya dengan rendah hati. Tapi Anna, mengabaikannya dan bertindak seperti wanita sinting (menurut saya). Anna pun hamil. Setelah melahirkan, ia sekarat. Hampir mati. Dia pun memohon pengampunan dari suaminya. Padahal dia telah lari dari rumah dan tinggal dengan selingkuhannya. Lagi-lagi, suaminya memaafkannya, bahkan memaafkan selingkuhannya. Apakah semua kemudian berakhir? Tidak. Anna tidak meninggal dan dia kembali menghianati suaminya dan lari lagi de...

Most Wanted Girl/Woman

Tulisan ini khusus bagi para wanita single atau pun yang sedang menjalani suatu hubungan saat ini. Saya rasa, sering sekali di antara kita berusaha untuk mengetahui dunia atau hal-hal yang disukai oleh pasangan, atau orang yang kita sukai. Bahkan banyak dari kita kemudian berpura-pura atau berusaha menjadi seperti sosok yang diinginkan si Dia. Sosok sempurna atau paling tidak, dekat dengan apa yang disukainya. Contohnya, ketika kita dekat dengan seseorang yang memiliki jiwa sosial yang tinggi, kita berusaha menunjukkan padanya bahwa kita pun demikian. Mungkin memang kita memiliki jiwa sosial tinggi itu, tetapi ketika bersamanya, kita berusaha menampilkan sesuatu yang mirip dengannya. Padahal kita punya cara kita sendiri. Contoh lain, ketika kamu melihat bahwa musik merupakan hal yang mendekatkan kalian, karena percakapan atau interaksi menjadi sangat mengalir ketika membahas musik atau bertukar mp3 dan video musik, kita pun semakin gencar melakukannya dan melupakan bagaimana cara ki...

Taman Baca Namu Angu 1

Berawal dari niatan masing-masing, dituntun oleh tangan tak terlihat, kemudian bertemu dengan orang-orang baru yang semuanya dikenal lewat dunia maya. Hanya satu hal yg mempersatukan kami. Keinginan untuk melakukan sesuatu bagi Sumba, tanah kelahiran kami. TAMAN BACA NAMU ANGU 1 BUKA : Senin-Sabtu PUKUL: 16.00-20.00 wita LOKASI: Belakang GKS Umamapu,depan pastorinya Taman baca yg baru berdiri ini,selain sedang berusaha mengajak lebih banyak orang terlibat sebagai sukarelawan,juga sedang berusaha melengkapi buku-bukunya. Masih banyak ruang kosong di lemari buku,tetapi kami percaya bahwa Tuhan akan mengisinya melalui kepedulian anak-anaknya :)

JAKARTA's night

Jakarta mungkin tidak punya pemandangan alam yang apik untuk dijadikan penghilang penat. Jakarta adalah kota dimana kita bisa melihat arti kerja keras dan kesungguhan. Pemandangan Jakarta yang ramai di malam hari menjadi bukti bahwa kota ini begitu hidup. Kerlap-kerlip lampu dari banyak bangunan sebenarnya cukup menarik dan indah dipandang. Dimana pun kita berada, di kota, di desa, di mana saja, kiya harus selalu bersyukur dan memandang segalanya dari sisi positifnya :) Jakarta, 4 Januari 2013

Masa itu

Tidak mudah melupakan yang telah lewat Susah Senang Bahagia Sedih Semuanya merangkai suatu bunga memori dalam hati Setiap tempat Setiap harum Setiap suasana Selalu ingatku pada masa itu Langkah Tawa Sendiri Bersama Selalu ingatku pada masa itu Mencoba menoleh ke arah baru Mencoba merangkai kenangan baru Selalu kembali kulihat kesana Selalu kembali teringat masa itu Mereka bilang, meleburlah dengan waktu Mereka bilang, tanam dan rawatlah bunga baru Aku bilang, Biar sejenak kudisini Menunggu Menunggu hingga ia pergi sendiri Surabaya, 30 Juli 2012

Kalau Buku Bisa Ngomong

Oleh: Agriani Stevany Kadiwanu “Hey teman! Hampir 2 tahun sejak kita datang dari Pabrik, tapi belum pernah berjalan-jalan di pulau ini. Lihat, tubuhku penuh dengan debu dan.... ewh! Seekor laba-laba merambat di tubuhku!” “Kau ini mengeluh terus, sudahlah, pasrah saja. Kau lihat saja keadaan kita sekarang. Bagaimana mungkin kita bisa jalan-jalan, kalau kita terjebak di ruangan terkunci ini dan bertumpukan dengan teman-teman lainnya. Bernafas pun sulit!” Ini hayalanku akan obrolan buku-buku di perpustakaan SD GMIST Sion Enggohe kala belum diaktifkan. Setumpuk buku-buku bagus yang tercampur aduk, tidak ada klasifikasi, masih terlihat baru tak tersentuh, terkunci dalam suatu ruangan yang begitu luas. Lantai ruangan merindukan dijejaki kaki mungil murid SD ini. Buku-buku haus akan sentuhan dan tatapan ingin tahu anak-anak. dan pintunya, ia terus menunggu seseorang membukanya. Bukan untuk menyimpan barang di dalam perut ruangan, tetapi untuk bertemu dengan teman-teman bukunya. Aku mendenga...

Pertama

Kata orang segala sesuatu yang pertama akan berkesan Pacar pertama Bayi pertama Hari pertama di tempat kerja Dan masih banyak hal pertama lainnya Selain berkesan, pertama identik dengan juara, terhebat, paling, terbaik, penting Posisi pertama, adalah posisi yang membanggakan Posisi yang penting bagi kebanyakan orang, tak ingin direbut Karena menjadi yang pertama begitu penting, maka setiap orang sejak kecil hingga dewasa berusaha untuk menjadi yang pertama Juara pertama di kelas Juara pertama dalam perlombaan Penemu pertama akan suatu benda atau jasa Orang pertama yang menginjakkan kaki di bulan Muncul pula yang namanya Hak Cipta untuk mematenkan siapa yang pertama membuat sesuatu Namun, kita tidak boleh melupakan bahwa setelah yang pertama, masih ada selanjutnya Kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya Bagaimana membuat yang pertama ini dapat dilanjutkan hingga seterusnya, itu yang penting Apalagi jika hal itu berguna atau bermanfaat bagi semua orang Jangan sampai hanya berhenti di p...

Di Tepian Sumur Kita Bercerita

Oleh : Agriani Stevany Kadiwanu Berlindung di bawah pohon pala di samping sumur, aku nimbrung dengan seorang Ibu yang sedang mencuci pakaian. Cucian kotor menumpuk. Satu-satunya cara supaya aku kuat menghadapi tantangan mencuci baju kotor menumpuk menyebalkan dan membuat lelah jiwa ragaku itu ialah dengan cara bercerita dengan si ibu. Ada suatu kedekatan yang terjalin di antara sesama pencuci baju. Proximity. Kedekatan emosi. Kami mulai bercerita kesana-kemari. Bukan berarti kami bercerita sambil kesana dan kemari. Pahamilah bahwa itu ungkapan. Jangan coba-coba bilang, “apa sih?” karena aku sedang ingin bercerita dengan cara yang menyebalkan. Si Ibu, yang bernama Ate (bukan nama sebenarnya) bercerita tentang anaknya dan bagaimana ia akan berusaha semampu mungkin agar anaknya bisa sekolah sampai tingkat tertinggi, atau minimal menyelesaikan wajib belajar 12 tahun. Aku akui, anaknya memang pintar. Anaknya terkenal pandai dan haus pengetahuan di kampung ini. Selain anak sulung yang k...

23 Tahun yang Hening

No surprise party, no bithday cake, no family, no best friend, just me, myself, and i. Usiaku beranjak dari posisi 22 ke angka yang lebih besar 1 tingkat, 23. Hanya doa syukur yang kupanjatkan kepada Allah, menjadi bukti bahwa hari ini aku berulang tahun. Tidak ada orang di rumah yang temaram ini. Hanya aku sendiri. Hanya bunyi langkah kaki terdengar di telingaku malam ini. Mondar – mandir mencari sinyal di dalam rumah, berharap menerima SMS selamat ulang tahun dari para kerabat dan teman. Setidaknya, SMS itu menandakan aku tidak benar-benar sendirian di rumah ini. Telepon dari orang terdekat masuk, leganya hatiku. Di jaman yang serba canggih ini, segala ucapan pasti masuknya lewat dunia maya. Facebook, apalagi kalau bukan situs itu? Oh, masih ada twitter! Tapi sayang, tak dapat kulihat disini. 23 tahun yang hening, takkan kulupakan. Enggohe,18 September 2011.

Biar Jo Kita yang Ganti

Hari jumat yang mendung, sejuk, sempat rintik, saya dan 4 orang murid kelas 5, kelas waliku, sedang bersantai di pondok baca. Kami belum pulang. Sudah tidak ada orang di sekolah, hanya tinggal kami berlima yang bercanda sambil melihat foto-foto dan berbagai video yang kami buat bersama. Potongan memori yang kami buat selama 3 bulan bersama. Ketika sedang bersantai itu, Sarif, salah satu muridku berkata, “Ibu, ayo kita les! Kita suka mo pintar. Kalo itu anak kelas 4 tidak datang, biar kita yang ganti. Kita suka,” serunya dengan mata hampir keluar dari penampangnya alias melotot saking seriusnya. Senang sekali mendengar semangat belajar muncul dari dirinya. Baiklah, saya juga tidak boleh kalah dari Sarif. Saya juga harus lebih semangat lagi berbagi ilmu.

“Ibu nyanda usa balek lagi, disini saja. Kita mo tanggung de pe doi”

Di suatu siang yang mendung, saya sedang duduk-duduk di atas bale-bale yang terdapat di samping rumah ibu guru kelas 1. Seperti biasa, anak-anak suka bermain di pantai. Kebetulan, rumah sang ibu guru pas di depan pantai. Begitu melihatku ada disitu, mereka beramai-ramai datang. Kami mulai bercerita kesana-kemari, karena memang pada dasarnya anak-anak muridku ini cerewet-cerewet. Sampai tiba-tiba seorang anak mengangkat topik demikian, “Ibu nyanda usa bale lai. Tinggal disini saja terus-terus sampe nanti” maksudnya, saya disuruh tinggal disini, di Enggohe selamanya. Saya balas begini, “bagaimana ibu mau tinggal disini? Sapa mau tanggung ibu pung hidup disini?” anak tadi kemudian dengan senyum nakalnya berkata, “biar kita yang mau tanggung de pe doi ibu” temannya yang lain juga mengiyakan. Lalu ia melanjutkan, “ibu jemput semua ibu pung keluarga di NTT sana, bawa ke sini,” katanya. Hahaha... lucu sekali anak-anak ini. Jadi agak besar kepala jadinya, disayang begini. Saya lalu membalas la...

"Kita So Nyanda Mo Tabodo Lai"

Pada suatu sore, sepulang pelajaran tambahan di sekolah, salah satu anak kelas 5, murid waliku, Riafni berkata, “Ibu, kita so nyanda mo tabodo lai. Hari-hari belajar terus dengan ibu” katanya sambil berlari-lari kecil di sampingku, berusaha menyejajarkan langkahnya. Harapanku sama dengan perkataannya. Les setiap hari ini aku harap dapat mencerdaskan mereka sedikit demi sedikit.

“Yang bohong, BISUL!”

Pada suatu siang, hari-hari biasa di sekolah, pelajaran sedang berlangsung di kelas 5 SD GMIST Sion Enggohe. Sementara pelajaran berlangsung, seorang murid bernama Sarif Israel berkata, “Ibu, saya pung pantat kena bisul. Gara-gara ibu ada bilang.” Spontan aku tersenyum. Kuingat kembali kata-kata yang biasanya kugunakan untuk mengancam anak-anak yang suka berbohong, “Betul atau bohong? Kalau bohong, bisul!” Kebetulan yang lucu. Entah mereka percaya atau tidak, yang pasti, kalau bohong lagi, BISUL!

"Ibu Malas!"

Noverli yang baju kotak-kotak merah Suatu siang, aku mengajar kelas IV karena tidak ada guru di kelas mereka. Kami belajar matematika, tentang pembagian bersusun. Entah sudah berapa kali menjelaskan materi ini, namun mereka tak kunjung mengerti. Raut kebingungan masih tergambar jelas di muka Vega, Lia, Pipin. Sikap acuh masih ditunjukkan oleh Saidin, Meldy, Jun, dan Stavol. Teriakan lantang bahwa basih belum mengerti masih diserukan Noverli. Hanya satu orang yang terlihat sudah tercerahkan, Aprisye. Karena kelelahan menerangkan materi yang sama berulang-ulang hari itu, tanpa sadar aku menguap. Noverli, dengan sigap berkata, “Ibu tadi menguap to?” pada awalnya aku tak sadar bahwa aku menguap. Tapi tidak mungkin Noverli berbohong. Aku pun menjawab, “Ia. Memangnya kenapa kalau ibu menguap?” Dengan santainya, dengan senyum polosnya, Noverli berkata, “Berarti ibu malas no!” Hahahahaha... iya Noverli, ibu akan lebih sabar mengajar kalian walaupun tak kunjung mengerti.

“Karet Pengusir Kuntilanak”

Minggu ke dua September, suasana mencekam meliputi seluruh desa Bukide. Pasalnya ada seorang ibu hamil yang meninggal dengan bayi masih di dalam perut. Ada cerita bahwa hantu si ibu sedang mencari bayinya. Kepercayaan masyarakat Bukide, apabila seorang ibu hamil meninggal beserta bayi di kandungannya maka ia akan menjadi kuntilanak yang berkeliaran setiap malam selama 3 hari untuk mencari anaknya. Tidak ada anak kecil akan berani berjalan sendirian ketika hari mulai gelap, anak-anak balita sudah di dalam rumah bila gelap dan dipakaikan peniti yang ada bawangnya di baju mereka. Hal tersebut untuk mengusir setan ceritanya. Orang tua juga tidak sedikit yang mempercayai hal ini. Lucunya, ada seorang murid yang berkata kepadaku, “Ibu jaga bajalan kalau malam? Jangan bajalan ibu, itu setan ada mo bajalan. Kalau anak-anak kena racunnya nanti mau mati.” Kujawab dengan polos, “Ibu kan bukan anak-anak. Jadi tidak apa-apa to?” Lama Riafni terdiam, lalu menjawab, “Ia ibu, tapi jangan bajalan malam...

Sangihe My new world for 1 year