02 July 2009

NILAI KEHIDUPAN DALAM SERIAL BOYS BEFORE FLOWER


Perempuan mana yang tidak akan tertarik dengan pria seperti Jun Pyo? Dia ganteng, kaya, sangat setia, mencintai dengan unik. Dia menjahili orang yang disukainya, melakukan banyak hal romantis seperti mempercayai di saat orang-orang membuang muka atau menyiksa si cewek, memberi kejutan perjalanan ke pulau pribadi, bahkan mencoba menyesuaikan diri dengan kehidupan si cewek yang standar sosialnya jauh darinya. Hal ini membuat saya bertanya-tanya, apakah betul ketika seorang pria jatuh hati pada seorang wanita dengan amat sangat, dia akan melakukan apa pun yang tidak mungkin dilakukannya sebelumnya demi mendapatkan si cewek?

Ada beberapa hal lagi yang saya sadari dalam serial Boys Before Flower. Benar kata orang tua, jangan mencintai dengan berlebihan atau membenci berlebihan, semuanya bisa berbalik 180 derajat. Ketika kita mencintai 100% apabila disakiti, rasanya sakit sekali, apalagi jika kita sudah sangat mempercayai orang tersebut. Dan ketika membenci seseorang dengan sangat, hal itu bisa tiba-tiba tanpa kita sadari prosesnya, sudah berubah menjadi cinta. Hingga kita bertanya-tanya sejak kapan itu semua terjadi. Hal terakhir yang saya sadari adalah, cinta yang tulus tak bisa dibeli dengan uang. Mungkin si kaya bisa membeli raga seseorang, tetapi tidak hatinya. Orang yang terbeli mungkin akan tersenyum dan menjilat di depannya, tetapi dalam hatinya si kaya tak tahu apa yang dirasakan si miskin.

Hal lain tentang serial BBF ini, saya beru menontonnya sampai episod 6, mengapa Jang Di tak bisa menerima hati Jun Pyo??????? Dia sudah begitu baik dan tulus mencintainya, tetapi kenapa dia masih saja berlari dan mencari Ji Hoo yang jelas-jelas hanya menjadikannya pelarian. Dia itu bodoh, bego, tolol, idiot, atau stupid sih??? Sebagai cewek, saya malu sekali dengan tokoh seperti itu. Ada ya cewek TOLOL kayak gitu?? Lebih baik dicintai daripada mencintai! Cinta itu kan bisa tumbuh dengan kebersamaan. Saya tidak bermaksud menjual Jang Di pada Jun Pyo karena dia kaya, tetapi terdorong oleh kesungguhan hati Jun Pyo dan cintanya yang begitu besar bagi Jang Di. WANITA MEMANG SUSAH DIMENGERTI! Saya sendiri pun sebagai seorang wanita tak mengerti apa maunya sesama wanita (apa karena saya kelaki-lakian?hihihi…). Hari ini, target saya menyelesaikan serial ini paling tidak sampai episod 11 (kalau bisa lebih)^^p
GU JUN PYO!!!! Wait for me a…!

BERSYUKURLAH KITA PUNYA ALKITAB KITA SENDIRI!

Terima kasih TUhan, untuk berkatNya pagi hari ini. Saya telah menyaksikan sebuah film yang sangat memberkati saya sebagai salah satu umat Kristiani. Film ini berjudul LUTHER. Mengisahakan mengenai perjuangan Marthin Luther membawa perubahan dalam menggapai kasih Allah, merasakan kasihNya, mencariNya, bahkan beribadah kepadaNya secara langsung dengan sederhana, dan dengan penuh iman.

Iman tidak didasarkan pada seberapa banyak yang disumbangakan ke gereja, dosa tidak dapat ditebus dengan uang dan secarik kertas yang dijual gereja. Dalam film ini, digambarkan dengan sangat luar biasa, bagaimana penyertaan Tuhan dalam hidup dan perjuangan Marthin Luther. Saya pribadi sangat mengagumi beliau. Saya sangat berterima kasih kepada Allah, yang telah mengirim beliau, untuk membawa perubahan bagi umat kristiani.

Dimulai dari Jerman hingga sekarang semua bangsa, di seluruh dunia dapat dengan bebas mengenal Allah, membaca dan menyelami firmanNya, merasakan dan mendengar suaraNya, bahkan secara langsung melalui FirmanNya. Allah sungguh baik, ia melihat apa yang diperbuat manusia. Ia mengirimkan orang pilihanNya untuk mengembalikan umatNya pada apa yang benar. Bahkan kekuasaan kaisar, politik negara, dan pengaruh “orang suci” tidak dapat menghentikan Marthin Luther, karena Allah bersamaNya.

Jujur waktu menuliskan ini saya merasakan ketakutan yang amat sangat. Tulisan ini bisa saja menyinggung pihak lain, tetapi saya tidak dapat menahan keinginan saya untuk menuliskan apa yang saya dapatkan dari film ini dan jujur, sangat memberkati saya. Kepasrahan dan perjuangan Marthin Luther semuanya ia percayakan pada Allah. Dia yakin dengan jalan yang ditempuhnya. Ia percaya, bahwa semua orang harus mengenal Allah secara langsung. Menurutnya, Firman Allah dapat dibaca oleh orang awam. Dimana pada saat itu, Firman Allah hanya boleh ditrasfer dari Paus atau oknum gereja. Orang awam tidak memiliki alkitab mereka sendiri.

Marthin Luther bahkan menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Jerman (bahasa negaranya) agar setiap orang bisa mengenal Allah (hal ini pertama kalinya terjadi). Ketika kaisar memanggil 6 pangeran yang menguasai negaranya dan memaksa mereka untuk menghentikan penyebaran injil dengan bahasa ibu mereka dan semuanya harus kembali pada aturan Roma, para pangeran tersebut tetap bertahan pada apa yang telah dikatakan oleh Marthin Luther, bahwa mereka tidak akan menghentikan penginjilan tersebut. Bahkan ketika kaisar mengancam akan memenggal kepala mereka atas pembangkangan tersebut, mereka dengan rela berlutut kepada kaisar, dengan segala kemuliaan sebagai seorang pangeran yang memimpin negara, rela mati demi injil. Bukan hanya para pangeran, tetapi seluruh orang yang ada di ruangan tersebut berlutut dan rela mati demi kebenaran Firman Allah. Dan perubahan itu terjadi, serta kita rasakan saat ini! Halleluya!

Tuhan itu baik. Ia mengasihi kita. Ia tidak membiarkan kita hidup jauh dariNya. God Bless You All.