30 October 2009

SMS dari Dia



satu satu dag dig dug
dua dua senyum-senyum
tiga tiga tak tik tuk
Message sent
One new message
Lalala lilili

dag dig dug
One new message
10 detik
Message sent
lalala lilili

1,2,3,4,...16 message
all message save

hmmm...hmmm...
ziiiiiiingg.....
open message
baca lagi
senyum-senyum


24 October 2009

Coz Every Man Struggle About It

Banyak buku sudah membahas hal ini. Bahwa, 99% otak cowok isinya cuma Sex. Sulit rasanya berpikir jernih kalo liat cewek kece. Di Video ini, Saykoji mo coba sampaikan fenomena ini. Memohon pertolongan Tuhan agar luput dari dosa pornografi.

video

Nicholas Cage Sayang Anak


Lagi-lagi gw mau ngomongin soal kasih Ayah. Kalo lo pada masi ingat film Con Air yang diperanin Nicholas Cage, lo pasti tau gimana sayangnya dia sama putrinya. Putri yang bahkan belum pernah dijumpainya karena dia berada dalam penjara. Saksikan potongan videonya di Blog ini.



Inget gak, di Con Air, si Nicholas Cage akan dibebaskan pada 14 juli, tepat hari ultah anaknya. Namun sayang, dia tak dapat langsung pulang dengan tenang. Karna kalau doski langsung pulang, gak ada deh filmnya. Inti filmnya kan di actionnya. Perjuangan dia ngelawan pembajak plus jagain temennya dalam pesawat, plus jaga boneka yang mo dia kasih buat kado ultah putrinya. Bla,bla,bla… akhirnya ia ketemu lagi sama anak dan istrinya. Pantes aja si Nicholas Cage cinta banget ma anak dan istrinya. Dua-duanya kayak malaikat . Cantik banget! Gw aja yang cewek jatuh cinta sama wajah mereka.
OK. Stop sampai disitu. Gw gak bakalan ngomong lebih banyak soal kecantikan mereka. Yang gw mau bahas itu kasih si ayah sama anaknya. Lu bayangin aja. Di dalam perjuangan mempertahankan hidup, ditengah-tengah orang jahat dan kejam, kok masi kepikiran buat jagain tu boneka. Buang aja napa? Tahu kenapa? Gw rasa lo pasti tahu. Itu karena, kasihnya yang begitu besar sama putrinya itu. Baginya, kebahagiaan putrinya lebih berharga daripada nyawanya.
Ada salah satu adegan dimana temennya Nicholas Cage udah sekarat, temennya bilang kalau dia gak percaya Tuhan itu ada. Salutnya, si Nicholas bilang kalo dia bakal ngebuktiin kalo Tuhan itu ada.
Rasanya film ini ngingetin gw sama kasih Yesus buat kita anak-anak Allah. Lu bayangin aja, dia rela ngorbanin nyawanya demi kita umat berdosa yang bahkan belum ditemuinya. Yang mungkin bakal menyingkir waktu Dia datangi karena kita gak kenal ma Dia. Duh, Tuhan…maaf kalau gw sering banget jatuh bangun waktu mencoba mengikutiMu. Gw harap gw bisa jadi anak kesayanganMu.


video

23 October 2009

Father's LoVe

video

SAYA DIBESARKAN BERSAMA SUPIR BEMO DAN KENEK

“Mbak, tanggal 31 hari apa mbak?” dengan suara yang nyaring si supir angkot bertanya pada seorang ibu yang duduk di sampingnya di kursi depan. Dengan ogah-ogahan si ibu menjawab,”hari jumat minggu depan.” Mendengar dan melihat dialog itu, hati saya terenyuh sekaligus BT. Mengapa? Karena sang ibu yang terlihat ogah untuk menjawab sang supir (hanya karena dia seorang supir) dan juga karena sang supir yang pertanyaannya gak penting banget.


Saya pribadi, dibesarkan di sebuah keluarga yang memulai usaha dari nol. Kami pernah merasakan sulitnya hidup. Berkat kasih karunia Tuhan, usaha demi usaha yang dilakukan Mama (Alm) dan Bapa dapat berjalan dengan lancar dan membawa kesejahteraan dalam keluarga kami. Kami bukan orang kaya, tapi apa yang kami butuhkan tercukupi pada waktu itu.
Dulu, Mama saya berjualan cemilan untuk anak-anak karena kebetulan ia bekerja sebagai guru SD. Bapa saya memiliki sebuah zero, yaitu alat penangkap ikan dalam jumlah yang banyak. Kami menjual hasil laut dalam jumlah yang sangat banyak. Berkarung-karung. Bisa dibayangkan rumah saya tiap hari ada berbagai jenis ikan laut, udang, kepiting, cumi, gurita, kerang,dll. Bagi penyuka sea food, rumah saya adalah surga. Selain itu, Bapa yang sebenarnya adalah seorang PNS (Kepala bagian keuangan) juga memiliki usaha angkutan umum. Kalau yang ini kadang bikin jengkel karena mobilnya sering ngambek. Maklum, mobil bekas.
Hidup dengan beberapa usaha sekaligus tentunya di rumah kami menggunakan jasa pekerja yang membantu seperti pembantu, supir dan kenek, dan penjual hasil ikan kami. Mama dan Bapa mendidik kami anak-anaknya untuk menghormati mereka. Mereka gak boleh kami bentak-bentak, hina-hina, apalagi disuruh-suruh yang gak penting. Kalau sampai ketahuan, bisa MATI! Dan yang saya salut dengan orang tua saya, karena hampir semua yang bekerja di keluarga kami masih muda, mereka memanggil orang tua saya dengan sebutan yang sama sepeti kami anak kandung, Mama dan Bapa.
Kami tumbuh besar dengan bergaul bersama mereka. Mereka menjadi teman masa kecil kami sekaligus kakak kami. Tak jarang, ketika Bapa sibuk dan tak bisa mengantar atau menjemput kami ke sekolah, mereka yang menggantikan. Kadang, ada yang membantu kami mengerjakan PR. Hahahahaha….
Saya masih ingat, dulu ada supir kami yang bernama Yos. Masih muda, sekitar 20 tahun, berperawakan tampan. Karena sekolahnya cukup tinggi dibandingkan supir rata-rata, dia lulus SMA, dia sering membantu mengerjakan PR saya. Trus, ada kenek namanya Frengki, dia sekarang sudah menikah dan punya seorang anak yang lucu. Dulu saya sering ngusilin dia. Di siang hari, pada waktu mereka istirahat setelah makan bersama, dia suka tidur dalam bemo. Saya biasanya akan mengambil rumput liar kemudian menggelitiki telinga atau wajahnya dengan rumput itu dan kabur.
Tumbuh bersama mereka membuat saya dan adik-adik jadi mengerti satu hal. Meskipun mereka terlihat sangar wajahnya (kayak preman), suka mengucapkan kata-kata kotor (memaki orang misalnya waktu sebal menonton tinju), tetapi mereka sangat baik hati. Mereka sangat sopan asalkan kita juga menghargai mereka.
Melihat sikap sang ibu yang pada awal kisah ini terlihat ogah terhadap sang supir membuat saya mensyukuri hidup saya dulu. Untung saya hidup bersama para supir dan pekerja lainnya, jadi saya tidak bersikap seperti sang ibu. Mereka baik kok. Sekarang usaha itu semua tidak ada lagi di rumah. Roda kehidupan terus berputar. Mama udah meninggal, zero udah dijual. Bemo sekarang dipakai untuk mengangkut hasil panen dari sawah. Ini usaha baru Bapa. Tapi saya tetap bersyukur dengan apa yang ada. Yang penting, saya masih punya Bapa dan adik-adik saya, itu sudah cukup.

Gengsi itu Harganya MAHAL!!


Awal kuliah dulu, saya sering diajak keluar sama senior menggunakan bus umum. Dulu tarifnya masih 1500. Setelah para senior itu lulus, saya tak tahu lagi naik angkutan umum. Gak ngerti. Setelah semester 6,

baru saya tahu. Itu pun setelah mencoba berkelana sendirian dengan angkot. Memasuki masa magang, saya belajar lagi naik bus. Yang saya tahu Cuma bus patas AC, tarifnya 4000. Setelah hampir 2 bulan, baru saya tahu kalau bus biasa harganya setengah lebih dikit dari patas AC. Sial! Tahu gitu, saya bisa lebih berhemat. Harganya loh, cuma 2500. Emang sih ga ada AC, tapi pintunya kebuka lebar kok. Jadi, sama aja pake AC = Angin Cepoi-cepoi plus karat sana sini. Tapi tak masalah seharusnya . Yah, ini pengalaman aja buat saya. Tapi kenapa ya saya baru tahu naik angkutan umum pas udah mau selesai kuliah gini? Benernya kalau ga tau juga gpp kan? Toh, tar lagi lulus dan pergi dari tempat ini. Jangan-jangan…Tuhan punya rencana untuk saya di Surabaya, makanya saya diajarin banyak hal disini. AMIN dah. Saya percaya aja. Pasti ada sesuatu yang menanti. Setiap pengalaman yang Tuhan kasih pasti karena saya membutuhkannya.


20 October 2009

HARGAI PEJALAN KAKI WAHAI SI SOK SIBUK!!!!!!!


Belum juga lampu merah berganti jadi lampu hijau, para pengendara sepeda motor uda ada yang nyolonong pembatas lampu merah. Belum lagi yang mencet bel bikin kuping budeg! Sok sibuk banget! Padahal emang orang males yang telah semua jadi pada gak sabaran!


Yah, itulah yang saya saksikan di Lampu Merah Jl. A.Yani Surabaya. Lampu merah seharusnya hal para pejalan kaki untuk menyeberang jalan. Tapi karena yang berjalan kaki dipandang remeh sama yang berkendara, baik mobil maupun sepeda motor, maka mereka seringkali harus berlari-lari saat menyeberang. Lucu gak sih? Kalau saya, saya tak peduli dengan tu orang-orang. Saya tetap jalan santai. Toh lampunya masih merah dan saya tidak terburu-buru. Dan saya ingin memanfaatkan ‘hak’ saya itu.
Orang-orang ini jujur membuat saya kesal. Orang lagi nyebrang loh, malah di bel-bel atau bahkan ada yang menyerobot lampu merah. Betapa rendah sikap mereka! Memalukan! Tak berpendidikan. Memangnya mereka semua orang sibuk? Dasarnya saja pemalas, bangun kesiangan, akhirnya telat ke kantor. Kalau sudah begitu, pejalan kaki jadi korban kemalasan mereka. Sungguh menyebalkan! Rasanya saya bisa memakan satu manusia kalau mengingat hal ini!
Sok sibuk banget tuh orang-orang. Ngalah-ngalahin presiden saja. Kalau Lo emang sibuk, ya bolehlah ngebut dikit atau gak sabaran, masuk akal. Tapi buat yang malas, yang sok sibuk, yang gak sabaran padahal nyampe kantor hanya duduk-duduk, go to hell! Gaya lo!

19 October 2009

ANAKKU atau MEREKA yang MATI?



Dia dihadapkan pada pilihan yang sulit. Membiarkan anaknya tergilas roda jembatan, atau membiarkan seluruh penumpang kereta api meninggal karena kecelakaan di jembatan tersebut. Sebuah kisah nyata yang menyentuh hati dan mengingatkan kita pada kasih Bapa.

Seorang ayah memiliki anak laki-laki tunggal yang sangat dikasihinya. Anaknya bagaikan matahari yang selalu menyinari hari-harinya, bagaikan pelangi yang mewarnai harinya, dan bagaikan detak jantung yang memberinya kehidupan. Sang ayah bekerja sebagai bridgemaster di rel kereta api.

Di tempat lain, di dalam sebuah kereta api, sebagian besar penumpangnya adalah mereka yang tak berpengharapan, layu, kering, dan hancur. Beberapa diantaranya memendam kemarahan, memiliki kesombongan, ketergantungan obat, putus asa, dan lain sebagainya.

Si ayah saat itu sedang menjaga rel, kalau-kalau rel tersebut perlu dinaikkan apabila ada kapal yang melintas. Sang anak sedang memancing di danau yang terlihat dari jendela tempat sang ayah bekerja. Tiba-tiba ada kapal yang hendak melintasi jembatan rel. Sang ayah akhirnya menaikkan jembatan rel tersebut. Tanpa disadarinya, ada kereta api yang melaju dengan cepat menuju jembatan rel tersebut. Waktunya tidak akan cukup apabila ia tidak segera menurunkan jembatan itu. Sang anak yang menyadari kedatangan kereta api tersebut berteriak memperingatkan ayahnya.
“Ayah! Ada kereta api melaju dengan cepat!” berkali-kali ia berteriak, namun ayahnya tak mendengar suaranya.

Beberapa saat kemudian, sang ayah menyadari kedatangan kereta api tersebut. Ia sempat menoleh ke arah danau dan tak melihat anaknya disana. Ketika ia memalingkan wajahnya ke arah rel, dilihatnya sang anak sedang berusaha menurunkan jembatan. Ia berniat menekan tuas cadangan yang ada tepat di bawah jembatan. Tapi karena tangannya tak sampai, ia akhirnya terjatuh ke dalam lubang tempat tuas tersebut dan tubuhnya tersangkut dalam roda penggerak jembatan.

Sang ayah sangat panik. Apabila ia menekan tuas untuk menurunkan jembatan, maka anaknya akan tergiling dalam roda tersebut dan mati. Namun jika ia membiarkan jembatan itu, maka seluruh penumpang akan mati. Hatinya berkecamuk, air matanya tak terbendung, ia dihadapkan pada suatu pilihan yang sulit. Tangannya tak mampu menarik tuas jembatan.

Akhirnya…
Ditutupnya kedua matanya, dan dengan derai air mata dan rasa frustasi ia menekan tuas itu. Dan saat itu roda jembatan mulai berputar.

Orang-orang dalam kereta api tidak tahu apa yang telah terjadi. Mereka hanya melihat seorang bapak sedang menangis menggendong anaknya. Mereka tak menyadari bahwa mereka telah memperoleh keselamatan. Mereka yang tak layak, telah selamat karena sang ayah telah mengorbankan anaknya yang tunggal.
All for love The Father gave. For anly love can make a change. For the love, the heavens cried. For love was crucified.

Dituliskan berdasarkan video yang disaksikan di FB. So, inspiring T.T
jika ingin melihat videonya klik disini

16 October 2009

Reporter yang Kesasar

Reporter seharusnya bertualang kesana-kemari mencari berita atau setidaknya mencari bahan artikel untuk tulisan features… yang saya lakukan malah berdiam diri di ruangan kosong sambil internetan.


Saya heran…apa yang sedang saya lakukan sendirian di ruangan kantor tabloid ini?
Ketika ada yang menanyakan, “lagi dimana?” saya otomatis akan menjawab, “lagi di kantor, magang”
“magang dimana?”
Saya jawab lagi “di tabloid”
“oh, kerjaannya ngapain?” untuk setengah detik saya terhenyak, ya! Apa yang saya lakukan?
“menulis” jawabku singkat. Ya, terdengar keren karena jadi penulis. Tapi apabila saya melihat lagi bagaimana partisipasi saya dalam tabloid ini, saya merasa sangat rendah. Mengapa saya tidak dapat mengabil porsi yang cukup besar? Dapat tugas hanya beberapa dan sangat mudah diselesaikan. Saya jadi tak bersemangat. Saya suka sesuatu yang menantang, seuatu yang dapat membawa saya untuk bertualang. Itu yang saya harapkan dari magang ini. Namun apa yang saya dapat? Biasa saja. Ingin saya bergabung dengan majalah profesional. Sangat ingin!
Terpikir bagiku untuk ke Jakarta dan bergabung dengan majalah favorit saya, Girlfriend. Ingin sekali!
Tapi saya tak suka Jakarta! Terlalu padat dan bising. Saya tak suka. Tapi, demi cita-cita saya rasa, saya harus rela berkorban. Saya ingin menjadi penulis profesional. Itu mimpi saya.
Baiklah, segera setelah ini, saya akan mengirimkan email kepada pihak Girlfriend. Mungkin saya bisa menjadi kontributor mereka. AMIN!

Cewek ga boleh lebih dari cowok???!!!

Wanita mana yang tak kenal dengan istilah emansipasi wanita atau yang sedang populer saat ini, gerakan feminisme. Dimana wanita memiliki kedudukan yang setara dengan pria. Dalam hal berkarya, saya setuju. Tetapi dalam hal kodrat atau dasar Allah menciptakan wanita,


saya sadar sepenuhnya bahwa wanita diciptakan untuk tunduk dan menghormati laki-laki. 1 Korintus 11:3 menuliskan, bahwa kepala dari laki-laki adalah Kristus dan kepala dari wanita adalah laki-laki. Ini hal yang tak terbantahkan.
Wanita boleh berkarya sebebas-bebasnya, meniti karir, menuai prestasi. Tapi sebagai wanita yang takut akan Tuhan, kita harus patuh kepada firmanNya.
Dalam 1 korintus 11, saya menemukan bahwa :
Wanita harus menghormati kaum laki-laki (ayat 3)
Allah mengakui adanya saling membutuhkan antara pria dan wanita (ayat 11)
Pria tidak boleh berambut panjang (ayat 14)
Wanita sebaiknya berambut panjang karena itu merupakan kehormatan baginya (ayat 15)
Beberapa hal yang saya temukan di atas mungkin bertentangan dengan konsep wanita masa kini. Terkesan kolot memang. Saya akui itu. Yang pertama telah dibahas mengenai emansipasi. Kemudian, pria gak boleh gondrong. “Heloo!!! Hari geneeeeee!!!!!!! Itu kan namanya mode!! Lagian, jangan menilai kacang dari kulitnya dong…” Kata orang yang tidak takut akan Tuhan. Tetapi, alkitab telah nyata-nyata menuliskan bahwa adalah kehinaan bagi pria yang berambut panjang. Jika kita adalah umat yang taat, tentu kita tidak akan merasa kolot atau semacamnya. Toh, masih banyak mode rambut pendek yang keren-keren. Apa ruginya menaati Allah?
Yang terakhir adalah wanita sebaiknya berambut panjang. Sama seperti kasus laki-laki tak boleh gondrong, alasan utamanya manusia adalah mode. Apalagi sekarang sedang tenar-tenarnya gaya rambut ala rihanna dan agyness deyn yang super cepak atau populernya mode rambut pixie. Majalah fashion bahkan menganggap mode tersebut super kawaii alias keren banget! Tetapi, sekali lagi, alkitab mengatakan lain. Jelas-jelas tertulis bahwa wanita berambut panjang adalah suatu kehormatan. Dan pada akhir perikop bahkan dituliskan bahwa umat Allah bukanlah umat yang membantah.
Nah, saya memilih untuk mengikuti firmanNya.
Bagaimana dengan Anda?

12 October 2009

Mengapa Allah yang MAHAPENGASIH Membiarkan Umat PilihanNya Tewas?


Walaupun makan dan minum dari makanan dan minuman rohani yang sama, tetapi mengapa sebagian besar bangsa israel malah dibiarkanNya tewas di padang gurun? Mengapa? Apa yang salah?

Itu terjadi sebagai contoh bagi kita. Peringatan apa?

Bahwa kita tidak boleh menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang sebagian bangsa Israel lakukan.

Katanya Allah maha pengasih, tetapi mengapa Ia tidak mengampuni mereka dan membiarkan mereka tewas? Apalagi Israel adalah Umat pilihanNya.

Ternyata, bangsa Israel itu justru telah menyalahgunakan kasih Allah yang begitu besar kepada mereka. Bayangkan saja, mereka menyembah berhala. Padahal kita tahu sendiri bahwa Allah kita adalah Allah yang cemburu. Ia bahkan telah menuliskan di hukum taurat agar jangan ada Allah lain di hadapanNya. Selain itu, beberapa orang diantara bangsa pilihan Allah itu bahkan melakukan percabulan. Hal yang sangat tidak disukaiNya, dilakukan oleh umat yang paling dikasihiNya. Bayangkan ketika orang yang kamu cintai berselingkuh (baca:bersetubuh) dengan orang lain yang bukan pasangannya. Pasti hatimu akan hancur berkeping-keping.

Karena Allah adalah maha pengasih, terkadang kita sebagai manusia memanfaatkan itu itu berbuat dosa, dan dengan seenaknnya datang kembali padaNya dan memohon ampun. Ini sama saja dengan mencobai Allah. Seperti yang dilakukan oleh beberapa orang Israel. Konsekuensinya, mereka mati dipatuk ular. Apa hak kita mencobai Allah? Manusia berdosa yang bahkan tidak dapat membalas kasihNya. Kita harus yakin dan percaya sepenuhnya kepadaNya dan kita juga harus menghormati dia yang adalah Raja segala raja. Janganlah Raja sudah menunduk kepada kita, trus kita injak-injak. Itu namanya kurang ajar.

Satu hal lagi yang tidak disukai oleh Allah, bersungut-sungut. Allah tidak suka jika umatnya bersungut-sungut. Kita harus mengucap syukur dalam segala hal dan percaya bahwa segala hal yang diijinkanNya terjadi dalam hidup kita adalah sesuatu yang sudah direncanakanNya dengan Indah.

Alkitab menuliskan, 1Kor 10:11-12 “semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba. Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!”

Di zaman akhir ini, kita harus menjaga diri dengan sebaik mungkin. Banyak hal antara baik dan benar akan sangat tipis perbedaannya. Tetapi selama ada Allah dan kita teguh memegang firmanNya, maka kita akan selamat.

Satu hal lagi yang terdengar klasik namun benar adanya, adalah bahwa Allah tidak pernah memberikan cobaan yang melebihi kemampuan kita. Sesulit apa pun itu, pasti dapat kita lalui bersamaNya. Ia akan memberikan pada kita jalan keluar dari setiap masalah yang kita hadapi (1 kor 10:13).

Hal lain yang Tuhan ajarkan melalui rasul Paulus adalah bahwa kita tidak boleh hanya memperhatikan kepentingan kita sendiri. Hendaknya kita hidup untuk orang lain.

Loh..ngapain kita harus hidup untuk orang lain? Ngurus diri sendiri saja belum tentu becus ngapain liat orang lain? Pasti itu yang terbesit di benak kita.

Alkitab mengajarkan agar kita hidup untuk menyenangkan semua orang dalam segala hal, bukan untuk kepentingan diri sendiri, tetapi untuk kepentingan orang banyak, supaya mereka beroleh selamat, dan itulah yang menyukakan hati Tuhan. Bukankan amanat agung yang Yesus berikan kepada umatNya, adalah agar kita menyampaikan kabar keselamatan kepada seluruh bangsa di dunia?

Dasar iman Kristen adalah kasih, termasuk kasih terhdap sesama. Meneladani Kristus dan kasihNya kepada kita yang bahkan rela menyerahkan nyawaNya bagi kita. Kita belum tentu bisa seperti itu bukan?

Hanya Allah saja yang patut disembah karena kasihNya. Semua yang Ia lakukan buat kita hanya karena kasihNya yang begitu besar kepada kita.

Mau lari kemanapun, kita ga akan pernah terpisah dari kasihNya kepada kita. KasihNya ada dimanapun dan selalu tersedia bagi kita. AMIN!

12.10.09 @my room