Everything I See in This World. I see, i write, i draw, and i picture it

20 November 2012

KALAMBA Village, East Sumba, Indonesia

20.11.12 Posted by Vany Kadiwanu No comments
 Journey to Kalamba 

 Journey to Kalamba 2

 Journey to Kalamba 3

 The Children

 The Children 2

 The Children 3

 The Children 4

 The Children 5 (a child who is given to another people because his parents can't afford his education)

 it's me :p

 The Children 6 (They have to walks meters to get water)



 

Road home from Kalamba : Buried out :'((

pict i'd taken for World Vision Indonesia, East Sumba Area Development




AN 1NVISIBLE SI9N (Jessica alba's film)

20.11.12 Posted by Vany Kadiwanu No comments
-->


picts taken from google images
There were two things i loved more than anything in this world. Running and math. My dad is mathematician. Loving math means loving my dad.

Ada seorang anak yang sangat mencintai matematika. Darimana rasa cinta pada mata pelajaran yang dianggap rumit ini tumbuh? Dari ayahnya. Ayahnya adalah seorang matematikawan dan anak ini mendapatkan rasa aman dan nyaman dari angka-angka. Ia bahkan mengetuk-ngetukkan buku jarinya ketika gugup. Setiap ketukan memiliki arti dalam bentuk angka.

Suatu hari, ayah yang sangat diidolakan dan dicintainya jatuh sakit. Lebih mirip penyakit mental. Anak ini begitu sedih. Dia membuat suatu perjanjian dengan alam semesta, bahwa ia akan memberikan/berhenti melakukan semua yang ia sukai dengan syarat ayahnya akan kembali normal.

Ia berhenti mengonsumsi cemilan, ke bioskop, berteman, dia bahkan berhenti berlari. Ia mengekang semua keinginannya. Ketika ia mulai menyukai sesuatu, ia berusaha menghancurkannya sendiri. Satu-satunya hal yang tak dapat diacuhkannya adalah angka. Baginya, angka adalah harapan. Anak ini terus bertumbuh dalam kesendiriannya, kesepiannya, sampai suatu waktu ibunya berusaha untuk membuatnya kembali ke dunia nyata. Ia diusir dari rumahnya agar memiliki teman dan pekerjaan. Hidup layaknya orang yang lain.

Memang tidak mudah pada awalnya. Tetapi lama-kelamaan ia mulai terbiasa. Semuanya berkat kesempatan yang didapatkannya untuk menjadi guru matematika di sebuah sekolah dasar. Mulanya ia tidak yakin bahwa ia dapat menjadi seorang guru. Namun ada suatu kalimat bagus yang diucapkan kepala sekolah kepadanya:
No one is a teacher until they are a teacher

Hari-hari menjadi seorang guru matematika pun dimulai. Di hari pertamanya sebagai guru, ia menyadari bahwa kelasnya mengajar, dahulu adalah kelasnya diajar. Ia memiliki seorang guru matematika yang sangat disukainya, seorang guru yang setiap hari selalu menggunakan kalung berbandul angka. Angka pada bandulnya akan tinggi bila perasaannya sedang baik dan sebaliknya.

Ketika menjadi seorang guru, hal-hal yang disukainya dari matematika ditransfernya kepada murid-muridnya. Dimulai dengan mendekorasi ruang kelas dengan angka berwarna-warni, aneka kreasi dan lucu-lucu. Angka terlihat bergitu menyenangkan di kelasnya. Begitu pun berbagai simbol dalam matematika dibentuknya menjadi benda-benda dekorasi dalam kelas.

Ketika mengajar, pencinta matematika yang disapa Ms. Gray ini memulai dengan sebuah permainan. Contohnya permainan sederhana seperti menyebutkan nama dengan angka favorit mereka. Kemudian dua sukarelawan dari murid akan ditunjuk maju ke depan dan membentuk tubuh seperti angka kesukaan mereka. Contohnya Levan =1 dan Susan = 7. Berapa jumlah Susan ditambah Levan? Jawabannya adalah 8. Kemudian ia akan bertanya di depan kelas siapa yang ingin menjadi angka 8 dan siapa yang ingin menjadi tanda tambah. Permainan berhitung yang menyenangkan bukan? Ia menamainya, Penjumlahan Manusia.
Ms. Gray mulai menemukan keceriannya melalui mengajar.

Seorang anak terlihat mulai menyukai matematika, namanya Lisa Venus. Pada suatu Jumat, ia datang dengan kepala bermahkota plastik rakitannya sendiri. Ia menyebutnya sebagai perwujudan angka nol. Ada suatu argumen yang menarik disini:
Ann: It is not from nature, it’s a man made
Levan: Plastik is a man made, and man come from nature
Lisa: yes, that’s right.
Lisa kemudian menjelaskan mengenai keistimewaan angka nol. Semua angka yang dikalikan dengan 0 hasilnya 0. Semua angka yang dijumlahkan atau dikurangi dengan 0 hasilnya, bilangan itu sendiri.
Anak-anak berebutan ketika ditanya siapa yang ingin maju ke depan dan menceritakan angka yang ditemukannya dari alam Jumat depan.

Banyak hal menarik yang bisa kita amati dalam film ini. Terutama bagi seorang guru. Bagaimana membuat suatu mata pelajaran menjadi menarik bagi anak-anak. Kita juga akan melihat bagaimana seru dan menyenangkannya belajar sains di film ini.

Hal yang saya pelajari dari film ini adalah sebagai berikut:

Apa yang dicintai atau dibenci seorang anak merupakan refleksi dari apa yang ia lihat pada diri orang tuanya, atau salah satu orang tua terdekatnya. Bila anak Anda tidak menyukai matematika atau suatu hal tertentu, dan Anda tidak mengoreksi diri sebelum memarahinya dan mencecarnya dengan berbagai nasihat, maka Anda adalah orang tua yang egois.

Bagi para guru, rasa cinta anak terhadap suatu mata pelajaran juga tergantung di tangan kita. Bila kita mencintai bahan yang kita ajarkan, mengemasnya menjadi sesuatu yang menyenangkan, menunjukkan kecintaan kita terhadap mata pelajaran itu, maka anak-anakpun akan tertular rasa cinta itu. Mereka bukan bodoh, tetapi mereka butuh dipikat.

TAROTAHLIA

20.11.12 Posted by Vany Kadiwanu No comments
pict taken from google images

Novel metropop ini menceritakan seorang fresh graduate yang sering bermasalah dalam pekerjaan.
Ternyata masalahnya ada pada sifat si Thalia, gadis tokoh utama yang punya temperamen tinggi.
Thalia, adalah seorang gadis yang lugas dan jujur dalam menyampaikan pendapatnya. Tentu saja sifatnya ini sangat tidak cocok dengan berbagai pekerjaan yang ditekuninya, yang sebagian besar berhubungan dengan pembeli.


Thalia anak tengah yang selalu merasa dibandingkan dengan kakaknya yang super tertata dan wanita karir sukses bercalonsuamikan seorang dokter spesialis kandungan. Ia juga merasa iri karena adiknya yang cantik, terkenal dan kaya. Adik thalia adalah seorang bintang iklan dan sinetron terkenal.


Dalam kebingungannya, ia pun meminta pertolongan sahabatnya, Bella, lagi-lagi seorang wanita cantik dan sukses dalam pekerjaannya sebagai seorang konsultan bisnis.


Bella akhirnya mendorong Thalia untuk menggunakan Indra keenamnya sebagai sumber penghasilan.
Dengan packaging yang fresh sebagai konsultan spiritual (sebenarnya bahasa umumnya dukun, tetapi inilah packaging yang ditawarkan Bella), Thalia mulai meraup banyak untuk dan memiliki banyak koneksi serta mulai tenar. Namun ternyata semuanya itu membawanya pada suatu ketidakbahagiaan. 


Dalam buku ini ada kisah pencarian masa depan, persahabatan, cinta segitiga dan bisnis. Bagi pembaca usia 22 ke atas pasti akan menyukai novel ini.
Kurekomendasikan. Dijamin akan ketagihan membaca sampai selesai