Everything I See in This World. I see, i write, i draw, and i picture it

30 June 2010

Baksos Tanpa Budget

30.6.10 Posted by Vany Kadiwanu 2 comments

Sering ngumpulin baju layak pakai untuk disumbangkan? Atau menggalang dana dan kemudian membeli bahan pokok yang dibagikan gratis? Tradisi-tradisi bakti sosial yang sudah biasa itu telah didobrak oleh geng penilikan Feby Lay dari City of Faith. Mereka punya cara unik untuk berbagi dengan sesama.

Berawal dari inisiatif Feby Lay, penilik di Satelit City of Faith yang kemudian disampaikan dan disambut gembira oleh anak-anak sepenilikannya. Semula mereka sepakat akan mengumpulkan uang dan membeli makanan. Makanan itu rencananya yang akan dibagi-bagikan pada orang yang membutuhkan. Namun, tiba-tiba rencana berubah.

Konsep baru yang ini bisa dikatakan suatu konsep yang mengandalkan tuntunan Tuhan. Bagaimana tidak? Kepenilikan ini melakukan bakti sosial yang dibagi beregu, dengan tiap regu terdiri dari dua orang. Setiap regu kemudian menyusuri daerah siwalankerto dan sekitarnya tanpa target akan ke arah mana. Mereka juga tidak menyediakan satu barang khusus yang akan digotong selama perjalanan dan dibagikan kepada mereka yang membutuhkan. Lalu apa yang mereka bagi?

“Saya ingin saat ini, kita semua belajar untuk mengasihi orang lain. Saya membebaskan kalian memberi sesuai panggilan hati kalian. Kalau kalian melihat pedagang kaki lima, kalian bisa bantu menjualkan dagangannya. Kalau kalian ingin memberi makanan pada nenek-nenek yang lewat juga silahkan,” kira-kira itulah yang disampaikan Febi kepada anak-anak bimbingnya. Tak disangka, aksi ini membuahkan pelajaran berharga bagi setiap mereka yang melakukannya. Satu jam setelah dibebaskan melakukan aksi ini, mereka kembali dan membagikan pengalaman yang beragam.

Ada regu yang bertemu dengan bapak-bapak tua yang bekerja memperbaiki jok truk dan berhasil menyekolahkan tiga orang anaknya di ITS, mendoakannya serta memberi sedikit bahan makanan. Regu lainnya bertemu dengan kakek-kakek yang sedang sakit secara tidak sengaja, memberikan buah tangan, mendoakannya dan melihat Tuhan menyentuh hati kakek itu dengan linangan air mata yang jatuh dari pipinya. Bahkan ada juga yang sampai membantu ibu-ibu pemilik kios berjualan dan pada akhirnya berbagi cerita dan menangis ketika akan didoakan oleh mereka.

Banyak dari mereka mengaku mendapatkan pelajaran untuk selalu bersyukur, peduli dengan sesama, dan selalu berusaha serta berdoa dalam menghadapi hidup (ora et labora). Tidak hanya itu, mereka juga belajar peka dan berbagi baik secara materil maupun moril dengan orang lain. Semoga kegiatan penilikan Feby Lay dari satelit City of Faith ini bisa menginspirasi AoG’ers. God Bless!

Rektorku Pernah Jadi SATPAM

30.6.10 Posted by Vany Kadiwanu No comments

Dalam rangka hari pendidikan, 2 Mei 2010, Rektor Universitas Kristen Petra, Bapak Rolly Intan dihadirkan bagi AOG’ers dan bersaksi tentang kesuksesan. Dalam perjalanan suksesnya, tentu tidak ada dari kalian yang pernah menyangka bahwa beliau pernah berprofesi sebagai Satpam kan?

Di atas langit, masih ada langit. Dan pepatah ini seolah memacu Pak Rolly semasa kecil, untuk belajar segala mata pelajaran di sekolahnya di Ambon. Ia selalu terpacu untuk menjadi lebih pintar daripada gurunya sendiri dan memang berhasil. Hingga pada masa kuliah di Surabaya, ia bertemu dengan dua orang temannya yang jauh lebih pandai darinya. Saat itulah ia sadar bahwa ia bukanlah yang terbaik. Jangan pikir pemuda Rolly ini kemudia patah semangat. Meskipun ia bukan yang terbaik pada waktu itu, namun Tuhan memakai hidupnya untuk menjadi teladan bagi kaum muda dalam bidang pendidikan. Ia lulus dari Teknik Informatika ITS Surabaya lebih cepat dari kedua ‘saingannya’ dan mendapat beasiswa S2 di Universitas Tokyo Jepang. Beasiswa ini ia peroleh karena menjabat sebagai dosen di UK Petra. Ketika Pak Rolly berhasil menyelesaikan program S2, beliau ditawarkan untuk melanjutkan S3 dan disetujuinya. Namun sayang, ia tidak memperoleh beasiswa untuk ini, dan ia pun dibukakan jalan dengan bekerja sebagai seorang satpam di sebuag apartemen mewah di Jepang. Berkat campur tangan Tuhan dan kerja kerasnya, di usia 39 tahun beliau berhasil menyandang gelar Professor. Dan diakuinya pula bahwa ia tidak pernah menyangka akan menjadi Rektor seperti saat ini. Semua yang dilakukannya hanyalah menuruti apa yang Tuhan mau. Dan Tuhanlah yang menuntunnya ke segala hal yang ia capai hari ini.

Kamu tuh beda dengan saya

30.6.10 Posted by Vany Kadiwanu No comments
Sketch from my hands

Semua tentang perbedaan pemikiran. Ada yang suka menuruti apapun yang dikatakan oleh orang yang memiliki kedudukan lebih tinggi, ada juga yang bandel dan sukanya bandel dan ga suka diatur. Mana yang lebih baik?

Pasti kebanyakan orang yang mengatakan kalo yang penurut tuh yang oke, yang baik. Padahal, ga selamanya juga begitu. Semuanya tergantung sikon. Jangan sampe kita jadi korban cuci otak ato intimidasi berbulu domba.

Ada kalanya, ketika berada dalam suatu organisasi atau semacamnya, pokoknya yang ada sistemnya, sistem adalah kebenaran. Apapun yang melanggar sistem dianggap sebagai suatu kesalahan. Mereka yang tidak menjalankannya dianggap pemberontak. Hal negatif lainnya adalah dalam setiap sistem pasti ada alur komunikasi, baik up atau pun downward communication.

Downward communication yang maksudnya adalah komunikasi ke bawah tentu rentan dengan yang namanya gangguan atau noise. Adakalanya bawahan yang memiliki bawahan dan itu artinya dia termasuk pemimpin dibawah yang membuat sistem, mengartikan sistem dengan cara yang salah atau kaku sehingga menyebabkan anak buahnya tertekan.

Sungguh saya ingin melanjutkan tulisan ini lebih lanjut dan detail. Tapi sangat berbahaya. Jadi, segitu saja. Ini sangat berbahaya kalau saya lanjutkan. Saat ini saya hanya ingin sekadar menumpahkan isi hati.

Orang Egois

30.6.10 Posted by Vany Kadiwanu No comments
Sketch from my hands

Saya mungkin bisa dibilang orang egois, whatever! Saya bahkan tidak peduli apa pandangan orang. Saya tahu apa yang saya lakukan. Saya tergabung dengan sebuah kelompok rohani untuk tetap mempelajari firman Allah. Saya juga selalu ke gereja untuk beribadah. Yang saya inginkan hanya Tuhan, bukan posisi atau jabatan dalam gereja. Saya punya pemikiran saya sendiri, dan saya menolak untuk ‘dicuci otak’. Karena penolakan saya itu, mungkin saya telah dianggap pemberontak atau tidak dewasa rohani. Tapi saya ga peduli! Karena bagi saya, saya adalah orang yang bebas, yang mencintai Tuhan dengan cara saya sendiri. Saya tidak mau termakan sistem, tenggelam di dalamnya dan ‘dicuci otak’. Kebanyakan mereka yang formalnya adalah pemimpin hanya menggunakan firman untuk mencapai apa yang mereka inginkan anak-anaknya lakukan. Mencapai tujuan mereka agar terjadi dalam hidup anak-anaknya (mungkin).

Pernah dulu saya ditanyai oleh pemimpin rohani saya, “Van, kamu sebenarnya mau pemimpin seperti apa?”

Jawab saya, “saya tidak pernah menganggap siapapun pemimpin saya. Bagi saya semua sama dan kebetulan aja kamu duluan masuk gereja ini daripada saya,”

Saya rasa kata-kata itu merupakan suatu pukulan telak dan mungkin kasar baginya. Tapi saya ga peduli. Saya hanya menyampaikan apa yang saya mau orang tahu. Saya tidak akan pernah membiarkan orang menguasai saya dan mencekoki saya dengan pemahaman-pemahaman mereka. Saya juga punya otak, saya bisa berpikir mana yang baik dan tidak. Saya punya cara sendiri memahami dan merasakan Tuhan. Saya tahu Tuhan baik, tidak perlu bilang lagi. Saya tahu Tuhan itu ajaib, saya tahu kita harus selalu mengucap syukur, saya tahu kita harus melakukan segalanya untuk Tuhan dengan sebaik mungkin, saya tahu… pelaksanaannya tidak mudah tapi itu pun tidak bisa dibantu karena saya harus mengalaminya sendiri. Intinya, jangan coba-coba mengatur saya akan apa yang harus dan tidak boleh saya lakukan. Itu saja.

Pria Baik Meninggal di Diskotik

30.6.10 Posted by Vany Kadiwanu No comments
Sketch from my hands

Tadi teman saya cerita tentang Managernya yang meninggal sebagai korban kebakaran di sebuah diskotik. Managernya dikatakan adalah seorang manager yang baik hati. Beliau adalah manager yang sangat perhatian terhadap bawahannya dan kematiaannya yang menggenaskan membawa pukulan berat bagi dia dan teman-teman kerjanya. Beliau dikatakan pula sebagai seorang family man. Sangat mencintai anak dan istrinya. Rela meninggalkan pekerjaan apabila istri sakit atau anaknya sakit. Beliau adalah orang asing yang bekerja di Indonesia. Okay, saya sempat kagum. Tapi ada satu yang mengganggu pikiran saya dan membuahkan sebuah pertanyaan, “kenapa matinya di diskotik ya?”

Kita semua kalau dengar nama tempat itu pasti pikirannya udah negatif kan?

Jawabannya, “beliau waktu itu menemani rekannya nonton bola” kan lagi piala dunia nih.

Muncul lagi pertanyaan dalam benak saya, “kenapa harus nonton bareng di diskotik?”

Tapi pertanyaan ini saya simpan di arsip otak saya. Tidak saya muntahkan, karena hanya akan merusak suasana. Hmmmmm…

Mendengar lebih sulit daripada berbicara

30.6.10 Posted by Vany Kadiwanu No comments
pict taken from google

agak kecewa hari ini. bukan hari ini sih. Tapi sejak hari-hari sebelumnya. Teman saya sangat suka bercerita. Dia selalu membicarakan apa pun yang dianggapnya asik meskipun saya tidak merasa itu asik. Tapi sebagai teman yang baik, saya selalu berusaha mendengarkan dengan seksama. Dosen saya pernah bilang kalau orang tuh lebih gampang ngomong daripada mendengar.
Dan sekarang saya mengalaminya.
Saya hanya ingin membagikan sesuatu yang saya anggap menarik. Sebuah penggalan tulisan di sebuah novel. Saya berharap meskipun dia tidak suka, paling tidak dia akan menunjukkan sedikit respek. Tapi, memang benar. Dia bukan tipe yang mau mendengar tapi hanya ingin didengarkan.
Kecewa? tentu saja. ini memberikan label besar untukknya kalau saya ga bisa mengajaknya berbicara mengenai hal yang saya sukai.

29 June 2010

Young And Dangerous

29.6.10 Posted by Vany Kadiwanu No comments

Minggu, 21 Maret 2010 lalu, telah dilaksanakan ibadah Army of God (AOG) Youth untuk kedua kalinya. Ibadah dimulai pada pukul 10.00 WIB bertempat di gedung Jatim Expo Surabaya. Dalam gedung berkapasitas 8000 orang ini, Igor Saykoji dihadirkan untuk bersaksi ditengah jemaat.


Satu jam sebelum ibadah dimulai suasana gedung Jatim Expo telah hiruk pikuk dipadati oleh jemaat yang berantusias mengikuti ibadah. Pemuda-pemudi Kristen dari wilayah Selatan,Utara, Timur, Barat, dan pusat berkumpul jadi satu hari itu untuk memuliakan Tuhan. Dan tidak hanya pemuda-pemudi saja, ada pula para guru Agama dari tingkat SD-SMA yang masih setia hadir sejak ibadah AOG Youth pertama kali pada 14 Maret 2010 lalu.

Ibadah AOG Youth kali ini menghadirkan Igor Saykoji untuk bersaksi bagi jemaat. Dalam kesaksiannya, Igor menekankan dua hal penting. Pertama, mengenai penyertaan Tuhan dalam hidup manusia. Ia menggunakan ilustrasi dan menggambarkan status Tuhan seperti status dalam media Chatting, “kita bisa online tapi orang tidak tahu kalau kita ada. Tuhan pun seperti itu, Tuhan biasanya invisible statusnya. Tetapi satu hal yang pasti, Tuhan selalu on-line.”

Hal kedua yang dibagikan oleh Igor Saykoji adalah mengenai proses dalam hidup. Sebelum ia sukses dengan lagu on-line seperti saat ini, ia telah mengalami masa-masa sulit. Ia pernah mengalami karya-karyanya ditolak perusahaan rekaman dan radio. Namun pada akhirnya ia belajar hal penting, “setelah saya lewati, ternyata itu semua proses. Kalau Tuhan kasih yang enak dari awal saya tidak belajar apa-apa. Waktu kita diproses, karakter asli kita keluar. Selama apa yang kita lakukan sejalan dengan apa yang Tuhan mau, pasti Tuhan akan berikan yang terbaik.”

Dengan kesaksiannya sebagai seorang muda yang diberkati Tuhan, Igor Saykoji telah menunjukkan bahwa ia adalah salah satu sosok young and dangerous. Seperti yang disampaikan Ps. Philip Mantofa dalam kebaktian hari itu. Beliau berkali-kali menekankan kepada seluruh jemaat agar menjadi anak muda berlabel young and dangerous. Harus menjadi manusia yang berdampak bagi orang-orang di sekitar.

Bagaimana menjadi generasi yang menyandang predikat young and dangerous, Ps. Philip mengatakan bahwa itu harus dimulai dari lingkungan terkecil kita yaitu keluarga. Setelah kita berhasil berdampak dalam keluarga kita maka kita bisa berdampak bagi lingkungan sekitar kita termasuk sekolah maupun masyarakat.

Selesai khotbah, Ps. Philip mengundang jemaat yang rindu untuk diubahkan oleh Tuhan untuk merespon altar call. Tercatat ada … orang menyerahkan dirinya untuk menerima Yesus dan dibaptis. Lagu ‘Jadikan Aku Indah’ dinyanyikan mengiringi atmosfir pertobatan dalam ruangan Jatim Expo. Diharapkan selama 52 minggu kebaktian AOG Youth ini, akan ada hal-hal luar biasa dijadikan Tuhan dalam kebaktian setiap minggu.

tulisan ini dimuat pada warta AoG MS Youth Edisi Perdana (oleh diriku tentunya)

23 June 2010

Susah senang semua rasa

23.6.10 Posted by Vany Kadiwanu No comments
mengutip dialog dalam film 3 idiots, saya mengenakan cincin terlalu banyak sampe tidak cukup untuk semua jari. Haiyah! susah sekali, tetapi memang harus dilalui. Bagaimana caranya, saya juga masih belum tahu. Tapi saya yakin suatu saat akan baik. ALL is WELL.
Semua orang pasti punya kesusahannya masing-masing. Sebagai manusia, saya juga butuh teman untuk bercerita. Tapi, sepertinya saat ini bukan saat yang tepat untuk berbagi kesulitan. Saat ini adalah saat dimana saya dan teman-teman harus saling memberi semangat dan bukannya membawa kesusahan atau beban baru buat satu sama lain.
OH, andai ada yang tahu bagaimana susahnya saya sekarang. Bagaimana beratnya beban yang saya pikul. Saya yakin ada juhga yang sesusah saya saat ini.
Tidak ada yang bisa diandalkan kecuali diri sendiri saat ini. Mungkin saya bisa tertawa-tawa lepas. Tapi adakalanya ketika saya berpikir sendirian dan mendapati bahwa sebenarnya saya tidak sebahagia yang orang lain liat. OH GOSH!
Kata orang, serahkan sama Tuhan. HELOO! I cant even see Him! Saya tahu saya akan dihujani dengan firman dari alkitab gara-gara pernyataan saya ini. Tapi siapa yang peduli. Saya tahu Tuhan peduli, tapi saat ini saya butuh sosok yang bisa saya lihat, dengar, rasakan, berbicara langsung sama saya. HAISSSSSS... sudahlah.

What should i do?

23.6.10 Posted by Vany Kadiwanu No comments
Ya Tuhan!!! saya tidak tahu lagi harus bagaimana.. gara-gara salah omong, situasi dengan dosen pembimbing jadi tidak enak. Ini mengajari saya untuk berpikir 1000 kali sebelum ngomong, meskipun orang yang dihadapi adalah orang yang saya kenal lama. Karena jujur saja tanggapan yang saya dapatkan benar-benar di luar dugaan.
Sekarang sudah terjadi dan situasinya jadi tidak enak begini. Harus bagaimana lagi saya juga bingung. Tuhan tolong dong...hehehe...saya ga mau kayak begini terus. Ini benar-benar bikin saya bingung. Seolah-olah segala yang saya katakan lebih baik saya telan saja dan tidak usah dikeluarkan.
SMANGAAAAAAAAAAT!

08 June 2010

Trip to Malang

8.6.10 Posted by Vany Kadiwanu No comments
hi all!
sekarang saya lagi di Malang nih. Antar adik untuk tes masuk Universitas. Doakan saja berjalan lancar. Kita Menginap di rumah teman SMA saya, Emy Latunussa. Kita tadi jalan-jalan di Malang Town Square dan membuat banyak foto juga sebuah video yang lucu...