Everything I See in This World. I see, i write, i draw, and i picture it

25 May 2009

Adjie Idol Menggoyang UK Petra

25.5.09 Posted by Vany Kadiwanu No comments
photo by: Angga Oematan

Bertempat di Auditorium UK Petra, sekali lagi, Fakultas Ilmu Komunikasi mengadakan event yang meriah! Dengan mengundang Adji idol sebagai bintang tamu dan juga menghadirkan band UK Petra sendiri yakni, Pensil Band dan tidak mau kalah juga band anak-anak IKOM, The Chunky Band meramaikan pesta Ultah Fikom yang ke-8, malam minggu, 23 Mei 2009 kemarin.Sayangnya penonton yang hadir saat itu sangat minim jumlahnya dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Latihan Drum Band Siswa/i SD Siwalankerto

25.5.09 Posted by Vany Kadiwanu No comments
Siswa-siswi SD Siwalankerto sedang berlatih

dua orang siswi sedang berlatih memainkan tongkat mayoret di lapangan

senyum bahagia memainkan alat musik

memperhatikan instruksi dengan penuh konsentrasi


23 May 2009

Drum Band SD Siwalankerto Akan Mengikuti Lomba

23.5.09 Posted by Vany Kadiwanu No comments
photo by Vany

Sabtu, 23 Mei 2009,sepulang dari mewawancarai Bapak Dukut Imam Widodo, penulis Soerabaia Tempo Doloe, saya melewati SD Siwalankerto. Dari dalam gedung sekolah, saya mendengar ada bunyi-bunyian seperti permainan drum band. Begitu saya memasuki area sekolah, saya mendapati sejumlah anak sedang berlatih drum band. Lucunya, mereka tidak memainkan lagu-lagu nasional seperti yang biasanya dimainkan oleh tim drum band pada umumnya. Pada saat itu, mereka memainkan lagu-lagu populer seperti lagu milik band ST 12. Ketika saya menanyakan kepada salah satu siswi untuk apa mereka berlatih, ternyata mereka berlatih untuk mengikuti lomba dalam rangka menyambut ulang tahun Kota Surabaya tanggal 31 Mei nanti.

21 May 2009

Closing Event Art and Cultural Festival 2009 Petra Christian University Didominasi Pertunjukan dari Kawasan Timur Indonesia

21.5.09 Posted by Vany Kadiwanu No comments
Bunyi-bunyian gamelan memecah keheningan di ruang Auditorium UK Petra, Rabu 20 Mei 2009 tepat pada pukul 17.00 WIB. Alunan musik bernuansa etnik yang dimainkan oleh generasi muda SMKN 9 Surabaya mengundang sorak-sorai penonton yang gembira dibukanya acara Art and Cultural Festival ini.

Usai membuka acara dengan musik dari etnis Jawa, pertunjukkan kemudian diramaikan oleh persembahan nyanyian dan tarian oleh mahasiswa Kawasan Timur Indonesia (KTI) UK Petra. Mereka adalah mahasiswa yang berasal dari daerah NTT. Dengan formasi 4 orang di atas panggung dan 4 orang di bawah panggung mereka menyanyikan lagu berjudul Mana Lolo Banda dilanjutkan dengan tarian Ja’i yang biasanya ditarikan untuk meramaikan sebuah pesta di Kupang, ibu kota NTT. Mereka juga turut menarik penonton untuk menari bersama dan membagi-bagikan makanan khas daerah NTT seperti jagung titi, gula lempeng, sambal luat, dll.

Tidak kalah menariknya, ada pula penampilan dari salah satu daerah di KTI yakni Palangkaraya. Mereka mempersembahkan sebuah tarian bernama Iruang Gondrong. Tarian ini dibawakan oleh 3 orang wanita dan 2 orang pria. Dengan salah satu penari wanita membawa semacam pelita mereka mulai menarikan tarian adat mereka dengan begitu gemulai.
Adapun tarian lain yang dibawakan oleh mahasiswa KTI sekali lagi adalah Katreji. Tarian ini dibawakan oleh mahasiswa UK Petra yang berasal dari Ambon. Tarian ini sangat dipengaruhi oleh bangsa Portugis sampai pada aba-aba yang digunakan. Ini disebabkan karena Ambon dulu pernah dijajah oleh bangsa tersebut. Tarian ini dama seperti Ja’i, juga digunakan untuk meramaikan sebuah pesta. Ketika tarian ini mulai dipentaskan banyak orang bersorak-sorai mengelu-elukan para penarinya.
Demikianlah dalam acara ini semua tarian ditampilkan oleh mahasiswa dari Kawasan Timur Indonesia. Padahal Indonesia tidak hanya terdiri dari KTI saja. Tetapi mengapa tidak ada tarian dari daerah barat, utara maupun selatan Indonesia? Mungkin mahasiswa jaman sekarang sudah tidak peduli lagi dengan budayanya. Mereka lebih menyukai break dance atau modern dance. Tidak ada yang melarang, tetapi ada baiknya kita juga menjaga tarian daerah kita sendiri dan bangga untuk mementaskannya.

20 May 2009

Art Culture Festival in UK Petra-Photos

20.5.09 Posted by Vany Kadiwanu No comments
Para Panitia memainkan angklung untuk meramaikan suasana (1)

Para Panitia memainkan angklung untuk meramaikan suasana (2)

Ketua BEM UK Petra mengamati benda-benda seni daerah Kalimantan

ketua BEM UK Petra (pose apa tu bang?)

MC oleh Virginia (Ilmu Komunikasi 2008)

Tarian Selamat Datang ditampilkan oleh mahasiswa/i UK Petra yang berasal dari Toraja
Penonton diperbolehkan menyisipkan uang ke sabuk penari yang disukai

Para panitia sedang memainkan congklak

Salah satu pengunjung sedang mengamati barang-barang yang dipamerkan

photo by Vany

Art Culture Festival in UK Petra

20.5.09 Posted by Vany Kadiwanu No comments
photo by: vany


18 Mei 2009, 11.30 WIB, berlokasi di Atrium W atau yang populer dengan sebutan Kolam jodoh, Art Culture Festival (ACF) diselenggarakan.


ACF dulunya lebih dikenal dengan sebutan Gelar Seni Budaya (GSB).

ACF dibuka dengan aksi pawai oleh para panitia yang mengenakan baju batik menyebrangi gedung P UK Petra dan berlabuh di Atrium W. Mereka juga meramaikan suasana dengan memainkan alat musik tradisional seperti angklung kemudian disambung dengan nyanyian oleh pengisi acara dan tarian selamat datang dari mahasiswa asal Tana Toraja.


Dalam ACF ini ada pula stan-stan yang memamerkan benda-benda khas berbagai daerah seperti hiasan-hiasan, mandau, perisai, kain tenun, aksesoris dan makanan-makanan khas daerah. Adapun beberapa daerah yang turut berpartisipasi dalam acara ini adalah Kalimantan, NTT, Papua, dan Toraja.

Selain pameran budaya, dalam ACF kita juga diajak oleh panitia untuk bernostalgia dengan permainan-permainan masa kecil seperti, lompat tali, gasing, kerambol, dan masih banyak permainan menarik lainnya.

Datang dan kunjungi pamerannya dan jangan lupa untuk menghadiri acara puncaknya pada 20 Mei 2009 pukul 17.00 WIB di Auditorium UK Petra!

16 May 2009

We are the Army of God

16.5.09 Posted by Vany Kadiwanu 4 comments

Suasana awal sebelum KKR Army of God dimulai (Day 1)

Panggung KKR Army of God

Panggung KKR Army of God

Ada pesawat di samping lapangan

Ini baru 1/1000 dari orang yang datang

Layar LCD besar

We are the Army of God!!

Lighting panggung dikemas apik

Tunjuk satu nama, YESUS!

Ari Wibowo turut bersaksi

Vannes Wu

Let's Pray for Revival


photo by: Pamela wijaya

JESUS the SUPERSTAR, Vannes Wu hanya figuran

16.5.09 Posted by Vany Kadiwanu No comments
photo by:Pamela Wijaya

Begitu memasuki lokasi Bandara Juanda Lama, tempat diselenggarakannya KKR Army of God, hadirat Tuhan terasa begitu kuat. Mata ini seperti ingin menangis melihat begitu banyak orang datang dan akan menyaksikan kebesaran Tuhan yang ditunjukkan dengan terselenggarakannya acara tingkat Asia ini.

Entah yang datang benar-benar untuk mencari Tuhan atau hanya ingin melihat aksi Vaness Wu selebriti anggota F4 yang dulu tenar dengan Dorama "Meteor Garden".

Yang pasti, KKR ini bisa terselenggara semuanya berkat Tuhan yang begitu menyayangi umatnya di Surabaya. Bayangkan saja, tidak sedikit dana yang diperlukan untuk menggelar acara sebesar ini. Mengundang selebriti terkenal dan menyewa Bandara yang notabene merupakan milik pemerintah, bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan. Dalam salah satu khotbahnya di Gereja Mawar Sharon Satelit City of Faith, Pastor Philip Mantofa sempat mengatakan bahwa waktu mereka melakukan publikasi acara tersebut akan diadakan di Bandara Juanda Lama, waktu itu belum ada kesepakatan dengan pemerintah. Hanya mengandalkan Imannya bahwa Tuhan pasti buka jalan GMS berani mempublikasikannya.

Acara yang diselenggarakan 14,15,16 Mei 2009 ini, dimulai pukul 18.00 WIB di Bandara Juanda Lama. Acara berlangsung dengan sangat meriah!
Di hari pertama acara, 4 orang berbaju ala Army turun dengan tali ke atas panggung dan acara dibuka dengan pujian dari seorang penyanyi wanita yang bernyanyi ala penyanyi opera, kemudian dilanjutkan dengan dance perform.

Acara ini dimeriahkan oleh artis-artis terkenal dari kalangan sekuler maupun rohani seperti Vaness Wu, Vannesa, TBC dance group, Life Tree Band, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Tidak hanya pengisi acara saja yang menarik perhatian pengunjung. Tata panggung dengan lighting yang tidak kalah bagusnya dengan konser-konser artis sekuler begitu menarik perhatian. Tuhan kita memang Tuhan yang Maha Kaya.

Setelah menyaksikan perform dari hamba-hamba Tuhan. Tibalah saatnya Pastor Philip Mantofa menyampaikan khotbahnya. Khotbah ini lebih tepat disebut dengan ajakan untuk berpaling kepada Yesus dan MengakuiNya sebagai Allah dan dibaptis dalam namaNya. Usai menyampaikan ajakannya, jemaat bersama-sama dengan Pastor philip berdoa bagi mereka yang telah menyerahkan diri untuk menerima Yesus. How Great is our God!

15 May 2009

Foto-Foto Suasana Kelas Strategi Negosiasi

15.5.09 Posted by Vany Kadiwanu No comments

Suasana Kelas Strategi Negosiasi dalam mebahas pro dan kontra
dibukanya Dolly pada bulan Ramadhan



Salah satu anggota pemerintah (baju putih) sedang berdiskusi
dengan Para Istri Pengguna PSK



Salah satu anggota pemerintah (baju garis-garis) sedang berdiskusi
dengan Pihak NU


Pihak pengguna PSK sedang mengatur strategi untuk menentang
Pemerintah menutup Dolly


Salah satu anggota pemerintah (baju hitam,pojok kanan) sedang berdiskusi
dengan para PSK


Pihak Syariat Islam sangat antusias menentang
dibukanya Dolly pada bulan Ramadhan.
Pemerintah bernaju hitam garis-garis


Para anggota pemerintah berdiskusi untuk menentukan strategi
dan penawaran-penawaran agar tidak merugikan banyak pihak.

photo by: Felicia Goenawan,SE

14 May 2009

Pro dan Kontra Pengoperasian Lokalisasi Pelacuran Dolly Pada Bulan Ramadhan

14.5.09 Posted by Vany Kadiwanu No comments
Bertempat di ruang kuliah gedung A405, Fakultas Manajemen PErhotelan Universitas Kristen Petra, kurang lebih 75 orang mahasiswa Ilmu Komunikasi duduk dan siap mengikuti kuliah Strategi Noegosiasi (Stratneg). Mata kuliah ini merupakan salah satu mata kuliah yang unik di Ilmu Komunikasi. Perkuliahannya tidak dilakukan hanya secara teoritis tetapi lebih banyak menggunakan praktek langsung dalam benegosiasi. Setiap mahasiswa diajarkan untuk bisa berperan sebagai seorang negosiator sesuai dengan peran yang diberikan oleh dosen, Ibu Felicia Goenawan, SE.

Pada hari ini, 13 Mei 2009, para mahasiswa tersebut dibagi menjadi 7 kelompok. Setiap kelompok akan berperan sebagai :
1. PSK
2. Syariat Islam
3. Germo
4. Istri pengguna PSK
5. Pengguna PSK
6. NU
7. Pemerintah

Kasus yang diberikan untuk disimulasikan dibuat berdasarkan tulisan salah seorang mahasiswa UKP yang dimuat di Harian Jawa Pos. Mengenai penutupan Dolly di bulan Ramadhan. Mahasiswa yang memiliki kepribadian cenderung Koleris (tipe pemimpin, pemikir) dipisahkan sejak kelas dimulai. Mereka ditunjuk untuk berperan sebagai Pemerintah. Pemerintah ini akan memimpin negosiasi atau perundingan dengan ke-6 pihak lainnya mengenai kasus di atas. Mereka juga harus membuat keputusan yang tidak merugikan banyak pihak apakah Dolly akan tetap ditutup atau sebaliknya.

Pihak PSK merasa dirugikan apabila Dolly tutup pada bulan Ramadhan. Natalia, salah satu mahasiswa yang berperan sebagai PSK mengatakan, "Justru di bulan puasa ini mereka harus menguji iman mereka, bukannya menghilangkan penggoda. Apa artinya puasa kalau tidak ada cobaannya. Lagian, kita mau cari makan dimana kalau usaha kita ditutup?"
Dari pihak germo pun turut mendukung pernyataan tersebut. Mereka mengatakan bahwa, bukan Dolly yang menjadi akar masalahnya tetapi hubungan suami-istri yang tidak baik dan iman para lelaki hidung belang yang memang tidak kuat. Menurut para germo, apabila iman para pengguna memang kuat dan hubungan rumah tangganya harmonis, maka Dolly pun akan sepi.

Lain lagi di pihak pemuka agama Islam yang bernaung di bawah bendera Syariat Islam dan NU Mereka tetap bersikeras Dolly harus ditutup pada bulan Ramadhan. Dan mereka mengusulkan pelatihan ketrampilan membuat berbagai kerajinan selama Dolly tutup bagi para PSK. Dan mereka menyanggupi akan membiayai para PSK selama bulan Ramadhan dengan memberikan pekerjaan Halal. Para istri-istri pengguna PSK sangat setuju dan otomatis pro dengan para pemuka agama ini.

Mendengar usulan para pemuka agama tersebut, para PSK tetap tidak mau menyerah. Mereka tetap tidak mau tutup total pada bulan Ramadhan. Mereka mengajukan jam operasianal. Jadi, mereka tidak akan beroperasi full day seperti biasanya tetapi mereka hanya akan buka pada jam buka puasa samapai sahur. Itu pun masih tetap ditentang oleh pemerintah maupun pihak pemuka agama dan para istri.

Pemerintah pun sebenarnya berada dalam dilema untuk membuat keputusan ini. Disatu sisi, Dolly merupakan sumber devisa terbesar nomor 1 bagi negara. Namun, disisi lainnnya dia juga harus menumbuhkan citra yang baik kepada masyarakat. Ditambah lagi dengan ancaman para PSK yang akan bekerja secara ilegal dan bertebaran dimana-mana, merusak wajah kota apabila pemerintah bersikeras menutup Dolly. Kata salah satu dari PSK, "kalo Dolly ditutup. Berarti kami akan tutuup selama-lamanya." mendengar itu, para istri berptepuk tangan gembira. Namun pernyataan itu belum selesai. Ditutup selamanya itu maksudnya, mereka tidak akan menggunaka lokalisasi lagi tetapi akan bekerja dengan cara ilegal dan mengajak tamunya ke hotel-hotel.

Pada akhirnya pemerintah tetap harus memberikan keputusan. Dan mereka memutuskan untuk tetap menutup Dolly. Keputusan ini disambut gembira oleh para pemuka agama dan para istri. Para germo, PSK dan pemakai tidak bisa mengubah lagi keputusan yang telah dibuat oleh pemerintah.

13 May 2009

Malam Hari pukul 22.00 WIB di Kosku

13.5.09 Posted by Vany Kadiwanu No comments

Saat menuliskan postingan ini, aku sedang duduk sendirian di kamar kosku yang tidak begitu sempit berukuran 3x3m. Duduk di depan komputer sambil mendengarkan Angel n Airvawes mengumandangkan lagu-lagunya yang unik beraliran rock. Perutku lapar sekali! Tadi sudah kutitipkan pada temanku untuk membelikan nasi goreng bakmi di gerobak yang mangkal depan kampus.

Panjang umur! Baru saja kupikirkan, mereka sudah tiba. Halleluya! Akhirnya aku makan juga! Komputer tersayang, tunggu sebentar ya.... Aku makan dulu. Dalam setengah jam aku akan kembali dan mengetik tugas-tugasku lagi.

After dinner and talking with my friend, murni rahmawati, akhirnya aku kembali juga ke depan komputer untuk lanjut menggarap tugas-tugas kuliah. Semester ini benar-benar semester yang menuntut pengaturan waktu dan pemanfaatan kesempatan luang yang baik. Harus pandai memanfaatkan jeda waktu agar semua tugas dan tanggung jawab yang diberikan selesai tepat waktu.
Agak sulit untuk menyesuaikan diri. Namun, mau tidak mau harus diusahakan agar tidak mendapati kertas hasil studi mencantumkan huruf keempat dalam abjad di daftar nilaiku, D. Dan itu artinya harus mengulang!

Tanpa berlama-lama dan bertele-tele lagi, saya akan mengakhiri tulisan ini. Masih banyak tugas yang menanti. Thanks untuk pembaca yang mau meluangkan waktu membaca tulisan saya. Mungkin tidak terlalu memberi makna tetapi saya rasa cukup menghibur Anda yang ingin membunuh waktu. Tuhan memberkati!

The Young Generations still sleepy T.T

13.5.09 Posted by Vany Kadiwanu No comments

Jam digital di HP-ku menunjukkan pukul 08.04. Telat!

Entah mengapa, sejak Journalism Clinic usai badanku terasa sangat letih. Seharusnya ini wajar, tetapi menjadi tidak wajar karena rasa letih ini telah bersarang di tubuhku selama lebih dari satu minggu. Akibatnya, susah kumemaksa mataku untuk melek di pagi hari. Padahal, hampir setiap hari kuliahku mulai pukul 07.30 WIB. Aku tak tahu sudah berapa banyak absen yang kosong. Mau bagaimana lagi?

Pagi ini, Rabu 13 Mei 2009, aku punya jadwal kuliah Sejarah Pers. Dosenku adalah Bapak Wolly Baktiono, seorang senior di bidang jurnalistik yang kutekuni di bangku kuliah sekarang. Ia punya reputasi tidak mengajar tepat pukul 07.30 WIB. Ia selalu datang pukul 08.00 WIB. Dengan latar belakang tersebut, temen-teman sekelasku - kami hanya berjumlah 15 orang - selalu datang pada pukul 08.00 WIB. Pak Wolly, begitu kami menyapanya, tidak terlalu kaku pada masalah ketepatan waktu. Hal ini sangat menguntungkan bagi mahasiswa yang selalu telat bangun seperti saya. Oleh karena itu pula, anak-anak sekelas - tidak terkecuali saya menjadi 'Nakal' dalam hal masuk kuliahnya.

Salah satu contoh 'Nakal' hari ini, aku sudah telat dan takut membuat bapaknya merasa tidak dihargai. Aku baru sampai di kampus pukul 08.15 WIB. Tetapi begitu kujejakkan kaki di selasar C - gedung Fakultas Ilmu Komunikasi - aku masih melihat dua orang teman sekelasku duduk-duduk dan ngobrol dengan temannya. Ketika aku menanyakan kepada salah satu dari mereka apakah ia tidak mau naik sekarang - kelas kami di lantai 2 - , jawabnya, " Ntar aja." Aku pun segera naik, takut Pak Wolly sudah memulai kuliahnya.

Begitu aku memasuki ruang kelas yang sebenarnya ruang Laboratorium Media. Yang kudapati hanya 29 unit komputer kosong dan hanya 1 meja yang sudah ditempati salah satu temanku sementara Pak Wolly sedang menuliskan poin-poin yang akan dibahas hari ini.


Baru dua minggu yang lalu Jurusan Jurnalistik Cetak dan On-line mengadakan acara Journalism Clinic yang mengangkat tema Wake Up Young Generations!. Tema tersebut diangkat dari fenomena bahwa anak SMA sekarang, istilah kasarnya, malas-malas. Tetapi faktanya, tidak jauh berbeda dengan mahasiswa. 15 menit kemudian barulah satu-persatu temanku memasuki ruang kelas. Tak kubayangkan bagaimana perasaan Pak Wolly. Dia terlihat cuek saja, tetapi aku tak tahu apa yang dipikirkannya. Setelah berkisah mengenai Pers di masa lampau selama setengah jam. Kuliah pun usai. Semoga kuliah-kuliah selanjutnya tidak seperti ini lagi.