26 December 2013

Posted by Vany Kadiwanu
Reactions: 
0 comments Links to this post

Red Dawn

Tokoh favorit : Jed Eckert (Chris Hemsworth)
Genre : Action

Jangan sampai ada yang meremehkanmu karena engkau muda. Yang muda yang beraksi. 

Saat menonton film Red Dawn, hal yang terpikir adalah : Hell, yeah, susah sekali mengatur anak muda untuk meraih satu tujuan. Kita harus bisa menghadapi spontanitas, perasaan sensitif dan pengakuan diri mereka. Tetapi SUSAH tidak berarti MUSTAHIL, BISA asalkan yang menjadi mentor tegas dan yakin. 

Film ini menceritakan gerakan pemberontakan terhadap penjajah dari Korut yang dipicu oleh sekelompok anak muda. Gerakan yang mereka lakukan menularkan semangat berjuang di negara bagian Amerika lainnya. Dipimpin oleh seorang marinir bernama Jed Eckert, sekelompok teman sepermainan ini mempersiapkan diri mereka untuk menghadapi pertempuran. Bisa diperhatikan, bagaimana seseorang yang mudah jijik dilatih menjadi tangguh, gadis yang lemah dilatih menjadi petarung, seorang yang selalu menjadi pecundang akhirnya menjadi pahlawan, bagaimana menahan diri dari pancingan emosional lawan.

"Bahkan satu kutu terkecil pun dapat membuat anjing besar kesakitan"
{Favorite Quote dsri film ini}

Film ini punya alur yang detail dalam hal penyerangan, disitulah poin utama film ini.  Menarik dan menggemaskan untuk ditonton. Jika kalian ingin mencari film action untuk tontonan malam ini, RED DAWN bisa jadi aalah satunya. For girls, Jed Eckert a.k.a. Chris Hemsworth HOT banget di film ini [♥○♥]

24 December 2013

Cheongdamdong Alice's Serial Review

Posted by Vany Kadiwanu
Reactions: 
2 comments Links to this post
Tommy hong dalam serial cheongdamdong Alice adalah salah satu karakter pendukung yang paling saya sukai. Inilah daya tarik serial Asia. Berbeda dengan serial barat, serial Asia menawarkan tokoh antagonis yang tidak sepenuhnya Jahat.

Pada perempatan cerita, Tommy Hong berubah arah menjadi penolong karakter utama, bukan lagi penghalang. Pertolongannya pun menjadi sesuatu yang menyenangkan sekaligus mengharukan. Jika diamati dengan seksama, perasaan Tommy Hong kepada Se Kyung lebih dari sekedar White Rabbit, tetapi perasaan kagum dan suka. Saat Se Kyung kebingungan mencari Seung Jo kemana-mana, ia setia menemani. Tatapannya pun mengisyaratkan rasa suka yang hanya bisa diungkapkannya lewat pertolongan demi pertolongan yang diberikannya pada Se Kyung. Akting yang memukau serta karakter yang keren. 

Selain mengagumi Tommy Hong, hal yang menjadi daya tarik serial ini bagi saya adalah unsur manusiawi yang digunakan. Tidak ada yang namanya cinta apa adanya. Selalu ada bisnis kecil di belakang dari setiap keputusan memilih pasangan. Ingin mencari seseorang yang mapan, seseorang yang dapat mendukung mimpi ke depan, seseorang yang bisa menjadi pelindung secara mental dan materi, atau mungkin seseorang yang mau menerima kita sementara yang lain belum tentu mau. Yang mana alasanmu? Itu adalah bisnis di balik setiap hubungan. Hal ini pasti menjadi bagian dari kehidupan banyak orang, hanya saja tidak semua menyadarinya atau mengakuinya. Semua orang menyadari hal tersebut memang ada, tetapi tidak semuanya mengatakan hal itu dengan gamblang. Intinya, hal tersebutlah yang saya kira menjadi sumber inspirasi dari serial Cheongdamdong Alice ini.

Judul : Cheongdamdong Alice
Seri : 16 episode
Tokoh favorit : Tommy Hong (Pemeran Pendukung)

05 December 2013

Sanguine to Choleric

Posted by Vany Kadiwanu
Reactions: 
0 comments Links to this post
Your temperment is choleric. The choleric temperament is fundamentally ambitious and leader-like. They have a lot of aggression, energy, and/or passion, and try to instill it in others. They can dominate people of other temperaments, especially phlegmatic types. Many great charismatic military and political figures were choleric. They like to be in charge of everything. However, cholerics also tend to be either highly disorganized or highly organized. They do not have in-between setups, only one extreme to another. As well as being leader-like and assertive, cholerics also fall into deep and sudden depression. Essentially, they are very much prone to mood swings


Apa yang tertulis di atas membuat saya kaget. Memang sudah lama sekali saya tidak melakukan tes psikologi seperti ini. Terakhir saya mengikuti ini pada masa kuliah. Hasilnya waktu itu yang paling dominan adalah Sanguin Plegmatis. 

Setelah melalui berbagai proses hingga usia 25 tahun membuat temperamen saya berubah menjadi Koleris. Memang sejak mengikuti IM, pulang ke Sumba, dan akhirnya bekerja, saya merasa ada yang berubah. Ada yang tidak sama lagi seperti dulu. Saya kehilangan kelebayan saya, kehilangan sifat suka mencari perhatian berlebihan. Termasuk selera humor saya. Otak ini juga tidak bisa berhenti berpikir, itulah kenapa saya jadi suka tidur sepertinya. Untuk menghentikan otak ini sejenak. Bahkan itu pun sulit. I look every detail, I think about everything carefully. Bahkan yang membuat saya takut dengan diri sendiri adalah, saya selalu merencanakan plan A,B,C,D,etc untuk masa depan saya sejak masa kini. Gila ga? However, I hope everything will be fine and I can live my life to the fullest!
 

Sketch of my hands Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea