Everything I See in This World. I see, i write, i draw, and i picture it

04 December 2010

TOILET TERKUNCI

4.12.10 Posted by Vany Kadiwanu 2 comments
(pict taken from google.com)



Pagi-pagi bangun, hendak buang hajat
Hajatan kecil
E-e-eh...pintu toilet terkunci
Coba dibuka pake kunci yang tergantung di pintunya
KAGAK BISA
Ada 3 buah kunci
SEMUANYA GA BISA
Udah kebelet

Muncul pikiran untuk menggunakan kamar mandi saja
Tapi, integritas melarangku: "Harap tidak buang air kecil di kamar mandi"
Itu tulisan yang saya tempel di pintu kamar mandi kos beberapa waktu lalu dikarenakan bau pesing yang merebak

Kucoba bertahan
5 menit, terasa menyiksa
Akhirnya kuputuskan untuk 'Break free'
Toh, ini bukan karena keinginan saya tapi faktor keadaan
Daripada saya sakit atau ngompol

Sekarang rasanya sudah lega
Entah kenapa pula saya ingin menuliskannya di blog
Hahahaha....

Evelyn (Based on true story)

4.12.10 Posted by Vany Kadiwanu No comments
(pict taken from google.com)

Lord God,
You guide the universe with wisdom and love
Hear the prayer we make to you for our country
The Beautiful country of Ireland
Through the honesty of our citizens,
and the wisdom of those who govern us
May lasting peace be delivered
And truth and justice flourish
Amen

Tuhan,
Kau yang memimpin alam semesta dengan kebijaksanaan dan cinta
Dengarkanlah doa kami bagi negara ini
Negara kami yang indah, Irlandia
Melalui kejujuran warga negara kami,
dan hikmat orang-orang yang memerintah kami
semoga kedamaian abadi kami dapatkan
dan kebenaran serta keadilan dapat berjalan dengan baik
Amin

temans, maaf ya kalau terjemahannya kurang oke. Tapi saya yakin kalian semua mendapatkan inti dari doa ini. Tau ga kalau doa brilliant ini diucapkan oleh seorang anak kecil bernama Evelyn di ruang sidang pada tahun 50an di Irlandia.

Mari kita lihat kebelakang, kenapa ni anak kecil satu bisa ada di pengadilan.

Sebuah keluarga miskin yang terdiri dari ayah (Pierce Brosnan), Ibu, seorang anak perempuan dan dua anak laki-laki tinggal di sebuah rusun di Irlandia. Mereka adalah keluarga yang menganut agama katolik.

Kemiskinan membuat si istri berselingkuh dan lari bersama pria lain meninggalkan suami dan anak-anaknya yang masih kecil. Anak yang sulung ya si evelyn itu. Usianya mungkin 8 atau 9 tahun. Bisa dibayangkan adiknya masih lebih kecil lagi. Mama macam apa yang ninggalin anaknya dan lari dengan pria kaya ke Australia? Memalukan! (maaf saya EMOSI)

Oke lanjut.
Singkat cerita, di Irlandia, negara yang katolik abiss ada aturan hukum yang menyatakan kalau seorang ayah tidak dapat membiayai anak-anaknya dan tidak didampingi oleh seorang istri, maka anak-anak diurus sama negara.
Kok mirip sama "anak yatim, janda, dan fakir miskin diperlihara oleh negara" ya?
Tapi ga sama kayak Indonesia, Irlandia benar-benar melaksanakan aturan yang mereka buat.
Anak yang cewe si Evelyn berdasarkan keputusan hakim masuk sekolah asrama putri dan yang dua cowo adiknya masuk sekolah asrama putra.

Karena film yang saya tonton ini teksnya pake bahasa inggris saya jadi kurang mengerti kenapa anak-anak si ayah ini tidak dikembalikan setelah ayahnya sudah punya pekerjaan.
Dugaan saya, kalau tidak salah, ada aturan di Irlandia bahwa orang tua harus ayah dan ibu. Tidak boleh ayah doang.

Karena cintanya yang begitu besar kepada anak-anaknya, meski uangnya pas-pasan si ayah ini berjuang di meja hijau untuk mendapatkan anaknya kembali. Kasus ini keliatan simpel bagi kita. Tapi bagi warga negara Irlandia, kasus ini adalah suatu kasus yang mustahil dimenangkan. Karena sama artinya dengan melawan gereja dan melawan pemerintah.

Tapi saya ingat si ayah bilang, "all i know is Daniel beat Goliath" (kata-kata yang mengandung harapan)
Hal ini dia ucapkan waktu pengacaranya bilang, ini kasus kayak melawan Goliath. Dalam artian hopeless.

Dalam film ini, emosi kita bakal di bawa ke arah:

Kasih Ayah ga kalah sama kasih seorang ibu.

Hal simpel yang sering kita lupakan. Dunia selalu membuat suatu setting bahwa kasih ibu adalah kasih yang terbaik. Sebenarnya kasih mereka itu sama. Setara. Tergantung orangnya sih. Intinya kita diingatkan lagi bahwa seorang ayah berjuang dengan segala kemampuan yang dimilikinya sebagai seorang laki-laki, untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya.

Jujur saya sendiri jadi ingat Bapa saya waktu ntn film ini. Pengen sekali saya ceritakan keseluruhan kisah di film ini. Tapi lebih baik kalian nonton sendiri saja. Siapkan tissue ya. Saya nangis soalnya nonton film ini. Apalagi based on true story. Kita tahu cerita ini pernah terjadi di dunia nyata.

Terakhir sebelum saya lupa, saya juga belajar bahwa ketika Tuhan di pihak kita, hal yang mustahil bisa jadi kenyataan. Bahkan ketika kau tidak punya referensi apa-apa atau jaminan bahwa kau akan berhasil. Ora et labora saja alias bekerja dan berdoa. Maka yang terbaik akan diberikanNya

01 December 2010

The Bucket List

1.12.10 Posted by Vany Kadiwanu 2 comments

It's difficult to understand the sum of a person's life
Some poeple will tell you that it measured by the ones left behind
Some believe it can be measured in faith
Some say by love
Other folks say life has no meaning at all
Me?
I believe that you measure yourself by the people who measured themselves by you
What i can tell you for sure
Is that, by any measure
Edward Cole lived more in his last days on Earth than most people managed to wring out of a lifetime
I know that when he died his eyes were closed and his heart was open
(opening monolouge in The Bucket List Movie/picts taken from google.com)


Itu dia monolog yang membuka film "the bucket list"
Temen-temen, boleh tidak saya sedikit subjektif? Saya harus bilang ni pilem oke punyaaah!!

Hal yang jadi poin utama waktu nonton ni film, "Apa sih yang pengen saya lakukan sebelum saya mati?"
Pernah ga kau mikirin hal ini? Benar-benar mikir loh ya. Bukan sekedar terlintas di pikiran.
Soalnya, menurut saya ketika kau benar-benar berpikir mengenai hal ini, kau akan tahu apa yang kau ingin sepanjang sisa hidupmu.
Jangan sampe kau malah jadi orang yang hanya hidup seperti berjuta-juta manusia lainnya tanpa arah, tanpa suatu dampak, atau tanpa melakukan hal-hal yang seharusnya bisa kau lakukan. Yaaah...saya tahu ini susah. Tapi setidaknya dicobalaaah...
Okay, sudah cukup berputar-putar, kalian pasti sudah tidak sabar mau tahu garis besar film ini.

Alkisah ada dua orang tua yang sama-sama kena kanker.
Mereka sekamar.
Uniknya, mereka berdua adalah orang yang berbeda dalam segala hal.

Carter adalah seorang afro american, bekerja di bengkel, pernah kuliah sejarah tapi putus tengah jalan karena pacar yang menjadi istrinya hamil, orang yang memiliki iman kuat, sangat mencintai istri dan keluarganya serta orang yang pandai bergaul.

Edward adalah seorang amerika (white), billionare alias konglomerat (tu RS tempat dia dirawat malah punya dia), merintis bisnis dari nol sejak usia 16 tahun, selalu gagal dalam pernikahan, tidak percaya Tuhan, hidup sendiri hanya ditemani seorang asisten yang setia.

Pertemuan mereka ini lucu banget. Soalnya, si Edward ni orangnya ga bisa gaul. Terlalu selfish. Waktu berlalu dan si Edward sama si Carter akhirnya mulai akrab. Lucu aja ngeliat dua orang tua sekarat ini menghabiskan waktu bersama. Adegan awal mereka akrab menurut saya cukup kocak. Mesti liat sendiri deh. Soalnya kocaknya tu implisit. Jadi kalau saya jelaskan juga tar ga asik lagi pas kalian nonton. Tugas saya kan cuma ngasih tahu garis besarnya doang. Hahahaha... Mulai penasaran ga?

Nah, lanjut ya...
Pada suatu pagi, si Edward menemukan secarik kertas kuning di lantai. Ternyata itu punya si Carter. Sudah kusut-kusut gitu kertasnya. Dibuang rasanya sama si Carter.
Pas lagi asik-asik baca, eh si Carter bangun trus liat.
"Loh, itu kan punya gw. Balikin ga?!" kira-kira gitu dah kalau dalam bahasa Jakarte dialog si Carter.
Si Edward pada dasarnya orangnya emang nyolot. Dia cuma bilang, "Loh, gw kan nemunya di lantai. Udah remek lagi. Artinya dah dibuang dong," akhirnya si Carter menyerah.

Ternyata kertas itu yang namanya bucket list. Daftar hal-hal yang mau dilakukan si Carter sebelum meninggal.
Ngeliat daftar itu, si Edward tertarik. Dia akhirnya ngomongin ide gila buat ngelakuin hal-hal di kertas itu, juga nambahin beberapa hal yang menurut dia oke juga buat dilakuin. Awalnya si Carter ogah. Tapi setelah dibujuk sama si Edward, akhirnya ni tua satu mau juga. Hahaha...

Disini serunya, pas dua orang tua peot itu melakukan berbagai hal yang....YA OWLOOOOH...GILA!!
Cuma itu petunjuk yang bisa saya kasih. Kalau mau tau hal gila apa yang saya maksud, mending nonton sendiri aja deh. Ini film lama kok, tahun 2007 kalau tak salah. Jadi pasti gampang dapet filmnya.

Intinya, pertemuan mereka berdua, waktu hidup yang singkat, the bucket list, arti hidup, ukuran seberapa berharganya hidup seseorang, persahabatan, hal gila, semuanya ngarahin ke satu hal:

"Find the joy of your life! Be someone who can change at least one person's life"


NB: Btw, soundtracknya bagus juga. Saya sudah punya. Gara-gara denger pas filmnya habis. Lagunya keren.