31 May 2016

Cinderella masa kini

Posted by Vany Kadiwanu
Reactions: 
4 comments Links to this post
Anggap aja nama gue Cinderella.
Cinderella masa kini, abad millenium, dimana wanita sudah punya sosok yang lebih sangar, pertahanan diri kuat dan anti penindasan.
Gue, adalah Cinderella yang anti ditindas! Oleh karena itu, gue membentengi diri dengan ucapan singkat, nyelekit meski sopan juga teguran berbobot yang tepat sasaran pada waktu yang tepat.
gambar : google

Gue punya ibu tiri. Tapi, berbeda dengan kehidupan Cinderella dicerita dongeng, gue ga bertekuk lutut di hadapannya.
Gue menunjukkan keanggunan dan otoritas gue dalam menghadapi keanehan-keanehan makhluk ajaib itu.
Gue panggil dia Tante.

Tante ini punya sifat yang jelek banget. Dia memang tidak bisa memerintah gue untuk bekerja mati-matian seperti dongeng aslinya, dia pelit, curigaan, dan suka berbohong, memfitnah yang paling parah adalah suka curcol yang udah ditambahi merica dan bumbu bumbu lainnya secara berlebihan. 
Apesnya lagi, benda apa pun yang disentuhnya pasti akan berubah menjadi barang rongsokan. Hadeh!

Penasaran sama kisahnya? Isss... ga da kerjaan banget kalian mau tahu keanehan si tante.

Gue mulai dengan masa perkenalan gue dengannya. 

....

Nunggu?
Ngapain? Emang ga ada proses perkenalan gue sama dia. Tiba-tiba aja bokap uda mau nikah lagi. Gue ga setuju, dia main tancap gas aja. Pada akhirnya, kehidupan mereka tidak harmonis karena keajaiban si tante yang baru kelihatan setelah menikah. Apa itu istilahnya yah? Rubah berbulu domba?

Tahun 2012 gue pulang ke rumah setelah merantau ke ujung utara Indonesia selama setahun.
Suasana rumah aneh banget. Bokap sering marah-marah, uring-uringan, disentil dikit marahnya kayak abis ditimpukin.
"Pak, Bapak mau kemana?" dengan gaya lemah lembut gue nanya.
"MAU KEMANA?! TIDAK KEMANA-MANA!!"
"santai Pak." gue ngeloyor pergi.

"Pak, kalau ada uang ya disimpan, jangan dihambur-hamburkan. Dipilah-pilah biar tidak habis sekalian."
"SIAPA YANG BOROS?"
"Ya Bapak kan sering kalau mobil rusak langsung keluarin uang tidak tanggung-tanggung," ya, mobil butut yang lebih sering rusaknya daripada benernya. Yang seharusnya sudah dikirim ke penampung mobil bekas atau juragan besi tua.
"KALAU RUSAK YA JELAS HARUS DIPERBAIKI!!"
"Tapi kan lebih sering rusaknya Pak, rugi dong." Karena tidak sanggup lagi mendengar bentakan ga penting selanjutnya, gue ngeloyor pergi, masuk kamar, dan hanya keluar saat waktunya makan, mandi atau boker. Begitu terus sampai gue tua.

Melihat kesempatan itu, si Tante buru-buru manggil gue dan adik gue. Pas Bokap lagi ga di rumah.
Dilancarkannyalah aksinya.
"Kamu punya Bapak itu jahat. Dia suka pergi ke Kota M. Ada simpanannya disana!" 
Sontak, saya terkejut. Diam saja. Seingat saya, bapak saya bukan orang seperti itu. Tetapi, Bapak cuma manusia biasa. Bisa saja hal tersebut terjadi bukan?
Berbekal perkuliahan Investigasi, ilmu jurnalistik, yang gue pelajari selama 4,5 tahun, gue mulai menggali kebenaran. Memang udah sifat gue ga gampang percaya omongan orang. Apalagi yang model begini.
Usut punya usut.. Ealaaaah... orang yang dia fitnah itu adalah keponakannya sendiri, yang sudah punya pasangan. Keponakannya itu memang kadang dibantu oleh Bapak. Bukan rahasia lagi kalau sedari dulu, bahkan sampai sekarang, Bapak adalah orang yang selalu menolong siapapun yang kesulitan. Pekerjanya saja dia bantu, apalagi masih keluarga. 
Ada beberapa kebohongan lainnya yang dia ceritakan ke masyarakat jalan ikan ireng dan sekitarnya, yang baru gue ketahui dalam masa pengumpulan laporan investigasi gue.
Ternyata, si Tante seringkali pergi ke sahabat Bokap, dan tetangga-tetangga untuk menceritakan kebohongan ini,
"Uang kuliah Cinderella di Universitas P itu saya yang bayarin!" 
Kenyataannya, gue beasiswa 100% dari Universitas P dan mendapat tambahan beasiswa dari suatu lembaga Belanda.
"Saya bekerja setengah mati seperti budak di rumah mereka!"
Kenyataannya, adek perempuan gue yang masak, adik laki-laki gue yang bersih-bersih. Dia hanya main ngomel-ngomel aja. Coba gue ada di rumah waktu itu. Coba gue ga merantau, udah abis gue makan dia. Enak aje nyiksa dua adik gue yang kurus kurus itu.
Oh ya, Cinderella punya dua adik. Namanya Gus dan Drisella.
Waktu gue pulang juga rumah berantakan banget, apanya yang kerja? Dia cuma tidur-tiduran aja di rumah.

Suatu waktu, bokap beli ikan banyak banget. Tinggal diolah aja buat dimakan. Kejadiannya waktu gue masih merantau:
Tante sms bokap 
Kak, makan apa kita?
Jadi mau dia, bokap yang masak, dia tinggal makan aja. Gila!
Karena sudah muak, bokap ambil semua makanan dan beras, bawa ke rumah saudara, masak di sana, makan di sana. Beuh! Kapok lo!

Mengetahui tabiat aslinya, gue ga respek lagi.
Sejak gue pulang, gue ambil alih semua pekerjaan rumah. Pagi-pagi gue uda beberes dan bersih-bersih. Siang dan malam gue masak. Weekend gue nyuci.
Sampai pada akhirnya gue sadar. Dia hidup bagaikan ibu tiri yang berkuasa dan gue bagai Cinderella lama yang malang.
Gue memutuskan, ga bakal lagi menyentuh sapu, kain pel, ga bakal masuk dapur lagi. Mau mati kelaparan atau TBC, terserah! Bareng-bareng aja.
"Tante, kalau tante ga mau ngurusin kami, ga masalah. Tapi tolong urus suami tante. Kami bisa cari makan sendiri." itu teguran gue waktu dia dengan santainya ga ngapa-ngapain padahal waktu sudah menunjukkan pukul 14.00 WITA dan Bokap belum makan apa-apa dari pagi.
"Tante, tolong lain kali kalau ada hal yang tidak benar dalam rumah, tidak perlu siaran kemana-mana. Selesaikan dalam rumah. Tidak bagus seperti itu, Apalagi kalau sudah ditambah bumbu-bumbu." gue protes soal kebohongan-kebohongan yang dia sebarkan secara langsung. Doski cuek-cuek aja, mukanya kayak ngejek ga terima gitu. Tapi gue harus ngomong, Kalau ga, dia akan berpikir gue ga tau sepak terjangnya. Beuh! Bisa makin menjadi-jadi tu orang.

Suatu kali, 3 orang temen gue datang dari Bali. Gue uda tahu doski bakal cari kesempatan buat curhat colongan dengan muka yang dipasang memelas, sedih, teraniyaya. Oleh karena itu, ga seharipun gue biarin temen gue sendirian di rumah lama-lama. Kita pasti jalan-jalan.
Sampai pada suatu saat, keadaan tidak memungkinkan, gue harus keluar bentar ngambil motor sama temen gue yang satu, dan yang dua ditinggal di rumah.
Saat itulah, doski beraksi!

Pulang-pulang, gue lihat mereka berdua lagi duduk di teras bareng si Tante. Begitu ngelihat gue, si Tante buru-buru permisi ke dalem.
Gue curiga.
"Cerita apa Tante?"
"Gaaaaaaak..." nada-nadanya mereka bohong nih. 
Setelah gue paksa-paksa baru deh, 
"Kita tadi lagi duduk di depan. Tiba-tiba Tante dateng trus curhat," tuh kan!!
"Ia La. Mukanya kasian gitu. Katanya lagi sakit. Trus dia curhat, katanya kamu tuh ga mau manggil dia Mama. bla bla bla..." udah gue duga. Sumpah, gue tengsin berat! Ngapain die curcol di tamu gue?? Kenal aja kaga. Main curhat aja. Bete banget dah! Mau ditaruh dimana muke gue kan?

Setelah tiga orang cowo cakep itu balik ke Bali, gue panggil si Tante buat bicara,
"Tante, apa benar tante bicara begitu di teman saya?"
"Saya tidak bilang apa-apa! Kurang ajar anak itu! Mana dia? @#$%^$^%" dia misuh-misuh.
"Tante, saya kan cuma nanya baik-baik. Kenapa malah misuh-misuh. Tidak sopan."
"Eh memang tuh anak %$$#$#&^*%*&^*&^" saya semakin bingung.
"Tante tuh guru, masa ngomongnya kayak begitu. Saya tanya apa dijawab apa" tiba-tiba doski uda nangis-nangis sambil maki maki lagi. Waduh, emang pendek nih jaringan neuronnya. Korslet dah.
Sejak saat itu, gue memutuskan untuk tidak bicara lagi dengannya. Karena ngomong baik-baik pun tidak nyambung.

Ada sisi positif dari kebiasaan gue bicara jujur dan anggun. Eaaaa...
Doski jadi tahu mau mau gue. Si Tante ga malas-malasan lagi. Dia mulai tahu berbenah, bersih-bersih dan memasak. Meski kadang masakannya ajaib-ajaib. Gue aja bingung itu makanan manusia apa racun tikus. Lu bayangin aja menu-menunya: sayur daun ubi dicampur ikan teri lembek-lembek, kacang panjang campur wortel dan tomat berminyak, daging babi direbus pake air, dagingnya melayang-layang ga ada rasanya. Cara gue bertahan hidup adalah makan di luar atau makan ke rumah saudara. Kadang gue masak indomie doang. Untung kedua adek gue uda merantau, jadi mereka ga perlu merasakan keanehan-keanehan ini lagi.
Suatu waktu, gue curhat sama mereka via group chat. Balesannya:
"HAHAHAHAHHA.... selamat menikmati!Kita udah kenyang duluan," sial!
Seringkali, keadaan ini kami jadikan bahan guyonan. Kami menganggap fase ini adalah salah satu cara Tuhan menempa mental kami menjadi lebih kuat.

Oh ya, gue belum selesai mengenai keanehan si Tante. 
Si tante ini, orangnya super pelit. Dia ga mau keluarin uang sepersepun dan selalu curiga kalau kite bakal ngambil uangnya.
Kalau kulkas kosong, dia pasti ga ada di rumah. Ini gue udah hafal. Jadi, kalau bokap nyari doski, patokan gue cuma isi kulkas.
"La, si Tante mana?" gue bangkit, jalan ke belakang buat nengokin isi kulkas. Kosong.
"lagi keluar, Pak" gue jalan lagi, ngambil kunci motor, keluar beli beli buat isi kulkas.
Orangnya boros banget pula, seminggu nyuci pakaian bisa tiap hari, make detergennya juga ga nanggung-nanggung. Walhasil, gue kadang cuma pake empat kali sebulan tapi habisnya cepet banget.
Belum lagi kalau detergennya udah habis, doski juga ngilang.
Tar tempat detergen uda terisi lagi, baru doski ada di rumah.
Itu juga yang terjadi saat gula atau bawang habis.
Kalau  doski beli teh celup, itu teh bakal diumpetin, dan entah bagaimana gue selalu tahu tempatnya. Hihihi... Trus gue pesta teh sama kawan-kawan gue.
Kalau beli kopi, dia umpetin juga, dan entah bagaimana, gue ga nemu. Ga bisa party-party! Hihihi...
Sejak kecil, soal duit emang kami diajarkan tidak boleh mengambil tanpa ijin. Jadi orang tua kami, orangtua kadung kami! Tidak pernah mengunci pintunya, karena percaya.
Sejak ada doski, pintu kamar ortu gue tertutup rapat. Kalau lagi keluar yaaa gapapalah ya. Buat Keamanan. Tapi ajaibnya diski, gue ada di rumah pun, dia cuma kebelakang buat masak atau boker, pintu kamar dikunci. Pas mau masuk kamar baru dia buka.
Sakitnya tuh disinii... kesannya gue tukang nyolong. 
Bener-bener dah!

Tidak cukup sampai disitu! gue sampe ngos-ngosan nulisnya, saking capek mental.
Semua benda yang disentuhnya pasti rusak.
mesin cuci, lampu, baskom, apa aja. benda-benda yang sudah kami jaga dengan baik sejak lama, langsung rusak.
Jawabnya selalu, "bukan saya! saya tidak tahu!" belum juga ditanya. Baru cuma liatin doang.

Mau tahu kisahnya lebih banyak lagi? Tar deh, gue ke psikolog dulu, benerin mental.


30 May 2016

Almost Desperate Housewife wanna be

Posted by Vany Kadiwanu
Reactions: 
0 comments Links to this post
all the single ladies
all the single ladies
put your hands up in the air

yea, I'm a single ladies. Single doesn't mean I don't have a boyfriend. It means that I haven't got married yet. Why I talk about this? The fact that is too hard for me to find a single lady to have fun with as friend nowadays makes me wanna talk about it.

Monday.

What about Monday?

Most of people hates Monday. They even make tagline about it : "I Hate Monday". 
Well, I don't hate Monday, but I don't like it either. Not because I have to work again, but the opposite. 

On Monday, I have hours to do nothing. I only work for 5 hours and then nothing to do. I always do my job at workplace, I never pending anything or you can say that I have the ability to make everything done by it's time. That is why I don't have to work extra hours at home. 

This is not really matter for me until today.

I feel like I'm too depending on my boyfriend to text me because I have a lot time to wait for him. In another place, his place, he's busy. It will ended I become angry because the late response from him, which is not his fault. He is working, sometimes we have signals problem. But moody me, I always easy to get angry. 

Usually, when I have a lot of free time, I will go to the beach or river, or somewhere with my friends. But here I am now, reading, watching, or blogging. 

Where are they? 
Where are my friends?

I realize, the older I am, the smallest circle of social life I have. Not because I don't have friends but because we have different life. Some of them are married, of course they are busy to take care that little community. Some of them work far away from Waingapu, some live far from my house and I am to damn lazy to visit them, some been busy with work, etc.

I can not just call and ask them to come and hang out with me anymore.

Then I take more step ahead in my mind about what I will be when I got married next year. I planned to be a housewife which means more free time than now. I even planned not to have baby until 6 months. Now, I change my mind.
I think I won't wait that long to have a baby. 

I am starting to think home business that I can do at home to passed the time.
I have some in my mind :
1. learn to sew, old passion, designer wanna be
2. take cooking class if they have it in Kupang
3. freelance writer/translator
4. open a tutorial lesson for math or anything (I'm a teacher)
5. having a stall, selling whatever the neighbourhood basic needs

Hey, I have a lot of options! I just need to choose.

Well, the most important things in life is how we enjoy our time and use it wisely, right?!

28 May 2016

when a man loves a woman

Posted by Vany Kadiwanu
Reactions: 
0 comments Links to this post
When a man loves a woman
Can't keep his mind on nothin' else
He'd trade the world
For a good thing he's found
If she is bad, he can't see it
She can do no wrong
Turn his back on his best friend
If he puts her down



Lirik yang sangat menyentuh dan jadi mimpi banyak wanita.
Muncul pertanyaan dari dalam diri saya, apakah benar saat seorang pria jatuh cinta, indahnya seperti lagu tersebut?
Well, saya pernah mendengar dari seorang pria. Saat dia jatuh cinta, memang demikianlah adanya. Bahagia berada dekat wanita tersebut, keanehan dan lain-lain yang dimiliki wanita itu tidak menjadi masalah buatnya.
Apakah dengan perasaannya itu akan berlanjut pada sebuah komitmen?
Sepertinya tidak semua orang memiliki langkah-langkah yang sama dalam menjalin suatu hubungan. setiap pria punya cara yang berbeda. Tetapi, pria ini, hanya bahagia dengan berada dekat dengan wanitanya. tidak pernah terpikirkan untuk mengikat wanita tersebut dalam suatu hubungan. Until one day, it strikes him out, he realize that he wants to be her groom, not other man. Then he ask her, if she wants the commitment and move to another step of relationships.
How sweet it is, is it?

this is not the end... yet... because i need to find ideas

24 May 2016

The Search of Happiness

Posted by Vany Kadiwanu
Reactions: 
5 comments Links to this post
saya baru saja menyelesaikan tontonan ini:
pict: google

Karena film ini, saya sadar bahwa setiap orang punya kejawiban untuk bahagia dengan apa pun yang dimiliki.
Bahagia tidak perlu dicari tetapi sudah ada dalam diri kita sendiri. Mungkin lebih tepat ucapan syukur atas apa yang kita miliki saat ini adalah kebahagian. Menikmati apa yang dimiliki menjadi salah satu cara merasakan kebahagian.
Saat kita berusaha mati-matiaan mencari hal-hal yang menurut kita dapat memberikan kebahagiaan, sebenarnya kita masih dalam tahap atau bentuk perasaan seorang anak kecil. Seorang anak kecil akan merasa bahagia saat diberikan sesuatu. Tetapi seorang manusia dewasa, seharusnya tahu bagaimana caranya menikmati apa yang dimiliki. Dengan demikian, kita akan menjadi seorang manusia dewasa yang sejati.

Saya jadi ingin menuliskan beberapa hal yang dulu saya pikir akan memberikan kebahagiaan buat saya:
1. memiliki pekerjaan bergengsi (ternyata setelah didapatkan, biasa saja)
2. mendapatkan beasiswa ke luar negeri (saya tidak mendapatkannya, apakah saya tidak bahagia? tidak juga)
3. memiliki banyak uang (ternyata tidak)
4. punya kehidupan yang menginspirasi (biasa saja)

Setelah saya renungkan, semua hal tersebut sungguh kekanakan.
Hal yang membuat saya bahagia, sungguh-sungguh bahagia adalah menikmati dengan penuh ucapan syukur apa yang saya miliki saat ini.
Saya tidak akan mengejar apapun dengan tujuan untuk merasakan kebahagiaan tetapi menikmati kebahagiaan tersebut.
Bangun pagi pergi ke sekolah, berjumpa anak-anak dengan segala macam tingkah lakunya, menjalin pertemanan dalam segala lika likunya, melakukan kegiatan apa pun dengan  bahagia, mencintai, dicintai, bertengkar, bete, apapun itu, semua dinamika hidup sesungguhnya memberikan kebahagian. 

Saya mengucap syukur untuk segala kesulitan, perselisihan, salah paham, fitnah, gosip, pujian, penghargaan, berkat, uang, hutang, keuntungan, kerugian, cinta, apapun itu, saya bahagia saya masih bisa merasakannya.

ARE YOU HAPPY GUYS?

20 May 2016

TIPS dan suka duka LDR

Posted by Vany Kadiwanu
Reactions: 
13 comments Links to this post
gambar: google.com

Hai! Saat ini saya sangat ingin berbagi suka duka LDRan sama pacar. Apakah pengalaman saya sama denganmu?

Suka duka hubungan LDR itu macam-macam dah. Berikut hal hal yang saya alami secara pribadi :

  1. Akan ada satu masa dimana kangen itu sudah menumpuk, bahkan telepon, SMS, video call tidak mempan lagi.
  2. Saat bertemu, malam terakhir pasti enggan pulang karena bakal berpisah cukup lama. Rasanya, ingin waktu berhenti pada saat itu saja.
  3. Senang sekali mendengar kabar kedatangan bahkan baru rencana berkunjung kekasih. 
  4. Bertukar buku yang dititipkan pada orang yang pergi ke kota kekasih itu kind of cute for me.
  5. Setiap hari menanti telepon sang kekasih hati. Kalau chat lama dibalas atau tak kunjung telepon, rasanya uda gelisah banget.
  6. To know that he is healthy, eating right, and having a good day makes me happy.

Masih banyak lagi sih yang lainnya, tapi belum teringat! Hahaha....

Buat saya, ada beberapa hal yang penting untuk menjaga hubungan jarak jauh:
  • Keterbukaan mengenai hubungan. Apa yang diharapkan masing-masing dari pasangannya. Jika ada hal yang mengganjal, sebaiknya dibicarakan.
  • Kejujuran. Apply to all things in relationships.
  • Ekspresi perasaan yang jelas. Ketika kangen, sayang, marah, apapun itu, sampaikan agar saling mengerti.
  • Komunikasi. Penting untuk segala aspek hubungan. Komunikasi yang baik sangat perlu. Apalagi kalau lagi berantem atau ngambek. Salah satu pihak harus bisa mengimbangi/mengalah.
  • Rules tidak tertulis yang sebenarnya agak nyeleneh : WOMAN ALWAYS RIGHT! wkwkwk...  Peace. Becanda!
Apapun itu, Tuhan punya banyak cara mempertemukan sepasang manusia, memproses mereka, dan menyatukan mereka. Siapa yang berhasil melewati segalanya akan memperoleh kebahagiaan menjalin suatu hubungan, dalam segala pasang surutnya. 
Menerima, menghargai dan saling mengasihi tentu mudah diucapkan tapi menantang untuk dilakukan. Serahkan setiap hubungan kepada tuntunan yang di atas, maka semuanya akan berjalan dengan indah melebihi harapanmu. Amin!

05 May 2016

Hari pertama liburan

Posted by Vany Kadiwanu
Reactions: 
0 comments Links to this post
liburan hari pertama. tidak banyak yang dilakukan tapi waktu berlalu begitu saja.
bangun pagi, kangen Jekon. Abis itu baca novel yang saya pinjam dari dia, Critical Eleven karya Ika Natassa. Novel yang agak lebay dan aneh tapi tidak bisa dihentikan membacanya. Mungkin karena rasa penasaran, apa yang membuat Jekon membeli dan membaca buku ini.
Agak kaget juga dengan selera bukunya yang satu ini.
Jarang saja cowo baca novel percintaan.
Setelah baca sebentar, saya lapar, makan, mandi, nonton drakor yang judulnya I MISS YOU. Karena drakornya juga agak lebay, ane banyak klik fast forward. Jadinya dalam sejam ngabisin 5 episode. Hahahaha....
Sayang juga kalau sudah nonton sampai tengah jalan, trus tidak dilanjutkan, 
Abis itu saya nonton dua film holliwood: Transporter Refueled dan Criminal Activities.
Transporter Refueled tidak terlalu menarik. Apalagi pemerannya bukan si botak lagi, Udah ganti. Tak seru, aktingnya pun payah.
Criminal Activities menarik juga, tapi tidak begitu berkesan buat saya.
Malamnya siap-siap untuk besok jadi fotografer pernikahan Kak Nuri. 
Semacam kebanggaan tersendiri juga sih. Ini karena Kak Uni, kakaknya K Nuri puas dengan hasil foto ane waktu dia nikah dulu. Padahal waktu itu ada 2 orang fotografer sukarela lainnya juga, Tapi doi suka cara ane nangkep momen. 
Sombong kah? Biar le!
Gini-gini ane kan anak kesayangan dosen fotografi waktu kuliah.
One thing I learnt about human interest photography is using my feeling while taking pictures. 
Hasilnya pasti akan beda. Bukan sekedar foto berteknik tapi foto yang hidup. 
Btw, jadi fotografer nikahan kayaknya oke juga nih. Hahahaha
Tinggal belajar teknik lagi, sama modal kamera.
forget it! Asbun saja ane.

Okay Report Holiday day 1 finushed!

01 May 2016

Kok BISA??

Posted by Vany Kadiwanu
Reactions: 
2 comments Links to this post
Bagaimana ceritanya, kebersamaan sebagai sahabat berubah menjadi perasaan sayang. Bahkan sekarang, kami adalah sepasang kekasih. Terkadang saya berusaha mengingat kembali apa yang membuat saya terlibat lebih jauh dengan Jekon. Hahaha...
Me with Jekon

Saya tidak menyesali, tetapi bersyukur. Hanya saja, saya ingin mencoba mengingat mengapa dan bagaimana ini semua terjadi. Si anak ceking yang sudah biasa saya lihat dan dengar suaranya selama 3 tahun di SMP karena sekelas, 3 tahun SMA karena segank, dan tahun-tahun kuliah serta kerja itu kini menjadi kekasih saya. Mengapa? Bagaimana? Kok bisa? Saya saja bingung, apalagi orang lain ya toh?!

Tidak pernah terlintas di pikiran saya bahwa suatu hari kelak kami akan memiliki hubungan lebih dari sekedar teman. Kehadirannya sudah menjadi hal yang biasa. Apalagi sejak SMA saya semakin akrab dengannya. Dia yang selalu mengantar jemput saya setiap kami akan bermain bersama teman-teman segank. Markas kami di rumah salah seorang teman saya, Gia. Gia dan saya adalah dua orang wanita dalam gank yang isinya bertujuh, dengan komposisi, 5 pria, 2 wanita. Karena jarak rumah yang berdekatan, saya biasanya dibonceng AJ atau Jekon. Lebih sering bareng Jekon tapinya.

Setiap jam sejarah, saya dan Rian sering bolos. Kami akan pergi ke kelas Jekon.Bermain bersama Gia, AJ, Icad, Ecun dan Jekon karena pada saat itu, bertepatan kelas mereka jadwalnya pelajaran Olahraga. Setiap istirahat nyari Jekon. Kalau lagi ngumpul segank, yang tugas beli gorengan, saya dan Jekon.

Setelah kuliah pun, kami masih sering teleponan. Kebetulan, Jekon kuliah di Kupang, saya di Surabaya. Sampai dia hijrah ke IPDN Jatinangor pun, kita masih kontakan. Masuk dunia kerja, tetep kontakan. Tiap ane pulang kampuang di Waingapu, Jekon juga pas pulang.

Sejak kuliah-kerja, pertemuannya jaraknya jauh. 2012 terakhir ketemu lalu ketemu lagi 2014. Waktu 2014 ituuuh... Si abang uda ga ceking lagi. Tetap menjulang tinggi. Trus kita uda ga pernah naik motor Honda Win andalan yang dulu biasa dia pakai buat antar jemput ane. Si Abang sudah bisa nyetir mobil. Disitu ane terhenyak dan sadar kalau dia sudah bukan anak SMA yang dulu. Dia sudah orang dewasa. Hahaha... Entah apalah hubungannya bisa nyetir sama dewasa.

Tahun 2015, do'i pulang pas lebaran. Disitu ane mulai merasa ada yang berbeda. 2016, kita jadian.
Detailnya tidak bisa diceritakan disini. Tapi yang pasti, hal yang ane syukuri adalah, meski prosesnya panjang, lu bayangin aja sendiri, temenan dari kelas 1 SMP, tapi endingnya kita akhirnya jadi pasangan.

Seru aja tiap kali ngobrol atau sekedar bercanda. Kalau pas dia lagi pulang Waingapu, lebih seru lagi. Secaraaaa uda jadi pacar. Adalah kisah-kisah ala orang pacaran yang tidak dialami selama masa pertemanan , terjadi sekarang. Serulah! Menyenangkan!

Hal yang lebih saya sukai lagi adalah, dia mampu menyesuaikan diri dengan Bapa dan keluarga. Semoga saya juga bisa seperti itu di lingkungannya.
Semoga langgeng terus.
Semoga bisa berproses sama-sama terus sampai jadi suami-istri, sampai kakek-nenek.



Written With Love


Vany Kadiwanu
 

Sketch of my hands Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea