Everything I See in This World. I see, i write, i draw, and i picture it

28 September 2010

The Book of Eli

28.9.10 Posted by Vany Kadiwanu No comments

Film ini, luar biasa aneh bagi saya sebagai orang Kristen pada awalnya. Masa si pemeran Utama, Eli, demi mencapai tujuannya selalu membunuh orang-orang yang dijumpai.


Yaaah, meskipun yang dia temui itu orang jahat, tapi bukan berarti harus dibunuh dengan sadis kan?


Dia juga kelihatan emosian. Padahal dia percaya Tuhan dan beriman. Tapi kok ga ada buah-buah roh sih?


Mungkin karena kondisi ya? Soalnya dia tidak punya pilihan selain menjadi seperti itu demi menuntaskan tugas yang diberikan Tuhan ke dia.

Tapi di salah satu dialognya, Eli berkata "Selalu ada pilihan"


Bingung juga, tapi rasanya kalau hidup di jaman seperti Eli hidup, hanya hukum rimba yang bisa buat dia bertahan dan menuntaskan tugasnya.

Tapi katanya dia bakal disertai dan dilindungi Tuhan sampai akhir ia menyelesaikan tugasnya. Film ini bikin orang yang tidak tahu kristen jadi mempertanyakan nilai-nilai kristiani.


Lalu hal aneh lainnya tuh pas dia sampai di satu kota yang sudah berbudaya. Disitu ada bos besar yang memimpin orang-orang di sana dan juga sedang mencari-cari alkitab (The Book of Eli), buku yang dijaga Eli itu.


Si bos pengen buku itu supaya bisa kendalikan dunia dengan kata-kata yang ada disitu.

Si bos berharap kalo bisa dapet tuh buku, dia bisa menyembuhkan hati orang-orang yang putus asa dan tak berpengharapan.


Keliatan punya niat baik dikit kan? Emang sih caranya salah, dia melakukan berbagai cara untuk mendapatkan alkitab itu. Bahkan tidak segan-segan mengorbankan nyawa banyak orang.


Tapi mengapa si Eli ga mau bagi kabar baik dari buku itu? Kan tidak apa kalau kota itu punya minat sama alkitab. Terlepas dari motivasi si bos, Tuhan kan bisa mengubahkan.


Asli ni cerita sangat aneh bagi saya sebagai orang kristen.

Yah, tahu sih kalau Tuhan bilang ke Eli buat bawa tuh buku ke Barat. Bingung juga nih…

Nilai kristen yang bisa saya tangkap dari film ini hanyalah mengenai panggilan hidup.


Eli, menemukan panggilan hidupnya yaitu membawa buku itu ke barat. Tuhan juga berjanji kepadanya bahwa ia akan dilindungi dari apa pun dan siapapun.

Eli memegang janji Tuhan dengan iman.


Mengingatkan saya untuk juga selalu berpegang pada firman Allah dengan iman. No matter what I have to have faith in His words.

Dan terbukti dia selalu disertai hingga mencapai Barat.

Sesampai disana ia menyelesaikan tugasnya dan Tuhan memanggil dia kembali.

Itu aja sih yang bisa saya sharing soal film The Book of Eli

Tidal Wave

28.9.10 Posted by Vany Kadiwanu 2 comments

Ini film Korea yang oke punya. Ini film tentang Tsunami. Saya tidak berada di daerah Tsunami, jadi saya tidak tahu bagaimana perasaan orang-orang yang berjuang menyelamatkan diri dan orang-orang yang mereka kenal atau bahkan tidak kenal ketika bencana itu terjadi. Saya tidak tahu bagaimana perngorbanan mereka yang mati karena menyelamatkan orang lain. Saya Cuma tahu di Aceh telah terjadi Tsunami dan memakan korban jiwa.


Film ini, paling tidak menggambarkan bagaimana situasi dan perasaan orang-orang pada saat itu, walaupun saya yakin pasti situasi dan kondisinya lebih mengerikan daripada film ini.


Film ini mengajarkan kepada saya arti hidup.


Selama kita hidup, pergunakanlah segala kesempatan dengan baik dan selalu buat keputusan yang bijaksana dengan memikirkan orang lain. Berusahalah supaya tidak punya musuh dan ampuni orang yang menyakiti hatimu.

Kalau suka, katakan

Kalau benci, ampuni

Kita tidak pernah tahu hidup ini Tuhan ijinkan sampai kapan kita kecapi.


Banyak sekali yang bisa saya ceritakan dari film ini, tapi akan sangat panjang dan membuat kalian para pembaca beralih ke fb atau twitter. Nonton aja deh "Tidal Wave"


Dalam film ini, kalian akan dibuat tertawa pada awalnya dan pada akhirnya dibuat menangis meraung-raung. Film ini dikemas dengan melibatkan emosi yang jomplang sehingga benar-benar tidak bisa dilupakan.

Saya bahkan tidak ingin film ini selesai waktu menontonnya.


RECOMMENDED!!

Must See Movie!

5 star from me (believe me, I never wrong about rating a movie)

YOU NEED TO SEE THIS MOVIE


Saya suka film yang mengajarkan arti hidup kepada saya. Saya tidak begitu suka film yang hanya mengajarkan tentang cinta atau pembunuhan dan balas dendam disana-sini. I love Inspirational movie. Many of those.

18 September 2010

Love Comes Softly

18.9.10 Posted by Vany Kadiwanu No comments

"The truth about God's Love is not that He allows bad things to happen. It's His promise that he'll be there with us when they do."


These words are being said by Clark to Marty, his wife, when she asked him about why he said that he believe that God always answer his prayers, in fact many bad things happen to him. LOVE COMES SOFTLY, is a film from Hallmark Production. This film tell us about love as a process and knowing by time. It is also tell us about God accompanying in our life.


May be I can tell you the short story about this film. Marty and Aaron, going from east to the west, to find the best place to living and runs their dream family. After so long, they find the best place they're be looking for. But unfortunatelly, that dream sweapt away in the morning. Aaron had a accident that taken his life when he was trying to run after his horse.


It's hard for Marty, of course. Not only because she love him so much, but because she only has Aaron in her life. But God never abandon His child. He is come in everytime we need Him, even when we think this is not the best time for us to get in His way. But that's God! We never know what His plans but we can trust Him.


You know how God came to Marty life? He sent Clark, a widower, in the day when her husband Aaron be laid to rest. In rainy day, after the funeral, Clark came and ask her to marry him. The reason is not about sexual needed, but for his daughter. If Clark doesn’t came that day, Marty will never has a house to take shelter in winter. Clark promises, when the spring coming, he will pay for her travel to going back home (in the east). And because she has no choices, she go.


Clark's daugther name is Missy. She work and play like a boy. She never wear dresses. She had been raise only by love of her father. She doesn’t want new mama. Well, as what you think, Marty and Missy do not have a good relation. And one day, Marty packed her dress and want to go. Clark trying to stop her. But she said, "The lilttle girl hates me. You were right, she does need a mother. But im not the right person" desperately Marty said. But Clark answer is one of the best dialouge that I love in this film, "I know you can find a way to get through her. Because that what's I prayed for" he always believe in the power of pray.


Clark is a mature man, also religius man. He never ask God to do what he wants. He ask God to make him can through all the process and things in his life. That words at the beginning of this writing is very inspiring. We, as human, can not hide from bad things. It can happen to every human. It is a part of life. But we don’t have to regret that, we just need to accept that and believe that God always with us. Just like a father who will do anything for his child when his child is hurt or sad.


I recommended you this film, Love Comes Softly. You will know the whole story, or may be will find much more about life that I write. Watch and get inspired. God Bless You

04 September 2010

Music Can Be Anything (Tulisanku ini dimuat di Majalah Sound Up edisi Juli 2010)

4.9.10 Posted by Vany Kadiwanu , No comments


Musik, entah sejak kapan ditemukan dan diciptakan. Yang pasti umat manusia tentunya sangat bersyukur musik ada di tengah dunia. Musik bisa jadi saluran perasaan yang tak terkatakan, musik bisa jadi teman, musik bisa jadi sumber uang, musik bisa jadi hobi, musik bisa pula jadi sarana kreatif dan aktualisasi diri.

Salah satu pertanyaan mendasar tentang musik, “Apa arti musik bagimu?” Mungkin ada di antara kita yang menjawab musik adalah segalanya dalam hidup, bahasa universal, anugerah Tuhan, dan sebagainya. Seperti yang dikatakan sebelumnya, musik dapat menjadi apa saja. Itu artinya, musik bisa memiliki arti yang beragam atau berbeda-beda bagi setiap orang.

Ketika ada hal yang sukar disampaikan, baik itu kasih tak sampai ataupun emosi jiwa, entah bagaimana musik dapat menyalurkan semua itu dalam harmonisasi nada dan ekspresi lirik yang mengena. Masih ada lagi misteri dalam musik yang tak dimengerti, julukannya sebagai bahasa universal. Entah bagaimana seorang Indonesia yang mungkin hanya mengerti satu bahasa asing, bahasa inggris misalnya, bisa menyukai lagu berbahasa latin, Jepang, Taiwan, Afrika, bahkan lagu-lagu perancis dan musik berbahasa asing lainnya.

Dengan segala misterinya, musik memang adalah anugerah Tuhan yang sangat indah selain kehidupan ini. Tidak hanya mendatangkan kebahagiaan batin tetapi juga materil. Bagi mereka yang bergelut di dunia musik, musik dapat menjadi tambang emas yang tak berujung. Namun seringkali tambang emas ini menghipnotis insan musik melupakan kreatifitas dan kualitas harmoni serta lirik yang disajikan, seperti yang terjadi di Indonesia saat ini. Musik industri semakin merajalela dan menekan idealisme yang dulu pernah jaya sebagai penguasa kerajaan musik.

Di Indonesia, musik melayu yang identik dengan lirik berpantun, cengkok maut serta dikenal sebagai musik khas kerajaan masa lampau, entah bagaimana telah didaur ulang oleh industri. Musik melayu berubah menjadi musik yang turun nilainya di mata pecinta musik idealis namun memikat hati sebagian besar khalayak. Belum selesai demam melayu, saat ini industri musik diramaikan dengan musik daur ulang. Banyak sekali band-band yang menyanyikan ulang lagu-lagu hits lama saat ini.

Terlepas dari masalah industri musik Indonesia, musik bagi khalayak bisa juga menjadi sarana aktualisasi diri. Menjadi cara seseorang untuk menunjukkan karakternya, membingkai citra diri di mata umum. Katakanlah mereka yang ingin mencitrakan diri sebagai seseorang yang keras seringkali menyukai musik rock atau punk. Mereka yang ingin menunjukkan jiwa romantisnya seringkali mengoleksi musik RnB, soul, dan lagu-lagu lama yang romantis sejenis Daniel Sahuleka, Rick Price atau Richard Marx.

Sungguh banyak hal yang bisa dituliskan tentang musik dan penjelmaannya, takkan ada habisnya. Namun semua itu tidak akan cukup dituliskan dalam selembar kertas. Pesan saya, teruslah mencintai musik berkualitas bagi para penikmat musik dan teruslah berkarya bagi para pemusik Indonesia!

Musik: Men/Women's Best Friend (tulisanku ini dimuat di Soud Up Edisi April 2010)

4.9.10 Posted by Vany Kadiwanu , No comments

Layaknya seorang sahabat setia, musik selalu menemani kita dikala sedih, marah, ataupun senang. Musik dapat berubah menjadi sesuatu yang kita inginkan atau butuhkan. Ketika kita sedih, musik akan berubah melankolis, ketika kita marah, musik akan berubah menjadi hentakan keras, dan ketika kita senang, musik akan semakin menambah keceriaan kita dengan nada-nadanya ceria. Namun apakah harus selalu begitu?

Ketika kita sedang merasa sedih, tanpa sadar kita mendengarkan musik yang melankolis. Ketika dewa amarah menaungi kita, musik dengan hentakan keras seakan mendukung kita dan menolong menyalurkan rasa amarah yang ada dalam diri kita. Dalam kegembiraan sebuah pesta, balutan musik yang membuat ceria pun menyelimuti hati setiap orang yang sedang berbahagia. Di sudut lain, musik juga bisa membuat kita mendekat pada Tuhan.

Sadar atau tidak, musik selalu menemani kita dalam kondisi hati seperti apapun. Musik tak akan lari, dia selalu ada, menemani, memberikan kita masukan lewat lirik-liriknya, baik itu positif ataupun negatif, menenangkan ataupun semakin membakar emosi kita lewat alunan atau hentakan nada yang diberikannya. Sebagai sahabat, musik memberikan pengaruh besar dalam hidup kita. Dengan musik seperti apa kita bergaul, atau musik seperti apa yang paling banyak kita nikmati akan menetukan seperti apa kita menjalani hari-hari kita.

Boleh dites! Ketika kita bangun pagi, mendengarkan lagu putus cinta, putus harapan dalam hidup, dan segala lagu-lagu yang tidak membangkitkan semangat setiap hari, maka hari kita akan terasa tak menyenangkan. Sebaliknya, ketika kita banyak bergaul dengan musik yang memiliki lirik positif dan membangkitkan semangat sejak pagi hari, maka hari kita akan terasa begitu indah. Banyaknya rintangan yang dihadapi pun tak akan terasa berat untuk dijalani.

Pernahkah kalian mendengar kalimat, “pergaulan yang buruk menghilangkan kebiasaan yang baik?” Inilah salah satu cara pandang yang harus kita terapkan dalah memilih sahabat (baca=musik) yang akan menemani hari-hari kita.