25 October 2013

Mengapa Pulang?

Posted by Vany Kadiwanu
Reactions: 
0 comments Links to this post
Kepulangan singkat ke tanah kelahiran membuat saya semakin mantap untuk kembali dan berkarya di sana.
Mengapa?

Pertama: Family matter. 
Ada keadaan dalam keluarga yang membuat saya berat untuk meninggalkan mereka lebih lama lagi. Saya tidak ingin menyesal di kemudian hari karena tidak memanfaatkan waktu dengan baik bersama mereka. Uang bisa dicari di mana saja, tetapi keluarga tidak dapat kembali jika ajal terlah menjemput. So, sebelum dipisahkan oleh maut, lebih baik saya menghabiskan waktu bersama Bapa dan JC. Sebenarnya, saya baru saja kembali dari Sumba dalam rangka menghadiri pemakaman Mama Nae (Kakak dari Ayah). Beliau adalah orang terdekat setelah orang tua, Sejak kecil, hidup saya di rumahnya. Sampai sekarang saya bahkan masih belum percaya bahwa Mama Nae telah tiada.

Kedua: Community Development.
Melihat keadaan Sumba yang tidak berubah sejak saya kecil membuat saya merasa tergelitik. Kenyataan bahwa banyak anak muda bahkan beberapa golongan tua yang inovatif dan ingin bergerak untuk Sumba membuat saya optimis. Gabungan dari perasaan ini memantapkan saya untuk kembali ke Sumba. Mencoba melakukan apa yang saya bisa, bersama dengan mereka yang merasa terpanggil untuk mewujudkan Sumba yang maju.

Ketiga: Boring
Berada di Jakarta yang katanya ramai justru membuat saya merasa bosan dengan rutinitas dan semua yang ada di sini. Tidak ada yang menarik. Hanya diri saya, uang, dan mal yang saya lihat selama berada di jakarta. Semuanya membuat saya bosan. Saya ingin hidup yang lebih penuh. Lebih berarti menurut versi saya, dan Jakarta bukan jawabannya. Namun tak dipungkiri bahwa saya pun belajar banyak di sini.


So, nantikan daku wahai Sumbaku: 15 Desember 2013.

18 October 2013

DO I HAVE A PLAN??

Posted by Vany Kadiwanu
Reactions: 
0 comments Links to this post
YESS I HAVE!!!
Jika kalian bertanya apakah saya punya perencanaan untuk hari depan atau tidak, ya! Saya adalah orang yang sangat mencintai perencanaan.

Sejak jaman sekolahan, saya terbiasa membuat jadwal saya sendiri. Mengapa? Karena saya selalu memiliki banyak kegiatan. Sekolah, les, bermain, belajar di rumah, bermain, membaca, menggambar, bermain, desain, nonton. Banyak kan?

Hari ini saya bertemu dengan Vice Dean dan Dean untuk menyampaikan surat pengunduran diri saya. HAH? NGAPAIN?? Ya, saya punya alasan tersendiri. 
1) Saya ingin memperhatikan dan merawat ayah saya.
2) Saya ingin mengejar mimpi saya untuk berkontribusi di Sumba.

Ketika hendak masuk ke ruangan Vice Dean saya, dia baru saja kembali dari Singapura. Kewajiban setiap karyawan adalah menanyakan pada bagian admin apakah beliau dapat ditemui atau tidak. Jika tidak, kita bisa mengatur jadwal ketemu. Membuat janji.

Melihat saya, ia langsung tahu apa maksud kedatangan saya. Dengan nada bercanda ia berkata, "I dont want to see you Vany. I've just come back from Singapore and havent sleep. If i dont sleep, i get angry." 
Aku dan Miss R (staf admin) pun tertawa. Syukurlah dia akhirnya menerima suratku dan menandatanganinya.

Tahap berikutnya adalah bertemu Dean. Ini nih yang bikin agak gimanaaaa gitu. Tapi aku tahu dia baik.
Kalian tahu berapa lama kami berbicara? 1 JAM!!

Beliau memberikan banyak masukan berharga juga. Tapi saya menangkap kesan bahwa keputusan ini dikira keputusan emosional dan saya tidak tahu bagaimana mewujudkan mimpi saya di Sumba.
Satu hal yang saya sesali, saya tidak bisa menjelaskannya dengan bahasa Inggris yang sempurna.

Orang-orang yang mengenal saya dengan baik, pasti tahu bahwa Vany bukalah orang tanpa rencana. Terkesan emosional karena tidak ada satu orang pun yang tahu detail life plan saya. Untuk tidur siang saja saya punya jadwal dan deskripsi apa saja yang perlu diselesaikan dalam sehari, apalagi rencana besar. Tentu saja saya punya dan DETAIL.

Untuk lima tahun ke depan saya mau apa, 10 tahun, 20 tahun ke depan, apa yang harus dilakukan, bagaimana membentuk jaringan, bagaimana menyusup dalam kelompok yang saya mau, bagaimana menyeimbangkan kegiatan sosial, mengejar mimpi dan mencari uang, semua sudah saya persiapkan. Kalau saya jelaskan, saya bisa mabok sendiri juga. Lebih baik saya kerjakan saja dan menujukkannya pada sekitar. Bukan ngomong doang. I have tendency to surprise myself and everyone around me. So, just wait for me ^^

14 October 2013

Yang ga mau liburan siapa??

Posted by Vany Kadiwanu
Reactions: 
0 comments Links to this post

Manusia mana di dunia ini yang tidak mau liburan? Siapa yang tidak mau punya waktu tidur lebih lama atau jalan-jalan lebih lama? Siapaaaa???

Semua orang pasti mendambakan itu. Apalagi orang-orang yang hidup dan bekerja di kota yang sibuk seperti Jakarta.

Tersebutlah hari ini dan besok adalah libur yang lumayaaan.. Soalnya libur dari Sabtu sampai Selasa. Masuknya hari Rabu. Semua ini berkat hari raya Idul Adha.

Meski demikian, saya dan beberapa guru harus masuk sekolah pada hari Senin siang. Apa kepentingannya? Soalnya saya harus mengawas Cambrige Exam untuk Bahasa Indonesia sebagai bahasa asing.

Beberapa hari sebelum libur, kepala sekolah kami yang terkenal killer menghampiri dan bertanya, "Is it okay you have to come to school at Monday?"
"Sure, Sir. It's okay. But don't forget to buy me a cake" becanda boook... Becandaa...
Kepala sekolahku hanya tertawa sambil nunjuk-nunjuk. Dia kaget kali ya ada karyawan yg lancang kayak saya.

Kalian tahu saudara-saudara, ternyata beliau menanggapi becandaanku dengan serius. Datanglah Pak Royan hari ini dengan kresek bertuliskan J.Co lalu memberi kotak berisi donat. Kutanya dari siapa, katanya dari Mr.Lee. Woooooo!! Kaget plus senang dapat barang gratis. Baik juga bosku. Saya dan Miss Dyah tertawa terpingkal-pingkal melihat kenyataan ini. Hari yang menyenangkan.

***

Another story for today.

Bapa saya chat di Wa dan bertanya apakah saya dapat daging kurban atau tidak. Dengan tenang saya menjawab:

"Sa tir pi antri daging na. Sa takut dong salah kira sa dg kambing baru sa yg dikurbankan nanti."

Bapa lalu membalas,
"Daging gratis tu, biar kena injak2 wkt antri tdk apa2 asal mkn daging !"

Sekarang saya tahu darimana mental gratisan saya berasal.

Kaya atau Miskin? (Catatan Khotbah JPCC hari ini plus opini penulis)

Posted by Vany Kadiwanu
Reactions: 
0 comments Links to this post
Siapa yang ingin jadi kaya?
Atau siapa yang setiap malam berdoa supaya miskin?
Ada yang bilang ingin hidup cukup. Tapi seberapakah cukup itu?
Cukup bagi kita belum tentu sama dengan cukup bagi orang lain. Kadang ada orang yang kita anggap kaya tapi ketika ditanya dia merasa belum kaya. Ada juga orang yang tidak punya apa-apa tapi berlagak kaya. Untuk orang jenis yang terakhir ini ternyata memang sudah ada sejak jaman dulu. 1 Tim 6:9-11.
Ada yang lebih bak daripada memburu uang, yaitu diburu uang. Amsal 13:11 Punyalah kebiasaan mengumpulkan sedikit demi sedikit. Bagaimana bisa?
Bisa jika anda mengenal kata cukup. Bisa membedakan antara keperluan dan keinginan.
Saat ini, dengan adanya segala social media, semua apa yang dimiliki dan dilakukan orang lain terekspos dan kita jadi kepingin juga apa yang dimiliki orang lain padahal kita sebenarnya tidak butuh.
Karena menginginkan apa yang dimiliki orang lain, kita biasanya berdoa meminta kepada Tuhan. Apabila keinginan kita terpenuhi, belum tentu kita ga kepingin yang lain lagi. Betul tidak? Manusia jarang sekali mengenal kata cukup dan puas.
Jika kita perlu sesuatu, Filipi 4:19 mengatakan, jangan kuatir Allah akan memenuhi keperluan kita di dalam kristus.
Kita ga perlu punya uang untuk Tuhan bisa memenuhi keperluan kita. Ibrami 13:5, kadang-kadang kita perlu mundur sebentar untuk membereskan beban kita lalu kita bisa maju.
Kekayaan memberikan kita pilihan. Seorang yang kaya adalah orang yang punya banyak pilihan. Bersama dengan pilihan kita perlu punya hikmat untuk bisa memutuskan mana yang tepat untuk dipilih. Dan kesalahan itu akan membawa kta kepada kehidupan yang penuh dengan duka.
Kejadian 13:2 Semakin banyak hartanya semakin berat bebannya. Berapa banyak orang kaya yang tidak bisa bersukacita karena ia membuat pilihan-pilihan yang salah. Para konglomerat coba kalian lihat, pasti mukanya tegang terus. Jika ada yang tidak tegang, salamin. Soalnya langka. Saat pegawainya pulang, ia harus stay uuntuk telpon sana sini dan membuat keputusan ini itu.
1 Tim 6:17-19 Ada berapa banyak orang yg punya hrt benda tapi tidak bisa menikmatinya.
Orang kaya diperingatkan untuk rajin membagi. Karena beban itu dibagi maka tdk akan terlalu berat. Tidak masalah menjadi kaya, tetapi ingat juga untuk memberi agar engkau menjadi alat Tuhan. Jika engkau memberi, engkau akan menemukan kebahagiaan tersendiri. Terlebih bahagia memberi daripada menerima.
Kaya yg sebenarnya adalah kalau kta mampu melakukan sesuatu yang Tuhan suruh Anda lakukan.
Amsal 22:1 Nama baik dan dikasihi orang adalah lebih berharga daripada kekayaan.
Anda tergolong orang yang sangat kaya jika Anda punya sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang. Anda kaya kalau anda punya sukacita, damai sejahtera, kesehatan, karena itu semua tidak bisa dibeli oleh uang. Begitu pula kebersamaan.
Liburan bersama ke tempat paling indah tapi setiap orang sibuk dengan dirinya masing-masing. Hal itu sama dengan tidak menikmati hidup.
Terakhir, kita sangat kaya jika kita punya keselamatan. Karena kita telah dibayar oleh darah kristus. Jadi kalau anda berpikir kalau Anda miskin. Pikirkanlah kembali.

13 October 2013

Takut Tua

Posted by Vany Kadiwanu
Reactions: 
3 comments Links to this post
Bobo dari saya masih TK sampai sekarang sudah 25 tahun masih aja kecil. Begitu juga Nobita, Doraemon dan kawan-kawannya. Saya sudah seperempat abad, mereka masih SD. Belum lagi Peter pan.
Mengapa tiba-tiba saya membicarakan mereka? Sebenarnya saya iri pada Bobo, Nobita dan Peterpan. Mereka selalu menjadi anak-anak, tidak pernah dewasa. Menjadi anak-anak itu enak, kita bisa bermain sepuasnya. Hal paling susah hanyalah belajar dan ulangan. Selain dari itu, dunia begitu enak dan indah untuk dihuni.
Beranjak dewasa, kita tidak bisa merengek lagi seperti Nobita yang selalu merengek pada Doraemon untuk meminta sesuatu. Semuanya harus diusahakan sendiri. Kita juga harus memikirkan banyak hal menyangkut kehidupan kita, masa depan, dan membuat berbagai keputusan.
Jujur saja, saya sempat merasa takut menjadi dewasa.
Tetapi kita semua tentu tahu bahwa menjadi dewasa tidak seburuk pemikiran Vany kecil. Menjadi dewasa memiliki keasyikannya sendiri. Masa di mana kita lebih dipercaya, dihargai, dimintai pendapat dan dapat melakukan sesuatu untuk sekitar.
Pernah ada teman yang berkata bahwa menjadi tua itu pasti, tetapi berjiwa muda itu pilihan.
Seharusnya saya tidak perlu takut menjadi tua selama saya bisa menjaga jiwa saya agar tetap muda. Tapi sekali lagi jujur, itu pun tak mudah. Tidak mudah bukan berarti tidak bisa ya. Hanya sulit. Saat ini, saya sedang berusaha untuk menyesuaikan diri. Menyesuaikan diri dengan masa dewasa.

Keanehan dan Ke-lebay-an saat menonton pertandingan U-19 lawan Korsel

Posted by Vany Kadiwanu
Reactions: 
2 comments Links to this post
Sewaktu kecil dulu, saya sering dimarahi mama kalau tertawa terlalu berlebihan. Katanya, "Vany, jang terlalu ketawa lebih-lebih. Sebentar menangis!"

Ya, katanya kalau kita tertawa berlebihan, maka sebentar lagi kita akan menangis. Semakin saya dewasa saya paham maksud sebenarnya, bahwa tawa dan tangis tidak dapat dipisahkan.
Lalu apa hubungannya hal tersebut dengan postingan kali ini? Well, saya yakin tadinya ada hubungannya. Tapi karena saya punya penyakit amnesia kaget2an, maka tiba2 saya sudah lupa apa yang mau saya hubungkan dengan hal tersebut (hehehe... Serius gw lupa).
Kali ini saya mau bercerita tentang orang-orang aneh yang muncul di dunia maya maupun nyata selama saya menonton pertandingan U-19 semalam.
Dimulai dengan orang di dunia maya. Saya mmg bukan penggemar sepakbola, tetapi jika Indonesia berlaga, saya pasti mendukung, kalah atau pun menang. Bentuk dukungan saya berupa menonton pertandingan hingga selesai dan mendukung lewat dunia maya. Paling tidak setelah dedek2 itu bertanding dan buka fb atau twitter, mereka senang karena banyak yang mendukung.
Pada salah satu bentuk dukungan maya saya, ada teman yang meninggalkan pesan aneh. Kita sebut dia TYMPA.
TYMPA: "Indonesia kalah lawan korsel tuh!"
saya     : (liat tipi, saat itu skor 1-1) "Indonesia seri lawan korsel bro. Malah gol duluan. Lawannya gol pinalti. Dukung Indonesia dong!"
TYMPA: "Dukung Indonesia ga maju-maju tar."
Saya     : (berpikir keras bagaimana alur berpikir orang ini) "I don't understand how your brain works dude. Tapi gpplah ya demokrasi. Seepp"
If somebody can explain his words to me, just e-mail me or leave a comment below.
Selain TYMPA itu, saya juga punya teman kos yang sangat lebay. Kita singkat saja menjadi TKYSL.
Menonton bola lebih seru jika dilakukan beramai-ramai. Tapi karena di kos ga ada yang suka bola, jadilah saya menonton sendirian di lantai 1. Yang namanya menonton bola pasti tidak jauh dari teriakan gemas atau senang saat gol atau hampir gol.
Saat itu, Indonesia hampir mencetak gol pertama saat melawan Korsel. Saya pun berteriak bahagia.
Saya: (dua tangan terangkat) "GOOOOLLLLL!!!!" (Suara saya mirip orang kejambret daripada senang kali ya)
Tiba-tiba saya mendengar suara langkah kaki yang sangat banyak dari lantai 3 turun ke lantai dua. Para TKYSL bercakap-cakap dengan suara keras, nanya-nanya siapa yang teriak, siapa yang jatuh. Trus mereka lari dong ke bawah dan mendapati saya sedang nonton bola. Uda gitu gobloknya masi nanya pula:
TKYSL : "Kamu jatuh ta? Kamu yang teriak?"
Saya      : "Aku lagi nonton bola. Tadi hampir gol."
TKYSL  : (mulai ngajak ngomong soal bola. Ada yang telat turun dan masi nanya siapa tadi yang teriak. Dikira ada yang jatuh).
Hal yang paling menyebalkan, saat mereka ngajak ngobrol itulah terjadi gol yang sesungguhnya dan saya tidak lihat!!!! Rasanya mau kubotakin tu cewe semuanya.
Kelebayan mereka tidak sampai di situ saja. Pagi ini, saya menggunakan kamar mandi untuk mencuci piring kotor. Itu kan kamar mandi bersama ya. Kalau ada yang sedang di dalam ya udah lu tunggu giliran aja dengan MINGKEM!! Tapi dasar TKYSL pastilah harus ditanggapi dengan lebay.
Dua orang berkumpul di depan kamar mandi, trus ngobrol:
TKYSL 1: " Bla ... Bla... Bla..."(itu yang tertangkap kupingku)
TKYSL 2: " Lha itu sapa yang lagi mandi??!! " (Ini dengan nada kalau ada yang mandi selain mereka adalah sesuatu yang aneh atau ajaib)
TKYSL 1: "ga tau" (nada heran)
Nyebelin aja gitu kalau ada orang yang mau mandi aja mulutnya harus berkicau. Emang itu kamar mandi punya situ? Pakai kamar yang ada kamar mandi dalam aja.
Kira-kira itulah hal-hal yang menyertai keasyikan menonton Garuda Muda berlaga. Tawa dan tangis tak dapat dipisahkan right?
Senang melihat mereka menang, menangis menghadapi teman yang aneh.

12 October 2013

Menjadi manusia normal

Posted by Vany Kadiwanu
Reactions: 
0 comments Links to this post

Pada dasarnya manusia itu makhluk sosial. Jadi kalau ada orang yang bahagia dengan kesendiriannya, pasti ada kelainan dalam dirinya.
Beras yang ditanak menjadi nasi adalah hasil kerja orang lain, petani.
Ikan yang kita makan, hasil tangkapan nelayan.
Baju yang kita pakai, hasil jahitan orang lain.
Bahkan untuk hidup setiap hari kita juga butuh berbicara dengan orang lain.
Kalau ada yang suka ngomong sendiri, perlu dites kejiwaannya.
Hampir 11 bulan saya tinggal di Jakarta. Kota yang paling ramai se-Indonesia. Tapi tahukah kalian bahwa di kota yang ramai ini, saya justru mendapati diri saya menjadi orang yang kesepian. Sangat kesepian.
Hiburan yang bisa saya dapatkan hanya menonton film dan membaca. Tapi lama kelamaan semua itu juga jadi membosankan.
Saya adalah tipe orang yang tidak bisa hidup tanpa teman dan keluarga. Saya bisa hidup tanpa pacar tapi saya tidak bisa hidup tanpa teman dan keluarga. Bukan berarti saya tidak bisa merantau. Ini bukan kali pertama saya merantau ya. Selama 4,5 tahun saya tinggal di Surabaya, 1 tahun di Sangihe. Tapi hanya Jakarta yang membuat saya bosan dan kesepian. Mengapa?
Jakarta adalah kantung uang. Jakarta adalah pusat segalanya. Tetapi Jakarta membuatku terfokus pada kerja, kerja, kerja. Bahkan liburan pun mau tak mau harus bekerja. Jakarta seperti membeli hidupku. Tidak ada waktu untuk sekedar hang out dengan teman-teman. Tidak bisa mengenal tetangga rumah karena semua orang sibuk. Believe it or not, bahkan saya tidak kenal tetangga kamar di kost.
Pulang malam, begadang kerja tugas karena dateline, tertutup dari berbagai kegiatan sosial.
Hal yang sedikit banyak menolong hanya gereja dan komsel. I love my church and my cell group.
Mereka penetral hidupku yang individualis di Jakarta.
Kembali pada hakikat kita sebagai makhluk sosial, terutama saya yang tidak bisa hidup tanpa teman. Sadar atau tidak, saat ini saya dan mungkin beberapa dari kalian merasakan bahwa teman kita lebih banyak yang berwujud virtual. Teman fb,twitter,path,instag dll bisa ratusan bahkan ribuan, tetapi berapa banyak dari mereka yang benar-benar ada dan meluangkan waktu untuk bertemu secara langsung dengan kita? Saya yakin tidak banyak.
Jujur saya merindukan saat-saat berkumpul dengan teman di lapangan samping rumah, di teras, warung bakso, warkop, kampus, bercengkrama dengan tetangga di rumah maupun di tepi pantai (waktu di Sangihe, tinggalnya di tepi pantai). Saya juga merindukan masa-masa memberi pelajaran tambahan untuk anak-anak, berperahu dan memancing bersama mereka. Saya kangen duduk di depan TV bersama Bapa, bermain bersama kedua adik saya, berkumpul mengurus taman baca bersama teman di Sumba, makan di dermaga lama bersama sahabat, dan masih banyak lagi yang lainnya. SAYA BAHKAN KANGEN DIGIGIT KEPONAKAN yang kanibal.
How i miss my normal life. How i miss my family and friends. I have to end my individual life. I need to go back to normal so i can be human.

06 October 2013

Financial Freedom (JPCC)_sebuah catatan khotbah

Posted by Vany Kadiwanu
Reactions: 
0 comments Links to this post

Greedy itu merupakan sikap hati bukan berapa banyak isi kantong kita.

Kita bisa saja punya banyak uang tapi masih ingin hal yang lebih. Hal iini seringkali disebabkan karena kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain. Menginginkan apa yang orang lain miliki.

Hidup ini tidak tergantung akan hartamu. Kadang harta menjadi suatu hal yg menguasai kita bukan sebaliknya. Contoh: Seorang pastor yang menyampaikan cerita ini bercerita kisahnya. Pada awal pernikahannya, ia dan istri tidak memiliki banyak uang. Semua perabotannya adalah barang bekas, termasuk sofanya. Makan, tidur, lompat-lompat di atas sofa tidak masalah. Mau bakar-bakaran disitu juga tidak masalah. Sampai suatu kali, mereka mendapatkan uang lebih dan membeli sofa baru. Sejak saat itu, istrinya membuat peraturan baru. Tidak boleh duduk di situ, bahkan melihatpun jangan! Hahaha...

Itulah contohnya. Berikutnya mengenai kekuatiran terhadap uang. Kuatir tentang uang menjauhkan kita terhadap Tuhan. Saat kita kuatir tentang uang, kita kehilangan perhatian untuk orang lain yang juga membutuhkan. Kit hanya fokus tentang diri kita sendiri. Gimana kita bisa mendapat lebih dan lebih. Jika kalian membutuhkan sesuatu menaburlah. Berilah maka akan diberikan padamu. Tuhan tidak pernah berhutang kepada kita. Kalian tidak akan menemukan orang yang suka memberi merasa tidak bahagia. Survey di Amerika membuktikan bahwa orang yang suka memberi justru mereka yang berkekurangan.

Ada satu lagi kebiasaan berkaitan dengan uang. Kemurahan hati itu adalah tentang sikap hati bukan tentang berapa banyak yang kita miliki. Mulailah memberi sejak dari kondisimu saat ini. Karena buat Tuhan kalau dalam hal kecil kita tidak bertanggung jawab apalagi buat hal besar.

Financial Freedom. TUHAN tidak melarang kita untuk punya uang. Yg salah ketika uang itu menguasai hati kita. Berapa banyak pun yg kalian miliki tidak akan pernah cukup. Yesus berkata pakailah apa yg kta miliki untuk menolong orang lain.

Berikut ini adalah panduan yang bisa kita pakai:
1. Jgn mencari kepuasan di dalan uang. Uang tidak dapat membuatmu bahagia. Hanya Tuhan yang mampu membuat kita bahagia. Jangan sampai harta menjadi harga dirimu.

2. Kau akan lebih menikmati hidupmu jika kau memberi. Menerima bukan hal yg jahat. Tapi jika kau menginginkan yg lebih, belajarlah untuk memberi. Menolong orang yang bahkan tidak bisa memberi balik kepada kita. Jangan lupa juga soal perpuluhan. Perpuluhan itu adalah mengenai mendahulukan Tuhan dan menunjukkan apa yang kita percaya.

02 October 2013

THE GREAT GATSBY

Posted by Vany Kadiwanu
Reactions: 
0 comments Links to this post
“Apakah ini adalah asal muasal salah satu produk pelicin rambut pria yang terkenal itu?”


Pada awalnya, saya berpikir demikian. Ternyata saya salah besar. Film ini adalah penggambaran sifat jelek manusia. Pesta, kekayaan, cinta terlarang (eciee) dan penghianatan.
Film ini dikisahkan dalam alur berputar. Akan ada saat cerita tersebut menggunakan alur flashback lalu kembali ke masa kini dan berlanjut ke masa depan.
Seorang pria bernama Nick Carraway berada di suatu ruangan, menceritakan mengenai seorang pria bernama Gatsby. Saat ia bercerita, ia mendapati dirinya tidak sanggup melanjutkan pembicaraan mengenai Gatsby. “Then write about it!” kata lawan bicaranya. Seolah mendapatkan ide cemerlang, ia pun mulai tenggelam dalam dunia masa lalu dengan pikiran dan jari yang selaras, mengetik kisah mengenai pria yang bernama Gatsby.
Singkat cerita, Gatsby adalah seorang kaya yang sering mengadakan pesta besar di istananya. Tidak ada satu pun orang yang ingin melewatkan pestanya. Pesta Gatsby selalu meriah dan mewah. Banyak orang penting berseliweran di dalamnya. Tidak ada yang pernah tahu apa pekerjaannya, dari mana kekayaannya, dan kisah hidupnya yang sebenarnya. Hanya Nick yang mendapat kesempatan untuk mengetahui segalanya tentang pria itu. Bukan tanpa alasan mengapa Gatsby selalu mengadakan pesta besar dan membeli rumah di daerah tersebut. Semua disediakannya untuk mendapatkan kembali cintanya yang telah hilang, Daisy. Seorang wanita cantik yang kini telah menikah. Tetapi hal tersebut tidak menghalangi Gatsby untuk mendapatkan obsesinya. Dia sangat mencintai Daisy dan akan melakukan apa pun untuk mendapatkannya kembali.
Sayangnya, semua yang direncanakan Gatsby, semua harapannya musnah seketika pada suatu malam. Tidak hanya itu, malam itu Daisy melakukan suatu hal yang pada akhirnya ditanggung oleh Gatsby. Semua hal ini berujung pada kematian. Daisy dan suaminya Tom, bahkan semua orang yang pernah menikmati keramahan Gatsby, tidak seorang pun mengunjungi rumah apalagi menghadiri pemakamannya. Hanya Nick, hanya dia seorang yang benar-benar peduli.
Jika kalian ingin mengetahui lebih banyak, lebih baik tonton sendiri filmnya. Banyak hal yang saya pelajari dari film ini. Bahwa kekayaan tidak dapat mengembalikan masa lalu, orang maupun perasaan itu dapat berubah, cinta dapat menjadi obsesi, dan manusia dapat melemparkan kesalahan pada orang lain untuk hidup bebas masalah. Dalam kesulitan, akan terlihat siapa teman atau orang yang benar-benar peduli pada kita, terlepas dari semua kekayaan atau apa pun masa lalu kita. The Great Gatsby adalah film yang sangat baik untuk berkaca.

42 movie review by ASK

Posted by Vany Kadiwanu
Reactions: 
0 comments Links to this post
Based on true story. Kisah seorang atlit afro american yang hidup pada jaman diksriminasi. Black people must sit at the back, black people the second place of everything, 1945. Jaman yang benar-benar saya benci.


Ada banyak adegan yang menggambarkan bagaimana diskriminatifnya perlakuan terhadap orang negro. And i hate it!! I hate white people at that time. Salah satu contoh sederhana, di Bandara ada ladies room dengan tulisan WHITES ONLY. It is ridiculous!!!
Contoh lain, pada saat di bandara, tiba-tiba mereka diminta untuk membatalkan penerbangan dan dengan seenaknya, kursi mereka diberikan kepada dua orang kulit putih yang datang kemudian. OMG, betapa hebatnya mereka bisa menahan diri. Jika saya ada di posisi mereka, i can not hold it. I'll make sure someone had to got hurt.
Akhirnya mereka naik bus.
Ini adalah kisah, Jackie Robinson,orang afro american pertama yang menjadi atlit baseball untuk klub ternama Dodgers. Segalanya disediakan untuknya, semaksimal mungkin agar setara dengan yang lainnya dengan satu persyaratan : mampu mengontrol emosinya terhadap orang-orang yang mendiskriminasinya.
Apa yang spesial menjadi satu-satunya pemain baseball berkulit hitam? Well, pada jaman itu, hal ini berarti membuka kesempatan bagi kulit hitam lainnya untuk mendapatkan kesempatan yang sama. That means a lot!
Hal ini sama halnya dengan ketika kamu menjadi pioneer akan suatu perubahan positif di mana pun kamu berada, hal itu akan berdampak positif bagi lingkunganmu.
Kembali pada film 42. Bertanding di lapangan membutuhkan konsentrasi dan mental yang teruji. Bagi Jackie, dia butuh dua kali lebih kuat dari atlit pada umumnya. Mengapa? Tentu saja karena diskriminasi. Dia harus tahan ejekan penonton dan tetap konsentrasi. Untunglah dia berkulit badak. Seorang anak kecil berdoa dari tempat duduk khusus untuk kulit hitam : God please let him show them what we can do.
Yeaa..talent and hard work ga butuh warna kulit bro!! Ga ada hubungannya. Apapun warna kulitmu, apa pun latar belakangmu, percaya diri dan lakukan yang terbaik yang kau bisa.
Sebenarnya kisah ini mirip sama stereotype orang terhadap orang timur. Miskin, kasar, hanya bisa mabuk-mabukan dan tidak punya kemampuan. Well i can tell you this: Anak muda dari timur sedang berjuang demi daerahnya. Dua kali lipat usahanya dibanding yang telah menikmati kenyamanan.
Back to the movie : apakah Jackie berhasil mendapatkan respek dan kesetaraan? Jika ya, bagaimana ia mendapatkannya? Hal baik apa yang dapat kita ambil dari kisahnya? Silakan tonton sendiri ya. 42!
 

Sketch of my hands Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea