Everything I See in This World. I see, i write, i draw, and i picture it

29 May 2010

Bersyukur di atas penderitaan orang lain

29.5.10 Posted by Vany Kadiwanu No comments

Saya jadi sadar dan menyesal sering mengeluh. Setelah ikut baksos ini, saya jadi mengerti bahwa ada orang yang lebih kekurangan daripada saya,” Pernah dengar kalimat ini? Atau pernah ngungkapin kalimat kayak ini? Suatu ungkapan hati yang saya maknai sama dengan : “saya bersyukur di atas penderitaan orang lain”

Saya pribadi pernah melakukan bakti sosial (baksos). Saya melakukannya karena saya ingat dengan Bapa saya di Sumba. Betapa kerja kerasnya dia disana demi kami anak-anaknya yang merantau menuntut ilmu . Saya tidak melakukan baksos karena saya merasa lebih mampu. Saya memang kadang mengeluh, tapi bukan karena itu saya melakukan baksos. Saya melakukannya semata-mata karena mengingat bapa saya yang kadang saya lihat ada dalam diri para tukang becak, pemulung, tukang sapu, dan pekerja-pekerja kasar lainnya.

Bukan bermaksud menjelekkan kelompok lain yang baru saja melakukan baksos. Saya hanya kebetulan mendapat tugas di lokasi itu dan muncullah pemikiran-pemikiran ini selama tugas itu saya jalankan. Singkat cerita, setelah baksos, mereka berkumpul dan sharing mengenai apa yang mereka dapatkan dari acara tersebut. Pesan moral yang ditemukan, maksud saya. Pada saat itulah, saya mendengar kalimat-kalimat seperti yang saya tuliskan di awal corat-coret ini.

Saya heran, memangnya tanpa melakukan baksos apakah mereka tidak menyadari bahwa kehidupan nyata adalah hidup yang keras mengejar sesuap nasi dan bergulat dengan kebutuhan ekonomi? Lalu setelah melakukan baksos, mereka hanya mendapatkan pelajaran bahwa mereka harus bersyukur? Bersyukur dengan keadaan yang lebih baik daripada orang yang ada di luar sana? I just cant believe it! Bagaimana bisa mereka sesederhana itu memikirkan hal ini.

Saya tidak melarang mereka bersyukur. Saya hanya ingin menuntut kelajutan dari bersyukur itu apa. Apa yang akan kamu lakukan untuk mereka yang membutuhkan? Saya pribadi, kalau punya uang banyak, saya ingin sekali bisa membuka sekolah gratis, kursus keterampilan gratis, rumah sakit gratis, atau apa pun yang bisa membangun hidup yang lebih baik bagi mereka yang kurang beruntung.

Sayangnya, saya hanya seorang biasa yang juga masih bergulat dengan tuntutan ekonomi. Saya ingin membantu sebisa saya, dan akan saya lakukan. Pasti! Satu hal yang selalu saya tanamkan dalam diri saya, kita semua sama. Saya tidak peduli kau Cina, kau Jawa, Batak, Arab, blasteran, kaya, miskin, keluarga pejabat atau pemulung! Ketika kau butuh dan saya bisa membantu, kenapa tidak? Ketika itu di luar kemampuan saya, saya juga tidak akan memaksakan diri. Satu hal yang pasti, saya tidak pernah ingin menganggap diri saya lebih dari orang lain. Sulit memang, tapi saya akan berusaha. Selama orang itu baik, bukan penipu, sopan, tahu caranya memperlakukan benda mati maupun makhluk hidup dengan baik, akan saya terima. Di luar itu, Goodbye!

My Far Away Brother

29.5.10 Posted by Vany Kadiwanu No comments

Last night I just have a chat with my brother Benjamin. Not my real brother but I like to be his sister. Long distance sister I guess. We talk a lot everytime we chat. He have so many similarity. We like rock 80’s music and we have same characteristic.

My english is not fluently, but I don’t know why I can talk joke with him and we can have I live conversation. I am first born in my family, when I chat with him I feel like I have a big brother. I like it! Hehehe…

After chat last night he text me but I cant reply it because my phone is out of range. I cant wait for june. I want to text him back to repay his kindness.

27 May 2010

STAY AWAY!

27.5.10 Posted by Vany Kadiwanu No comments

Hai Hola!
saat ini saya sedang asik membaca Special Edition Majalah Intisari, Tribute to Michael Jackson.
Miris membaca kisah hidupnya dan semakin sadar kalau media massa tuh semakin merajalela dan bukan berfungsi sebagaimana yang manusia harapkan sebelumnya.
Media massa sekarang udah bukan lagi 'alat' yg digunakan untuk menginformasikan atau mencitrakan apa yang manusia mau. Media udah jadi petokan citra dan kehidupan orang yang terlibat dengannya. Agak sukar untuk membahas hal ini. Saya juga sedang tidak mood untuk menjelaskan bagi yang ga ngerti. Tapi saya kok jadi membenci media ya?
STOP masuk ke kehidupan orang lain terlalu dalam tanpa ijin! Bisa ga ya?
Dulu, waktu saya masih kecil, Putri Diana meninggal. Yang saya salahkan adalah paparazzi yang mengejar putri Diana dan akhirnya membuatnya kecelakaan.
Saya ga peduli Putri Diana selingkuh atau punya hubungan dengan manusia manapun di dunia ini. Apapun beritanya, i dont care!
Tapi, janganlah mengejar mereka sampe sebegitunya, dan liat hasilnya!

Note: Please jangan dianggap tulisan saya yg kali ini. Saya sedang mens soalnya.hahaha (serius bener)

26 May 2010

Kangen Rumah

26.5.10 Posted by Vany Kadiwanu No comments
Purukambera beach @east sumba island

this is the road to "patung kuda"
border road between east sumba and west sumba

this is wild horse on the way to purukambera beach

Align Centerthis is my lil brother JC (Yos)
picture taken on Purukambera beach East Sumba Island

This is my cousin
@purukambera beach, east sumba island

Hello all...
sya saat ini, KANGEN SUMBA...saya kangen sekali...mau liat pantainya, rumah adatnya, gerejanya, RUMAH SAYA, rumah tetangga saya, rumah saudara-saudara saya adn juga rumah teman-teman saya. I LOVE HOUSE!
Hahaha...

24 May 2010

Mama yang Kocak

24.5.10 Posted by Vany Kadiwanu No comments

hai bloggers!
baru pulang dari jenguk mama temenku yang sakit.
Baru ada kali ini, dan cuma di rumahnya terjadi!
Masa kita yang jenguk, kita yang dijamu? Jeruuu abissss! hahaha
Asli, ni anak kerjanya makan tok. Dimana pun dia berada, makanan seolah selalu ada di dekatnya. Mungkin dia bisa dijadikan aset negara kalau musim kemarau tiba. Atau dikirim ke Etiopia aja kali ya? Biar makanan ikutin dia ke sana. Kan lumayan, jadi berkat dia disana. hahahaha...
Lucunya lagi, pas kita ngobrol-ngobrol ma mamanya, kita jadi dapet banyak aib tentang dia. Mamanya sendiri yang buka kartu! hahahaha...lucu banget!
Terus, yang lucu tuh pas mamanya cerita kalau waktu melahirkan itu pake operasi. Kan dibedah vertikal, terus pas mau lahiran anak ke-2, ditanyai sama temen yang satunya, Will, katanya:

berarti operasi berikutnya tuh horizontal ya?

Spontan mamanya jawab,

yo, gaklah! Salib dong!

Itu kita semua langsung ketawa. Lucu mamanya, asli kocak abis! Pelawak wes ^^p
Gak heran anaknya juga begitu...hahahaha...peace hen!

Banyak banget yang lucu yang mau kuceritakan disini, tapi lagi ga mood. Tar ya kalo ingat dan pengen cerita, saya akan tulis. Dijamin kocak!

19 May 2010

Jadi Crew Live Recording Life Tree Band

19.5.10 Posted by Vany Kadiwanu , No comments


sebagian crew live recording


Hello bloggers,
baru aja pulang dari live recording Life Tree Band untuk album From The Inside Out nih...
Capek dan senang bercampur jadi satu. Tapi lebih banyak senangnya... Soalnya, saya senang ketawa bareng anak-anak di tim crowd control.
Ada meidy, Maria, Pica, Keyza, Hendi, Monica, Feli, dan anak-anak pelajar yang tadi ikutan di mobilnya Hendi. Asik banget dah pokoknya...hahahaha
Terus yang lucu tuh muka temenku Hendi, kok bisa ya mirip Roma Irama? Udah gitu badannya kecil mungil gitu...Lucu...hahahaha
Pokoknya jeru dah...teman-teman yang menyenangkan :D

Oh ya, FYI, acara live recording ini Sound Engineer-nya Moko yang terkenal itu looooooooooh...waaaaaaaaaaaaaaaaaaaah...
Keren kan?

17 May 2010

Batal Jadi Editor buku. Duniaku ternyata memang media massa cetak aja ^^

17.5.10 Posted by Vany Kadiwanu 3 comments

Hai guys, aku membawa berita yang ga tau mau dibilang baik atau buruk. hahaha
Tapi buatku, ini berita yang baik-baik aja dan mengesankan sih.
Tadi saya baru dari MIC Publising. Saya datang dengan surat lamaran dan portfolio tulisan yang pernah dimuat di media cetak, tanpa tahu MIC itu kantor apaan.
Huahahh...cuma iseng aja sih sebenarnya. Menanggapi info lowongan Editor yang diberikan Kak Selvy. Pikirku, sama saja kayak mengedit berita... Paling bedanya di hemat kata dan tidaknya...

Daaaaaaaaan...
Setelah saya wawancara, menerima tulisan yang harus diedit sebagai ujian awal, akhirnya saya terdorong untuk mempertimbangkan ulang. Apakah saya yakin mau jadi editor buku???
Kerjanya kantoran, berhadapan dengan kamus, ga ketemu artis, ga ketemu pejabat, ga bisa bermain di tulisan dengan sedikit bebas.

Selain masalah itu, saya juga ada kesulitan di penerjemahan inggrisnya. Teks yang tadi dikasih ke saya bahasa inggrisnya kacau. Dan ternyata itu memang sengaja. Untuk ngetes doang. Tapi dari situ saya udah terdorong untuk berpikir ulang. Dan akhirnya saya memutuskan untuk menghubungi C Ester dan membatalkan lamaran itu.
Saya ga mau berkarir di bidang yang saya ga bisa expert di situ. Perfeksionis memang. Tapi gpp kan?

Omongan kita di telepon kira-kira gini:
halo ce, ini vany yang tadi wawancara
oh ia van. ada apa?
Aku rasanya ga bisa lanjut deh. Setelah kulihat naskahnya, aku kayaknya ga cocok jadi editor buku. Bahasa inggrisnya, Inggris banget. Agak sukar
...
oh, iya Van GPP. Tapi klo kita butuh penulis aku pasti kontak kmu. tulisanmu emang bagus soalnya. Portfoliomu akan aku simpan
OK ce, makasih ya ^^

Nah, singkatnya kayak gitu dah. Ga aku detailkan persis biar ga panjang ceritanya. hihihi...pokoknya aku bakal fokus di media massa kayak majalah atau koran aja deh.. Makasih Tuhan buat kesempatannya ^^

15 May 2010

Ternyata Tuhan mau saya jadi PENULIS

15.5.10 Posted by Vany Kadiwanu No comments

apa yang bisa saya bilang selain, GOD IS COOL!!!
kalian tahu kan bloggers, kalau di postingan sebelumnya saya sempat mengeluhkan masa depan?
selama ini saya bingung-bingung sendiri tentang apa yang mau saya lakukan setelah lulus. Dan tidak pernah terpikirkan untuk menyerahkan masalah ini sama Tuhan lewat Doa. Saya pikir, Tuhan sudah tahu jadi saya ga perlu doain lagi.
Tapi ternyata saya salah. Tahu ga sih? Baru dua kali masalah ini saya bawa dalam doa, dan sudah dijawabNya.
Doa saya kira-kira begini bunyinya:

Tuhan, saya ikut Tuhan punya mau.
Kalau memang Tuhan mau saya pulang Sumba, saya yakin itu yang terbaik.
Tapi kalau memang Tuhan mau saya jadi penulis, Tuhan tolong buka jalan buat saya.

Dan kalian tahu, dalam seminggu saya dapat EMPAT tawaran pekerjaan penulis. Dan saya terima tiga. huahahaha.... Saya suka sekali tantangan, apalagi dalam hal menulis.
Tuhan terima kasih. Bantu saya untuk bisa jadi penulis yang keren yaaaaaaaaa....

13 May 2010

Dear John Get Married 2

13.5.10 Posted by Vany Kadiwanu No comments


Mulai dari kemarin saya nonton film romantis melulu. Beberapa hari yang lalu saya makan di ruangan kajur dan makan bersamanya. Kita makan nasi goreng udang, dan katanya kajur rasanya asin. Saya suka asin, dan Ibu Cindy karyawan Tata Usaha bilang itu artinya udah mau kawin. Hahaha…

Bukan karena mau kawin atau karena nonton film romantis, tapi memang tiba-tiba terbersit di pikiran saya tentang Pasangan Hidup. Sudah terlalu lama saya tidak memikirkan hal ini dengan serius. Saya terlalu asik dengan dunia saya sendiri dan teman-teman saya. Rasanya dunia ini begitu indah dan tidak ada yang kurang. Sampai ketika saya nonton GET MARRIED 2, yang diperankan Nirina Zubir dan Nino Fernandes tadi malam, dilanjutkan dengan DEAR JOHN siang ini.

Tokoh Maimunah (Nirina Zubir) mengajarkan saya beberapa hal yang sering saya lalaikan sebagai seorang cewek. ‘Beberapa Hal’ itu adalah:
Harus jadi wanita yang kuat namun tetap memiliki hati yang lembut
Harus menghargai diri sendiri, ga boleh minder. Saya adalah saya, saya tidak akan merubah atau menipu diri sendiri hanya untuk mendapatkan seorang pria. Kalau memang dia menyukai saya, maka dia akan menerima saya apa adanya
Harus menjadi wanita yang menyenangkan, humoris seperti biasanya, bergaul dengan kesetiaan terhadap sahabat maupun pasangan (nantinya)
Harus jujur. Dalam segala hal, mencintai atau tidak, segala pikiran dan kecurigaan. Ini penting bagi saya, sebab saya tidak suka kepalsuan dan sangat membencinya.

Yah, kira-kira itulah gambaran umum apa yang saya dapatkan waktu menonton film itu. Saya memang selalu memperhatikan nilai moral atau pesan apapun dari suatu film. Jarang saya melihat dari segi pengambilan gambar, kecuali memang sangat berkesan.

Okay, saatnya kita bicarakan film yang satunya, DEAR JOHN. Ini mungkin ga penting bagi kalian, tapi ini sangat penting bagi saya. Sudah sejak lama saya menaruh impian ingin memiliki pasangan hidup seorang pria asing, Eropa atau Amerika. I just love the guy from there. So free, truly man, and honest in love. Saya suka cara mereka mencintai wanita, pemikiran mereka, kejujuran. Kejujuran yang saya maksud adalah ketika mereka mencintai seseorang, maka itu akan ditunjukkannya in manly way. Dan ketika mereka tidak suka, tidak sungkan ditunjukkan. Saya suka cara-cara seperti itu.

Chaning Tatum, what more can I say about him? I love him. Man shape, man hearts, man move, man style, all in him. I wanna have boyfriend or husband like him. Hahaha… I believe i’ll get one like that :p
Di film DEAR JOHN ini, dan GET MARRIED 2 juga, saya semakin yakin that I love West Boys. Hahaha… there’s something I don’t get in Indonesian boys and I see it in west boys.

Ga penting banget kan tulisan ini? Hahaha…maaf sudah mengganggu mata, tapi saya mau bilang lagi I LOVE WEST BOYS! Huahahaha…

12 May 2010

Jadikan Aku kekasihmu Selamanya FTV on SCTV

12.5.10 Posted by Vany Kadiwanu No comments

Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!
Barusan nonton FTV di SCTV dan pemeran utamanya Donny Alamsyah!!!!!!!! Sukaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa….bangetttttttttttttttttttt!!!!!!! Ga bisa alihin mata sedetik pun. Bernapas aja rasanya hampir lupa. Ya Tuhaaaaaaaaaaaan..kok ada ya cowok sekeren itu? Putih tapi macho, cool tapi sebenarnya kocak, kalem tapi aslinya jago beladiri, terlihat nakal tapi aslinya suami sayang istri. Wuaaaaaaaaaa….beruntungnya wanita yang memilikinyaaaaaaaaaaaa…. Ga sabar liat aktingnya di Merah Putih 2! Ga sabar buat melototin perannya sebagai Tomas di film itu! Thank to Dany Wijaya my bro yang SMS dan kasi tau kalo malam ini ada artis favoritku main di SCTV. THAAAAAAAAAAAANKSSSSSSSSS… THANK YOU SOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO MUCH bro! Saya tidak akan melupakan kebaikan Anda yang satu ini. DONYYYYYYYYYYYYYYYY…. Kerennya dikau kak!!!!!!

Jadikan Aku kekasihmu Selamanya FTV on SCTV

Losing You

12.5.10 Posted by Vany Kadiwanu No comments

Bagaimana rasanya ya kalau kau kehilangan seseorang yang sangat kau cintai, seseorang yang kau harapkan akan menemanimu hingga masa senjamu? Entah ini efek nonton video putusnya Britney dan Justin atau apa, tapi saya jadi berpikir, bagaimana ya rasanya?

Dulu, jaman-jamannya si Britney masi pacaran sama si Justin, saya mengira mereka akan selamanya bersama. Bayangkan saja, cinta masa kecil berlanjut sampai mereka dewasa. Tapi pada akhirnya pisah juga. Di salah satu scene dalam video itu, ada Justin yang sedang menangis. Sedih banget deh rasanya. Bayangkan saja, saya yang hanya menonton videonya saja sedihnya minta ampun. Bagaimana dengan Justin dan Britney yang mengalaminya? Pecah, berantakan, hancur berkeping-keping pastinya. Bahkan mungkin lebih buruk dari yang saya perkirakan.


Satu contoh pasangan lagi yang saya ingat soal perpisahan ini adalah Bapa dan Mama saya. Mereka dipisahkan oleh maut. Kau tahu, gak ada film India, Korea, atau film teromantis hollywood yang bisa buat saya lebih terharu dari apa yang saya lihat di hari kematian mama saya. Asal tahu saja, Bapa saya adalah orang yang tidak pernah sekali pun saya lihat menitikkan air mata. Tidak sekalipun!

Waktu remaja dulu, saya menganggap dia adalah seorang Bapa yang kejam, bengis, pemarah, keras, disiplin pokoknya yang jahat-jahat. Beberapa hari sebelum pemakaman, setiap ada saudara yang datang sambil menangis, dia terlihat begitu tegar. Tak sedikit pun saya melihatnya menangis, berkaca-kaca ia. Dia bahkan selalu berkata pada saya, “Vany, kau jangan menangis!” dan saya sama sekali tidak menangis.
Tapi maaf, hari terakhir pas mau tutup peti, saya ga bisa nahan air mata.

Itu pertama dan terkahir kalinya saya menangisi kematian mama. Yang bikin sedih bukan mama, saya sudah merelakannya. Yang bikin saya nangis ketika melihat Bapa saya menangis, tersedu-sedan, tersengal-sengal. Tak mau ia biarkan orang-orang menutup peti. Sampai perlu beberapa orang untuk menahannya yang mungkin udah nahan air mata beberapa hari. Orang yang paling kuat menangis, bagaimana mungkin saya bisa kuat?
Ya Tuhan… Kenapa saya sudah bersedih ria nih??? Hahahaha… Gara-gara video sialan itu! Saya jadi terharu aneh-aneh ni…hahaha…

Penulis tak jadi, Dokter boleh juga ^^

12.5.10 Posted by Vany Kadiwanu No comments

Kabar terbaru saudara-saudara… Saya mendapatkan informasi beasiswa kedokteran di Sumba. Bapa saya yang kasih tahu. Katanya, kalau saya mau maka setelah lulus nanti om saya yang akan membantu saya mengurus segalanya.

Setelah saya memikirkan dalam beberapa menit, saya mengambil sebuah keputusan. Kalau memang sudah tidak ada harapan lagi untuk saya berkarir di dunia tulis-menulis, maka saya akan mencoba beasiswa tersebut. Saya tidak takut untuk mengawali segalanya kembali dari awal. Belajar lagi mata pelajaran semasa SMA, dan mencoba menjadi dokter.

Saya pikir, kalau saya hanya pulang ke Sumba maka saya hanya akan menjadi seseorang yang tidak berguna. Ilmu saya tidak bisa dipakai di sana. Dengan menjadi dokter, saya bisa melayani banyak orang di Sumba dan bisa berguna bagi keluarga. Rasanya patut dicoba. Walaupun, hati saya masih tetap untuk dunia tulis-menulis.

Yang menjadi beban pikiran saya kemudian adalah apa yang baru saja saya mulai di Surabaya ini. Band Wedding bareng teman-teman saya. Ya Tuhan, kenapa semuanya datang di saat saya sudah mau selesai di Surabaya. Bisakah saya meminta untuk berkarir di sini saja? Saya ingin membantu Bapa, tapi saya juga ingin menjadi penulis. Saya juga tetap mau mengembangkan diri di dunia musik. Terlalu banyak keinginan, namun tidak cukup kuat menahan kakiku dari seretan keharusan.

11 May 2010

Warung Kejujuran

11.5.10 Posted by Vany Kadiwanu No comments
Wah ada warung unik di SMPN 75 jakarta. Namanya WARUNG KEJUJURAN. Tidak sama seperti warung-warung biasanya, warung ini ga ada yang jaga. Hanya ada daftar harga, dan sebuah lemari kaca kecil tempat menaruh uang. Apabila butuh kembalian, pembeli dipersilahkan mengambil kembaliannya sendiri tanpa ada yang melihat. Sudah EMPAT TAHUN warung ini diberlakukan di SMPN 75 Jakarta. Tujuannya adalah mendidik para murid agar berlaku jujur. Gaya mendidik seperti ini wajib ditiru nih. Biar generasi yang tumbuh di Indonesia bisa terbentuk menjadi pribadi yang jujur.

04 May 2010

Kejar Cita-Cita atau Kembali ke Keluarga?

4.5.10 Posted by Vany Kadiwanu 3 comments
Kalau kamu harus memilih antara cita-cita dan keluarga? Yang mana yang akan kamu pilih? Kata Pendeta dan Pemimpin saya di Gereja, kita manusia harus cari tahu apa maunya Tuhan. Tapi sulit bagi saya untuk mencari tahu dan saya tidak punya banyak waktu untuk menunggu.

Menulis sudah jadi bagian diri saya yang ga mungkin dilepasin gitu aja. Beberapa tulisaanku, walaupun bukan tulisan hebat, telah dimuat di beberapa media cetak. Dan saya ingin mengejar prestasi yang lebih lagi. Ibarat rumah, fondasi saya bahkan belum selesai dibangun. Tapi saya sudah dihadapkan pada kenyataan, bahwa saya harus memilih meneruskan membangun fondasi itu atau berhenti dan tinggal di rumah tua yang butuh perawatan. Dan rumah tua ini adalah orang tua saya sendiri. Sorry kalau perumpamaan saya agak ga nyambung. Tapi saya yakin kalian ngerti maksud saya.

Intinya, temen-temen semuaaaaaaaaaaaaa… saya sedang dilema berat!!! Lebih berat dari Dawiyah, tronton, kereta barang, atau apa pun di dunia ini menurut saya. Saya yakin hal ini akan kalian alami atau mungkin sudah kalian alami juga T.T

Saat ini, saya kan sudah semester akhir, trus lagi skripsi pula. Saya tuh bingung, setelah lulus nanti mau tetap di Surabaya dan mencari jalan berkarir di dunia tulis-menulis atau pulang kampung. “Halah, ngapain pulang kampung?” pasti kalian mikirnya kurang lebih kayak gitu. Ini pertimbangannya hidup dan mati nih. Masalahnya, Bapa saya tuh udah pensiun, udah 50an tahun lebih. Adik saya yang nomor dua mau kuliah di Malang, kita sekeluarga butuh duit.

Tahu nasib apa yang bakal menanti saya kalau pulang kampung? Jadi PNS itu sudah pasti. Lalu, bantu Bapa urusin sawah, bantuin di peternakan puyuh dan ayam pedaging yang baru di dijalaninya. Itu artinya, saya ga mungkin bisa jadi penulis lagi seperti apa yang saya impikan selama ini. Lalu apa arti kuliah 4 tahun yang saya jalani? Saya ingin sesuatu yang beda, namun keadaan tidak mendukung saya untuk itu. How I hate this condition.
Banyak orang bilang, “serahkan sama Tuhan.” Mudah bagi mereka mengatakan itu ketika mereka hidup bermandikan uang dan tidak berada di posisi saya. Bukan berarti saya ga percaya Tuhan, tapi saya benci sama orang yang ngomong tapi ga ngerti apa-apa tentang keadaan saya.

Sebenarnya saya bisa saja bersikeras tetap di Surabaya atau bahkan ke Jakarta dan mengejar mimpi saya, tanpa harus mikirin orang rumah. Toh, kalau berhasil mereka juga yang senang! Tapi ga bisa! Saya anak sulung, saya punya tanggungan 2 orang adik. Saya juga ingin berbakti sama Bapa saya. Selama saya kuliah, dia telah memberikan segala yang terbaik buat saya. Sejak masa jayanya hingga masa surutnya perekonomian Keluarga. Sekarang, di masa tuanya saya ingin sekali dia beristirahat di rumah. Duduk-duduk dan biarkan saya yang mengurus segalanya. Ya Tuhan! Apa lagi yang bisa saya lakukan untuk menyenangkan dia selain memberinya kenyamanan?

Oh ya! Jangan pernah membayangkan sosok pria yang baik hati dan murah senyum sebagai Bapa saya. Bapa saya orang paling keras dan disiplin yang pernah saya temui. Dia menggunakan kakinya untuk ‘menegur’ saya. Sabuk untuk ‘merangkul’ saya ketika saya membantah. Tapi saya bersyukur dengan semua didikannya. Karena itulah tanda kasihnya.

Saya yakin, Bapa saya, atau orang tua manapun di dunia ini ga akan pernah menuntut balasan atas segala yang telah mereka berikan kepada anaknya. Their love is for free! Dan walaupun ga bisa memberikan sebanyak yang Bapa saya telah berikan, ingin sekali rasanya membalas kasih dan cintanya.

Saya tidak mengeluhkan jatuh bangun keuangan yang terjadi dalam keluarga saya. Yang saya sesali adalah saya tidak punya kesempatan untuk merubah itu sesuai cara yang saya mau. Ingin rasanya teriak, nangis! Tapi saya ga punya tempat. Ketika masih di Sumba dulu, saya selalu ke pantai atau paling ga ke pelabuhan ketika sedih atau marah. Di Surabaya, saya ga punya tempat mengadu.

Teman? Jangan pikir saya ga punya teman gitu laaaaaaah… punya kok, punyaaa… Hanya saja, mereka bukan sosok yang saya bisa percaya. Mungkin saya perfeksionis dalam persahabatan? Bisa jadi. Sebab ga ada satu manusia pun di dunia ini yang saya percaya. Saya ga mungkin membicarakan masalah seperti ini sama teman-teman saya yang mungkin ga peduli juga ma hal ini. Dan ga penting juga bagi saya untuk berbagi dengan mereka. Mereka toh ga bisa bantu saya. Jadi, ibarat membuang garam di laut.

Satu-satunya hal yang bisa bikin saya lega saat ini adalah menulis. Yah, bisa dibilang semacam terapi khusus buat orang yang ga kesampaian cita-citanya jadi penulis. Tapi, saya sempat berpikir mungkin saya bisa bekerja sambil tetap aktif menulis nanti. Tapi, apakah mungkin? Di Sumba tak ada media cetak bahkan distributornya pun langka. Bagaimana saya bisa punya kontak dengan majalah atau pun penerbit?

Sepertinya, saya ga perlu jawaban harus milih apa untuk masa depan saya ya? Jawabannya sudah pasti. Sudah digariskan sejak saya lahir sebagai Agriani Stevany Kadiwanu, anak sulung dari keluarga yang biasa-biasa saja dan menjalani hidup yang biasa demi keluarga. Parah! Padahal, deep in my heart I wanna be different, I wanna be more than just enough. Saya ingin sukses dengan cara saya dan meraih SE-GA-LA-NYA dan menyenangkan SE-MUA-NYA… But life must go on and I have to see the reality.