
Mengapa saya ingin menulis? Karena saya suka menulis makanya saya menulis. Hahaha…. Terkadang saya berpikir bahwa kata-kata atau celetukan-celetukan saya itu cukup enak di dengar dan keren kalau ditulis, apalagi diketahui orang banyak. Karena itulah saya menulis. Apakah saya seorang penulis? Mungkin ya, mungkin juga tidak. Saya lebih suka menyebut diri saya pelawak. Karena dalam tulisan saya, yang ditekankan adalah sisi humorisnya. Makanya saya lebih tepat disebut pelawak daripada penulis. Ada kesenangan tersendiri ketika menulis sesuatu yang saya anggap lucu dan berhasil membuat pembacanya tertawa. Menulis itu penting untuk mengungkapkan apa yang tidak bisa atau tidak biasa diungkapkan. Dengan begitu hati kita tidak terasa empet karena tidak dapat mengungkapkan sesuatu yang tertahan. Tidak ada manfaat apa-apa yang saya harapkan dari menulis. Saya hanya berharap orang yang membaca bisa bahagia atau tertawa atau bahkan menangis ketika saya menuliskan sesuatu yang rada menyentuh. That’s it! Yang saya dapatkan dari menulis selama ini adalah pengalaman tak terlupakan seperti ketika saya menulis mengenai mahasiswa yang menjual diri. Waktu itu saya betul-betul harus mencari data seputar transaksi mereka, harga mereka dan bagaimana caranya menghubungi mereka. Bahkan saya dan teman-teman se-tim saya harus merogoh kocek sebesar 300 ribu demi mewawancarai si mahasiswa bispak (bisa pakai). Terlepas dari semuanya, ada sesuatu yang ingin saya tulis dan belum terwujud. Novel ala Hilman, pengarang lupus. Sampai sekarang saya belum mendapatkan ide untuk menulis sebuah novel humor. Itu adalah keinginan saya sejak dulu.
Comments
Post a Comment