10 July 2013

Bapa, pahlawan hidupku.

Posted by Vany Kadiwanu
Reactions: 
0 comments Links to this post

Teringat jaman kuliah dulu. Tanpa alasan, saya bisa menangis hanya mendengar suaranya.

Setiap langkah yang kuambil dalam hidupku, semuanya pasti atas dasar ingin membanggakannya.

Dia adalah orang yang tidak pernah sekali pun mengeluh tentang pendidikanku.

Dia orang yang selalu khawatir apakah aku masih memiliki persediaan uang atau tidak.

Dia adalah orang yang selalu mendukung kegiatan yang kuikuti. Dia orang yang selalu mendorongku untuk maju.

Dia adalah orang yang rela mengorbankan segalanya demi masa depanku.

Dia pahlawanku

Dia anugerah dari Tuhan untukku

Dia adalah Bapa.

07 July 2013

Welcome Home!!

Posted by Vany Kadiwanu
Reactions: 
0 comments Links to this post
Andi : Aku lebih suka gereja yang hening. Gak suka yang ribut-ribut. Kayak orang kesurupan.
Anto : Aku ga suka gereja yang nyanyinya kayak orang ga niat. Ngantuk.


Pernah tidak kalian berada di posisi Andi dan Anto? Saya yakin pernah. Dulu, saya pernah berada di kedua posisi itu. Tetapi seiring waktu berjalan, saya menyadari esensi dari beribadah itu sendiri. Bagaimana kita bersekutu dengan Tuhan di rumahNya. Terlepas dari bagaimana pun tata ibadah gerejanya. Lebih ke sini lagi, saya menyadari satu hal yang baru juga. Hal ini akan saya jelaskan dalam tulisan ini.

Saya pribadi sangat jarang sekali bisa merasa nyaman dengan suatu gereja. Bukan karena tidak sesuai keinginan saya,tetapi lebih ke bagaimana spirit yang tampil ketika beribada di gereja itu. Satu gereja yang membuat saya merasa dekat dengan setiap orang meski tidak mengenal mereka adalah JPCC, Jakarta. Kedua, ada sebuah gereja yang masih beribadah dengan gaya yang tenang tapi sama sekali tidak membuat mengantuk, GKI Bromo, Malang. Gereja yang kedua ini, meski lagu yang dinyanyikan adalah Mazmur dan Kidung Jemaat, tetapi ibadah sama sekali tidak membosankan. Itu karena segenap Jemaat menyanyi dengan semangat. Tidak asal menyanyi karena terlanjur ada di gereja.

Hal yang saya sadari adalah, seperti apa tata ibadah gereja itu, yang menentukan bagaimana berjalanannya ibadah, memberkati atau tidak, adalah partisipasi segenap warga gereja. Mulai dari pelayan Tuhan hingga Jemaat. Semua harus sungguh-sungguh.
 

Sketch of my hands Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea